Beranda Berita Properti Kucurkan Dana Rp1,5 Triliun, Pengembang Puri Beta Ciledug Luncurkan Rumah Rp500 Jutaan...

Kucurkan Dana Rp1,5 Triliun, Pengembang Puri Beta Ciledug Luncurkan Rumah Rp500 Jutaan Dekat BSD City

14
0
Terranea Homes di Tangerang.

PropertyandTheCity.com, Tangerang – Pengembangan rumah menengah di koridor Cisauk – Jatake, Kabupaten Tangerang, Banten, semakin variatif. Koridor ini dekat dengan kawasan Edutown, pusat pendidikan di kota mandiri BSD City yang tediri atas beberapa sekolah favorit dari SD-SMA dan perguruan tinggi. Sejumlah perumahan yang lokasinya dekat Stasiun Cisauk yang disinggahi kereta komuter itu masih menyisakan rumah dengan harga cukup terjangkau.

Para developer menggarap segmen ini karena pasarnya cukup gemuk dan relatif tidak terpengaruh kondisi pasar properti yang sedang lemah. Berbeda dengan rumah menengah atas yang cukup sensitif terhadap siklus pasar keuangan global, penjualan rumah menengah cenderung stabil. 

Di tengah kepungan perumahan berharga mahal di BSD City, beberapa menit dari kawasan itu, ada Terranea Homes yang memasarkan rumah mulai seharga Rp500 jutaan. Pengembangnya ialah Goldland Group, yang sebelumnya sukses memasarkan Puri Beta, perumahan skala besar berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Ciledug, Tangerang, juga piawai memasarkan Taman Alfa Indah di Jakarta Barat, Palem Semi di Karawaci, dan Puri 11 di Karang Tengah. 

Di atas lahan seluas 35 hektar, pengembang merencanakan bakal membangun 3.000 unit rumah di tujuh klaster. Lokasi perumahan berada di Jalan Kp Kandang, Jatake, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, sekitar 7 kilometer dari Stasiun Cisauk. Dengan menumpang kereta komuter, dari Cisauk ke Jakarta (Tanah Abang) sekitar 40 menit. “Minat orang untuk tinggal di Cisauk cukup besar, berangkat kerja bisa naik kereta atau menggunakan kendaraan pribadi lewat tol. Yang menarik rumah yang kami tawarkan harganya cukup terjangkau,”  ujar Hendry Widjaja, Direktur Utama Goldland Group, dalam Press Conference Launching Terranea Homes di Tangerang, Sabtu (22/6/2024).

Sebab pengembangannya baru dimulai harga rumahnya masih terjangkau untuk milenial, baik single maupun baru berkeluarga. Terranea Homes menawarkan rumah satu lantai tipe 31/50, 36/60, atau dua lantai tipe 66/60 dan 74/72 seharga Rp540 juta – Rp1,1 miliar per unit. Menariknya, harga tersebut sudah termasuk bea-bea KPR, seperti BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan), biaya AJB (Akta Jual Beli), balik nama sertifikat, pengurusan IMB dan penyambungan listrik. Tiap pembelian unit juga sudah gratis kitchen set. 

Dengan depe 0 persen rumah tipe 31/50 angsurannya selama 15 tahun sekitar Rp4,2 juta atau selama 20 tahun sekitar Rp3,5 juta per bulan. “Harga rumah kami 30 persen lebih murah dari harga pesaing kami di sekitarnya, all in Rp500 jutaan, sudah termasuk PPN. Manfaatkan program bebas pajak tersebut. Kapan lagi ada insentif yang diberikan sebesar ini. Belum tentu pemerintah akan memperpanjang di tahun depan,” kata Hendry.

Pada tahap pertama Terranea Homes akan memasarkan 316 rumah di klaster Arel. Serah terima rumah satu lantai dijanjikan akhir tahun 2024, sementara rumah dua lantai dijadwalkan paling lambat Juni 2025.  

