Top 5 This Week

Related Posts

Termewah di Indonesia, Ini Potret “Rumah Sultan” BSD City yang Dilego Rp89 Miliar

PropertyandTheCity.com, Serpong– Selalu ada kejutan terjadi di tengah gejolak global dan isu keyakinan masyarakat terhadap kemampuan membeli barang tahan lama. Pada saat banyak pengembang properti yang menawarkan rumah menengah dan ke bawah, kawasan hunian NavaPark justru bertindak sebaliknya. 

Hunian eksklusif seluas 77 hektar (ha) yang dikembangkan Sinar Mas Land dan HongKong Land di BSD City, Serpong, Tangerang, Banten, itu pada Rabu (8/10/2025) meluncurkan rumah super high end seharga Rp89 miliar. Bangunannya tiga lantai plus rooftop seluas 744 m2 di atas kaveling 1.024 m2.

Wanto Ngali (Division Head Marketing & Business Development NavaPark), Jonilengliadi (Project Director NavaPark), dan Jonathan Widjanarko Rukma (Deputy Project Director NavaPark) secara simbolis membuka show unit Botanic Villa di NavaPark BSD City. [Foto: Andr Putri]

Rumah tersebut berada di klaster Botanic Villa yang dikembangkan di area seluas 1,7 ha. Ada tipe lain yang ditawarkan dengan ukuran bangunan sama, hanya luasan kavelingnya lebih kecil, 722 m2. Harganya Rp55 miliar. Dengan rentang harga segitu kian memplot NavaPark sebagai rumah tapak paling elite di BSD City bahkan se-Indonesia. 

Menurut Project Director NavaPark, Jonilengliadi, di pasar hunian premium dan super mewah, NavaPark masih menjadi pelopor khususnya di wilayah Serpong dan sekitarnya. “Bahkan NavaPark menjadi benchmark untuk produk hunian premium bagi kompetitor. Kami menawarkan sesuatu yang tidak bisa dibuat kembali dan nilainya akan bertambah,” ujarnya saat pemaparan Botanic Villa di Serpong, Rabu (8/10) siang.

Beberapa tahun sebelumnya “rumah sultan” di klaster Lyndon yang juga dikembangkan di dalam kawasan NavaPark, seluruhnya habis terjual. Padahal saat itu harga termurahnya Rp18 miliar. Bahkan tipe termahal yang dilego Rp32 miliar ludes terjual kendati diluncurkan pada saat pandemi Covid-19. Selain Lyndon, pemasaran klaster Botanic Villa menyusul dua klaster lainnya, Lancewood (223 unit) dan Lakewood (129 unit) yang sudah terjual habis dan terbangun.

Aktivitas calon konsumen mengunjungi Marketing Gallery NavaPark (77 ha), kawasan hunian premium di BSD City, Tangerang. [Foto: Andr Putri]

Jonilengliadi menyebut khusus untuk kalangan high end atau orang super kaya, membeli properti sudah tidak memperhitungkan lagi spesifikasi bangunan yang digunakan, fasilitas yang disediakan, dan hal teknis lainnya. Produk properti untuk segmen ini sudah pasti mengusung segala yang terbaik.

“Alasan utama membeli mutlak lokasinya harus terbaik, prime location. Lokasi-lokasi terbaik ini sangat jarang dan akan semakin terbatas, sehingga secara otomatis penawarannya juga jarang dan harganya pasti ekstra tinggi. (Rumah di klaster) Lyndon (harganya) Rp18-32 miliar, itu kurang dari dua bulan sold out. Jadi pasar super high end itu ada. Hanya mereka belum menemukan tempat yang tepat. Mereka sudah ada bajet, tapi rumah yang tepat bukan hanya tentang ukuran dan harga, tapi juga right home,” ungkapnya.

Sementara itu, Wanto Ngali, Division Head Marketing & Business Development NavaPark, menambahkan, NavaPark menjadi kawasan hunian paling terdepan di BSD City. Lokasinya sangat strategis di Jl Grand Boulevard BSD City, satu hamparan dengan CBD Barat BSD City, yang di dalamnya antara lain sudah beroperasi AEON Mall, The Breeze, Green Office Park, Indonesia Convention Exhibition (ICE), dan lain-lain. 

“Sisa lahan pengembangan kita sudah tidak banyak lagi. Botanic Villa adalah masterpiece-nya. Ini adalah simbol pencapaian karena value-nya lebih tinggi dari produk hunian sebelumnya, sebab itu kami tautkan nama Villa,” kata Wanto.

