Top 5 This Week

Related Posts

Upaya Astra Property Membangun Sustainable Business

PropertyandTheCity.com, Jakarta– Penjualan properti disebut sangat dipengaruhi oleh dukungan pembiayaan melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR), terutama di tengah kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen.

Presiden Direktur Astra Property (Astra Group), Wibowo Moeljono, mengatakan suku bunga BI menjadi salah satu pertimbangan utama bagi konsumen dalam membeli unit properti. Dengan BI yang menahan suku bunga di level saat ini, peluang penjualan unit pada 2026 dinilai masih terbuka lebar.

“Peluang kita untuk menjual lebih banyak unit di tahun 2026 itu masih terbuka lebar,” ucap Wibowo dalam konferensi pers Media Gathering bertajuk “Delivering Growth, Legacy Continuous” di Menara Astra, Jakarta, Rabu (29/4).

Baca Juga: Melihat Konsep Apartemen Rp3,5 Miliar di Area Bisnis Simatupang, Elegan dalam Balutan Modern Eklektik

Wibowo  menuturkan, optimisme tersebut turut didukung berbagai program perbankan yang menawarkan skema suku bunga kompetitif, mulai dari bunga tetap (fixed rate) satu tahun, tiga tahun, hingga lima tahun. Bahkan menurutnya, untuk periode tertentu, tingkat bunga tetap tersebut dinilai lebih rendah dibandingkan suku bunga acuan BI, sehingga memberikan keuntungan bagi konsumen.

Kemudian dari sisi makroekonomi, Wibowo menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 3-4 persen dinilai masih cukup sehat bagi bisnis properti, meski belum mencapai target 5 persen. Pun perihal pelemahan rupiah hingga Rp17.300, ia menilai belum berdampak besar karena kontrak dengan pemasok dan kontraktor sudah dikunci hingga Oktober 2026 untuk menghindari biaya konstruksi membengkak saat terjadi kenaikan harga material bangunan.

“Untuk tahun ini kita lumayan aman, karena kontrak kerja dengan supplier dan kontraktor sudah kita kunci sampai sekitar September atau Oktober,” tandasnya.

Selain faktor suku bunga dan makroekonomi, keberlanjutan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen hingga 2026 juga dinilai memberikan dorongan signifikan terhadap minat beli properti.

“Tahun 2025 banyak cerita, salah satunya insentif PPN DTP menjadi angin segar untuk bisnis properti. Penjualan residensial kita 100 persen di-cover oleh PPN DTP,” jelas Wibowo.

Ia memperkirakan kebutuhan akan hunian terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk, sehingga permintaan properti dinilai tetap terjaga.  “Kami merawat momentum-momentum tersebut dengan disiplin di semua sektor. Kami tidak mengejar pertumbuhan yang cepat saja tapi balance portofolio antara produk residensial, komersial , dan industri itu juga penting,” ucapnya.

Baca Juga: Astra Property Mantapkan Ekspansi melalui Arumaya Financial Center dan Cibinong Logistics Hub

Pastikan Quality of Life

Untuk menjaga daya saing perusahaan di tengah tantangan global, Astra Property berkomitmen mengembangkan cara membangun yang mendukung sustainable living dengan menghasilkan bangunan dan kawasan yang mengacu pada keterbatasan sumber daya alam.

Vania Ariyani selaku Head of Sales Altea BLVD, menerima penghargaan Best Greenship Performance Neighborhood di ajang Greenship Awards 2025 pada Jumat (05-12). (Dok: Astra Land Indonesia)
Vania Ariyani selaku Head of Sales Altea BLVD, menerima penghargaan Best Greenship Performance Neighborhood di ajang Greenship Awards 2025 pada Jumat (05-12). (Dok: Astra Land Indonesia)

Komitmen ini terwujud melalui Astra Triple-P Strategy yang menekankan tiga pilar utama, yaitu Portfolio, People, dan Public Contribution, sebagai pondasi dalam setiap pengembangan bisnis perusahaan.

“Kami komitmen terhadap sustainabality. Bisnis yang baik, efisien dan jangka panjang sudah pasti akan sustain. Kami akan lebih mengukur ketiga hal itu,” ujar Wibowo.

Dari sisi portofolio, Astra Property terus memperkuat standar keberlanjutan di seluruh proyek yang dikembangkan. Secara keseluruhan, perusahaan telah mencapai bauran energi terbarukan sebesar 26,79% dari total kebutuhan energi operasionalnya sepanjang tahun 2025. Komitmen ini turut dibuktikan oleh Arumaya Financial Center yang berhasil memperoleh design recognition dengan peringkat Gold Greenship New Building dari Green Building Council Indonesia (GBCI).

Baca Juga: Kolaborasi Astra Land Indonesia dan Sinar Mas Land, Altea BLVD Sabet Penghargaan Greenship 2025

Menara Astra dan Arumaya Residences (Jakarta Selatan) menerapkan sistem rainwater harvesting, sementara Klaster Rivara di Altea BLVD (Cibubur-Bekasi, Jawa Barat) telah mengimplementasikan perangkat sanitasi ramah lingkungan yang diproyeksikan mampu menurunkan laju aliran air hingga 21,25%, disusul Asya (Jakarta Timur) terus meningkatkan kapasitas fasilitas daur ulang air limbah di kawasan.

“Proyek residensial kami semuanya sudah sertifikat green, 100 persen. Hanya, kami belum menemukan kausalitas orang beli rumah karena ada sertifikasi green-nya. Belum ada kausalitas secara langsung. Namun, cara kami melihat sustainability di proyek residensial itu lebih ke kualitas hidupnya. Karena proyek sustain itu selalu ada poin-poin quality of life. Misal, Asya itu nyaman, fasilitasnya juga lengkap, dekat kemana-mana, nah itu quality of life ada, daripada ke arah ‘kalau kamu beli rumah disini akan saving air sekian persen’,” papar Wibowo. 

Siang itu, Wibowo berbicara di hadapan awak media disertai jajaran lengkap manajemen Astra Property, antara lain, Johnnie (Director), Frans Surjadi (Director), Max William Sunarcia (President Director Industrial Portofolio), Lia Prilianty Singgih (Director Industrial Portofolio), Susan Samantha (Director Industrial Portofolio), Fransisca Iskandar (President Director Commercial Portofolio), Michael Atmoko (Director Commercial Portofolio), Selvi Xu (President Director Residential Portofolio), Tony Soetanto (Director Residential Portofolio), dan Melisa Lubis (Board of Management Industrial Portofolio).

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles