PropertyandTheCity.com, Jakarta– Tim Komunikasi Sharp Indonesia meraih dua penghargaan bergengsi di ajang Indonesia PR Practitioner of the Year 2026, yang diselenggarakan di Jakarta, medio Agustus lalu.
Mengusung tema “Hybrid PR: AI Makes You Faster, Humans Build Trust”, salah satu ajang terbesar bagi para praktisi komunikasi ini diikuti oleh 174 partisipan. Mulai dari Public Relations, tim Corporate Communication, agensi PR, spokesperson, hingga praktisi komunikasi senior dan junior. Penyelenggaranya Majalah MIX MarComm, bagian dari SWA Media Group.
“Penghargaan ini tentunya menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi. Kami menyadari bahwa kepercayaan tidak dibangun melalui satu aktivitas, melainkan melalui hubungan yang dijaga secara konsisten dalam jangka panjang. Terima kasih kepada teman-teman jurnalis yang telah memberikan kepercayaan dan memilih Sharp Indonesia. Semoga hubungan baik yang telah terjalin dapat terus terjaga dan berkembang ke depannya,” tutur Pandu.

Sementara itu, Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager Sharp Indonesia, menyebut bahwa penghargaan tersebut tidak semata-mata menjadi pengakuan atas aktivitas komunikasi yang dilakukan, tetapi juga mencerminkan pentingnya membangun hubungan jangka panjang dengan media melalui komunikasi yang terbuka, relevan, dan konsisten.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi bagi kami untuk terus menjaga hubungan yang baik dengan rekan-rekan media. Bagi Sharp, komunikasi bukan hanya mengenai menyampaikan informasi mengenai produk atau perusahaan, tetapi juga bagaimana kami dapat menjadi sumber informasi yang kredibel dan relevan bagi media,” kata Andry.
Sebagai informasi, kedua penghargaan tersebut diberikan melalui kategori Journalists’ Choice, yang penilaiannya dilakukan berdasarkan pilihan jurnalis desk bisnis. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap praktisi dan tim komunikasi yang dinilai mampu membangun hubungan serta komunikasi yang baik dengan media.
Metodologi Indonesia PR of the Year 2026 menggunakan pendekatan yang berbeda sesuai dengan kategori penghargaan. Untuk kategori program, penilaian dilakukan melalui evaluasi terhadap output, outtakes, serta outcomes & impact, termasuk pemberitaan media, engagement digital, hingga wawancara dan diskusi langsung bersama Dewan Juri.





















