Propertyandthecity.com, Jakarta – PT Ciputra Development, Tbk. (CTRA) berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp3,3 triliun pada triwulan pertama tahun 2024. Tahun ini Perseroan menargetkan capaian marketing sales sebesar Rp11,1 triliun (full year).
Pencapaian ini diperoleh dari penjualan rumah hunian dan tanah kaveling sebesar 80 persen, sedangkan sisanya dari penjualan ruko 17 persen, apartemen 3 persen. Pencapaian selama triwulan 1 2024 ini posisinya turun 4 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni Rp3,4 triliun, akibat menurunnya daya beli konsumen pasca-pandemi Covid-19.
“Harus diakui setelah pandemi, kelas bawah itu lebih sulit affordability-nya,” buka Direktur CTRA Artadinata Djangkar, dalam siaran virtual Public Expose CTRA 2024, di Jakarta, Rabu (19/6).
Unit properti dengan harga Rp2-5 miliar memang mendominasi 54% total penjualan CTRA hingga Q1 2024, sementara rentang harga Rp1-2 miliar anjlok menjadi 23%, dan unit dengan harga di bawah Rp1 miliar turun menjadi 12%. Sementara itu, unit di atas Rp5 miliar stabil di kisaran 12%.
“Tapi kita tidak bisa semata-mata langsung switch [ke upper-class market]. Diversifikasi, kan, menguntungkan perusahaan, sehingga di masa yang berbeda, kita masih bisa memenuhi permintaan market,” sambung Djangkar.
Menyiasati hal itu, CTRA akan terus fokus meluncurkan klaster-klaster baru pada segmen pasar menengah dan menengah-bawah dengan harga rumah di bawah Rp2 miliar. CTRA optimis permintaan properti akan mengalami tren positif di tahun ini menerus hingga tahun depan karena pasar investor sudah mulai membaik.
Perseroan melihat adanya tren yang cukup meyakinkan terlihat dari kenaikan angka marketing sales cukup signifikan yakni naik dari Rp8 triliun di tahun 2022, menjadi Rp10,24 triliun di tahun 2023. Hingga Q1 2024, disebut bahwa marketing sales CTRA sudah mencapai Rp3,3 triliun.
“Tren positif ini diharapkan dapat diteruskan sampai akhir tahun untuk mencapai target marketing sales sebesar Rp11,1 triliun,” ujar Direktur CTRA Budiarsa Sastrawinata.
Untuk mendukung pencapaian target marketing sales 2024 CTRA akan menggeber pemasaran dua proyek baru dan tujuh proyek utama yang tersebar di beberapa kota. Proyek barunya pada tahun ini adalah Citraland City Sampali Kota Deli Megapolitan di Medan, Sumatra Utara dan Citraland Gresik Kota di Gresik, Jawa Timur.
Developer optimis peluncuran klaster-kaster baru di sejumlah proyek tersebut sukses karena produknya telah disiapkan dengan baik. “Kami mengkaji pasar, persiapan tim digital marketing, infrastruktur jaringan database, dan kerjasama tim sales yang baik, serta pengembangan konsep produk yang ditawarkan,” kata Sekretaris Perusahaan CTRA Tulus Santoso.
Citraland City Sampali Kota Deli Megapolitan memiliki skema proyek kerjasama operasi (KSO) dengan luas 35 hektar untuk pengembangan tahap 1. Target pasar proyek ini untuk kalangan menengah dan menengah atas dengan kisaran harga rumah Rp1,6 miliar – Rp4,1 miliar. Proyek ini dirilis pada Januari 2024. “ Unit terjual sebanyak 353 unit dengan raihan pra penjualan Rp856 miliar di kuartal I 2024,” terang Tulus.
Untuk Citraland Gresik Kota, memiliki skema KSO dengan luas pengembangan 28 hektar. Target pasar proyek ini untuk kalangan menengah dengan harga per unit mulai dari Rp 1 miliar. Proyek akan segera dirilis pada semester II 2024 dengan target pra perjualan Rp250 miliar. “Lokasinya strategis di tengah kota Gresik, dekat exit tol,” imbuhnya.
“Capex-nya (untuk proyek ini) tidak besar, karena hanya infrastruktur dasar, sekitar Rp50-100 miliar,” ungkap Nanik J. Santoso, Direktur CTRA, melugaskan.
Dari sumber CTRA terpercaya yang enggan disebut namanya, proyek tersebut digadang-gadang bertajuk CitraLand Gresik Kota. Lokasinya tidak jauh dari pintu Tol Bunder dan akses Tol KLBM (Krian, Legundi, Bunder, Manyar) yang sudah terkoneksi dengan Tol Trans Jawa.





