Idaman Urban

Hendry tak menampik bahwa kemajuan BSD City berdampak pada pertumbuhan kawasan di sekitarnya, termasuk wilayah Cisauk-Jatake dimana proyek barunya bercokol. Beragam fasilitas yang diperlukan warga urban, mulai dari mal, tempat kuliner, pusat bisnis dan gaya hidup, semuanya ada.

“Secara makro BSD bukan sekadar daerah hunian tapi jadi pusat ekonomi baru karena karena pemerintah telah menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seluas 60 hektar di BSD yang fokus pada kesehatan, pendidikan dan teknologi digital. Tentu ini akan menciptakan pertumbuhan lapangan kerja maupun kegiatan ekonomi dari segala segi,” ucapnya.

 

(tiga dari kiri) Hendry Widjaja, Direktur Utama Goldland Group, bersama jajaran manajemen Goldland Group dan Lamudi Indonesia saat meresmikan rumah contoh Terranea Homes di Tangerang, Sabtu (22/6/2024).

Selain dekat kota baru, daya tarik Terannea Homes mengusung konsep TOD sehingga kelak memudahkan warganya menuju pusat keramaian kota. Gedung stasiun baru bertajuk Stasiun Jatake kini tengah dibangun tidak jauh dari perumahan. Lokasi stasiun di Desa Jatake, di antara Stasiun Cicayur dan Stasiun Parung Panjang di jalur kereta komuter Jakarta-Bintaro-Serpong-Parung-Maja-Rangkasbitung.

Stasiun Jatake dibangun di atas lahan seluas 2.435 m2. Di atasnya akan dibangun gedung stasiun kereta tiga lantai seluas sekitar 3.000 m2 dengan target beroperasi pertengahan 2025. Bagi Goldland sendiri, keberadaan stasiun Jatake memudahkan transportasi penghuni dan masyarakat umum ke kota Jakarta.

“Persis di seberang perumahan kita, jaraknya sekitar 1 kilometer, 5 menit dari Terranea Homes. Kemana-mana gampang. Yang berkantor di Jalan Jendral Sudirman Jakarta dan daerah sekitarnya bisa naik kereta turun di Stasiun Dukuh Atas. Yang kerjanya di selatan Serpong seperti Tigaraksa dan Maja juga nyaman karena kereta berhenti di Rangkasbitung,” ungkap Hendry.

Nantinya aksesnya akan semakin baik apabila paket pengerjaan jalan tol Serpong-Balaraja (yang terkoneksi dengan tol Jakarta-Merak, JORR dan Jagorawi) seluruhnya terwujud. “Dari perumahan ke pintu Tol Legok yang kini sedang dibangun hanya 4 kilometer, 10 menit sampai,” imbuh Rebecca Widjaja, GM Marketing Terranea Homes.

Pengembang menjamin produknya memiliki nilai investasi yang menjanjikan, terlebih urusan sertifikat dan PBB telah pecah sehingga legalitasnya jelas. “Site plan dan PBG sudah disetujui oleh pemerintahan setempat sehingga bisa langsung AJB. Sertifikat dan PBB sudah pecah, jadi kami jamin legalitasnya sangat aman,” ungkap Timothy Widjaja, Director’s Assistant Terranea Homes.

Untuk menggenjot penyerapan rumah agar lebih cepat, pihaknya menggandeng perusahaan proptech Lamudi Indonesia untuk mempromosikan Terannea Homes kepada jutaan pencari rumah di Indonesia melalui virtual. Reno Ismail Melano, Commercial Director Lamudi Indonesia mengatakan, melalui big data yang real time dan akurat, Lamudi Indonesia lebih mudah memasarkan produk sesuai segmen pasar yang dituju. 

“Kami mencatat suplai hunian di kawasan Tangerang menjadi paling tinggi di tahun 2022. Tangerang memiliki jumlah usia produktif 35 persen dari total populasi. Ini memungkinkan produk Terranea Homes dengan range Rp500 juta sampai Rp1 miliaran itu bisa mengakomodir kebutuhan rumah kelas menengah ke bawah dan menengah dekat stasiun dan pusat gaya hidup seperti BSD City dan Gading Serpong. Pasarnya sangat terbuka,” pungkas Reno. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini