PropertyandTheCity.com, Jakarta– Para pengembang kini semakin kreatif dalam mengembangkan proyeknya. Selain lokasi kini mereka menawarkan konsep-konsep baru yang cukup menarik. Kota Harapan Indah (KHI/2.200 ha) di Jl Sultan Hamengkubuwono, Bekasi, Jawa Barat, misalnya, melansir hunian dengan konsep lakeside living.
Klaster rumahnya diberi nama Cresta. Musabab berada persis di seberang danau, rumah-rumah di klaster ini akan menerapkan konsep eco culture (budaya hijau), dimana developernya, Damai Putra Group (DPG) ingin menanamkan budaya atau kebiasaan hidup sehari-hari yang ramah lingkungan atau hijau kepada konsumen.

Dipasarkan tiga tipe rumah, antara lain lebar 5, 6 dan 7 meter dengan luas bangunan mulai 63 m2 yang ekslusif menghadirkan rumah dua lantai untuk dua hingga empat kamar tidur. Adapun fasilitas di dalam klaster developer menjanjikan akan ada jogging track, pavilion, children playground, dan lapangan basket.
Jaminan keamanan didukung oleh gerbang keluar masuk bersistem one-gate (satu pintu). Klaster juga akan dilengkapi club house premium di area kawasan Alindra, yang direncanakan memiliki fasilitas kolam renang dan padel, sehingga aktivitas rekreasi dan gaya hidup.
“Cresta bukan sekadar tempat tinggal, tetapi sebuah perjalanan kehidupan yang lebih bermakna. Semua kemudahan dalam hidup akan terasa nyata ketika tinggal di CRESTA. Penghuni tidak hanya mendapatkan rumah dengan konsep tepi danau, tetapi juga kemudahan akses terhadap fasilitas kota yang lengkap,” ujar Kelvin Lesmana, Chief Marketing Officer Damai Putra Group, dalam keterangan pers, dinukil Selasa (18/8).
Bila tertarik tinggal di rumah sembari menikmati view indah ke danau dan taman di sekitarnya, Cresta di KHI ini bisa jadi pertimbangan. Rumahnya dibanderol seharga mulai Rp900 jutaan, dengan angsuran Rp3 jutaan per bulan.
Rencana Stasiun MRT
KHI yang lokasinya berbatasan dengan Cakung, Jakarta Timur, mengembangkan produk multisegmen. Di dalam kota sudah ada Grand Lucky, Courts, Living World dan Uniqlo, fasilitas pendidikan mulai dari jenjang TK hingga universitas, serta fasilitas kesehatan dan tempat ibadah.
Ke depannya, kawasan ini menasbihkan diri sebagai hunian skala kota yang dikembangkan dengan konsep transit oriented development (TOD). Rencana itu akan terwujud dalam beberapa tahun mendatang setelah DPG mengumumkan pengembangan jalur MRT dari Medan Satria ke Jakarta melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Moda Raya Terpadu (MRT), di Transport Hub Sudirman, Dukuh Atas, Jakarta, November 2025 lalu.
MRT Medan Satria diharapkan akan membuka peluang besar untuk hadirnya fasilitas dan amenitas urban baru, mulai dari retail, ruang publik, pedestrian lane yang lebih nyaman. MRT Medan Satria adalah bagian dari MRT Lin Timur Barat yang membentang sepanjang 84,10 km dari Cikarang (Jawa Barat) hingga Balaraja (Banten) melintasi Jakarta, didukung 48 stasiun.
MRT Lin Timur Barat fase 1 tahap 1 membentang sepanjang 24,5 km dari Tomang (Jakarta Barat) hingga Medan Satria (Kota Bekasi). Antara Ujung Menteng (Jakarta) dan Medan Satria, di luar jalur utama, akan dibangun jalur tambahan ke arah utara sepanjang 5,9 km sebagai akses Depo di Rorotan, Jakarta Utara, sehingga total jalur yang dibangun menjadi 30,4 km.





