“Grand of The Grand”

Rumah-rumah di klaster Botanic Villa didesain konsultan international Park + Associates dari Singapura. Biro tersebut telah mengerjakan berbagai proyek mewah di Asia serta telah memenangkan penghargaan di ajang World Architecture Festival (WAF).

Ruang tamu yang juga bisa dimanfaatkan sebagai ruang keluarga ini terasa lapang dengan pencahayaan yang baik karena didesain berdampingan dengan inner courtyard. [Foto: Andr Putri]

Menurut Jonathan Widjanarko Rukma, Deputy Project Director NavaPark, yang menjadi ‘grand of the grand’ dari rancangan rumah mewah ini adalah memperhatikan detil, berkualitas tinggi, layout efisien, pencahayaan alami, dan sirkulasi udara.

“Kemewahan super itu bukan hanya diaplikasikan pada bangunan rumah dan fasilitas di dalam klaster, melainkan juga di fasilitas kawasan. Lokasinya menyatu dengan Botanical Park, taman seluas 10 hektar dengan panjang 1,2 km yang menjadi salah satu produsen oksigen di Kota BSD,” tuturnya.

Di dalam taman itu, tersedia pula area jogging track sepanjang 2,5 km, bird century island yang difungsikan untuk bird watching tower atau wahana untuk mengamati burung, area bermain anak dengan lahan berkontur dilengkapi rumah pohon, steping stone di aliran sungai kecil, danau penampungan air, dan forest walk berupa jalan di pepohonan yang rindang.

Semua rumah di klaster Botanic Villa bangunannya 3 lantai. Lantai basement difungsikan untuk ruang servis dan kamar pembantu. Lantai satu untuk ruang tamu atau keluarga dan ruang kamar tidur anak atau untuk tamu. Di lantai dua untuk area kumpul keluarga dan bar dapur bersih yang terkoneksi langsung dengan kolam renang pribadi serta area barbekiu. Area ini didesain menghadap ke taman Botanical Park sehingga suasana resort-nya makin kuat.

Lima ruang kamar tidur didesain super nyaman berkat high ceiling setinggi 3,2 meter. Tiap kamar tidur sudah dilengkapi toilet pribadi, bahkan khusus kamar tidur di lantai atas punya balkoni yang menghadap ke taman Botanical Park sehingga suasana resort-nya makin kuat. 

Masing-masing unit disediakan lift agar penghuni tak perlu repot pasang lift. Agar menghasilkan suasana yang mewah dan natural, pelapis lantai dan dinding, termasuk di kamar mandi menggunakan marmer. Kehadiran inner courtyard (ruang terbuka di dalam rumah) menciptakan area hijau, sirkulasi udara, dan pencahayaan alami. 

“Selain area living dining didesain lapang dan luas melalui double high ceiling setinggi 5 meter, sisi kemewahan lainnya adalah inner courtyard memberikan sesuatu yang berbeda dari produk sebelumnya. Begitu masuk pintu utama, penghuni akan melihat taman terbuka. Effortless comfort, sudah tidak perlu berusaha untuk mendapatkan kenyamanan,” tambah Jonathan.

Siapa Konsumennya?

Wanto menjelaskan, dalam konteks properti high end, kalangan ‘The Sultan’ ini sudah tidak mempertanyakan lagi aksesibilitas maupun kelengkapan fasilitas karena sudah pasti tersedia di lokasi dan area sekitarnya. Yang perlu dicatat, kendati kawasan tersebut prime location, kelas ini akan memilih hunian premium dengan pengembangan di kawasan yang masih terus terjadi, karena membuat nilai kawasan yang sudah tinggi akan makin tinggi seiring perkembangannya.

Living dining didesain menyatu dengan kolam renang, taman belakang dan area barbekiu dengan pemandangan taman Botanical Park seluas 10 hektar.

Selain warga barat Jakarta mapan yang membutuhkan tempat tinggalnya up grade, konsumen NavaPark berasal dari luar Jabodetabek. 

“Sekitar 80 persen konsumen adalah end user karena harganya sudah puluhan miliar, rumah itu pasti dipakai sendiri. Mereka beli untuk menunjukkan identitas. Tingkat hunian rumah 70-80 persen. Ada juga yang disewakan ke ekspatriat,” sebutnya.

Hingga saat ini sudah laku 6 unit dari 14 unit yang dipasarkan. Selain warga barat Jakarta mapan yang membutuhkan tempat tinggalnya up grade, konsumen berasal dari luar Jabodetabek. 

“Umumnya berprofesi business owner, salah satunya pemilik pabrik cetak spare part otomotif dari Surabaya,” pungkas Wanto.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles