Kepercayaan konsumen semakin menjadi salah satu ukuran penting dalam industri properti. Tidak hanya soal kualitas produk, reputasi pengembang dan merek kini juga ditentukan dari pengalaman serta penilaian masyarakat yang berhadapan langsung dengan produk di pasar.
Hal inilah yang menjadi bagian dari penyelenggaraan The People’s Choice 2026 by Golden Property Awards (GPA), hasil kolaborasi Indonesia Property Watch (IPW) dan Rumah123. Memasuki tahun ketiga, ajang ini memberikan penghargaan kepada proyek, pengembang, serta berbagai merek yang dinilai berhasil mendapatkan kepercayaan konsumen.
Mengusung tema “Blueprint of Trust: Excellent, Impact & Collaboration,” The People’s Choice 2026 mengangkat kualitas, dampak, dan kolaborasi sebagai tiga hal yang turut membentuk kepercayaan konsumen terhadap industri properti.
Puncak penghargaan The People’s Choice 2026 berlangsung di Raffles Hotel Jakarta, Senin (10/8/2026), dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan industri properti nasional. Turut hadir Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, drh. Pujo Setio, M.Si., Sekretaris Jenderal DPP REI Raymond Ardan Arfandy, Ketua Umum DPP AREBI Clement Francis, Ketua Umum DPP HIMPERRA Ari Tri Priyono, serta para pimpinan perusahaan properti nasional.


Tahun ini, sebanyak 111.000 konsumen ikut berkontribusi memberikan 427.000 suara untuk menentukan proyek properti hingga bahan bangunan. Angka partisipasi ini menandai pergeseran yang jarang terlihat di industri properti nasional. Penilaian atas kualitas dan kepercayaan tidak lagi datang dari sesama pelaku industri, melainkan dari orang-orang yang benar-benar mencari, membandingkan, dan membeli rumah. Rata-rata setiap konsumen memberikan penilaian pada tiga hingga empat kategori berbeda indikasi bahwa mereka menilai secara sadar, bukan sekadar memilih nama yang paling dikenal.
Chief Executive Officer Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, melihat tingginya partisipasi tersebut sejalan dengan perubahan perilaku konsumen properti yang semakin kritis dan memiliki lebih banyak pertimbangan sebelum menentukan pilihan.
“Konsumen hari ini tidak lagi terbujuk popularitas atau promosi masif. Mereka memperhitungkan rekam jejak, kualitas eksekusi, sampai nilai investasi jangka panjang. Hasil The People’s Choice 2026 memetakan dengan jelas project dan brand mana yang benar-benar mampu memenuhi ekspektasi pasar yang kian matang ini,” jelas Ali di Jakarta, awal bulan lalu.
Meski menggunakan suara konsumen sebagai salah satu dasar penilaian, proses pemilihan pemenang tidak dilakukan dengan membuka voting secara bebas kepada seluruh peserta.
Setiap proyek maupun merek yang mendaftar terlebih dahulu melewati proses seleksi dan kurasi. Penyelenggara memastikan peserta yang masuk dalam daftar nominasi telah memenuhi kriteria yang ditetapkan.
“Pendaftaran ini tidak langsung membuat mereka menjadi nominasi, karena kami akan seleksi dulu dengan kriteria kami, yang mana yang layak menjadi nominasi,” jelas Ali.
Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari agen properti, arsitek hingga masyarakat umum. Forum ini digunakan untuk menggali persepsi dan pengalaman dari sudut pandang yang berbeda, termasuk mengenai kualitas, reputasi, serta pengalaman konsumen.
Hasil FGD kemudian dikombinasikan dengan polling yang menjangkau sekitar satu juta konsumen. Melalui mekanisme semi-tertutup, masyarakat diminta menilai merek maupun proyek yang paling mereka kenal atau top of mind, sekaligus yang paling dipercaya.
“Jadi memang mekanisme ini tidak hanya semata-mata polling. Polling ini juga kami combine dengan FGD yang betul-betul dari para tokoh, artinya arsitek, masyarakat umum, dan agen properti untuk membuat satu penilaian yang betul-betul komprehensif di dalam The People’s Choice 2026 ini,” papar Ali.
Kredibilitas Jadi Bagian dari Penilaian
Keterlibatan masyarakat tidak berarti popularitas menjadi satu-satunya ukuran. Penyelenggara tetap menempatkan kualitas dan rekam jejak sebagai bagian penting dalam proses seleksi.
Ali mengatakan, penyelenggara turut menelusuri rekam jejak proyek maupun produk yang masuk dalam nominasi. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan penghargaan diberikan kepada peserta yang memiliki reputasi baik dan tidak memiliki persoalan serius yang berpotensi merugikan konsumen.
Dengan mekanisme tersebut, The People’s Choice 2026 berupaya menggabungkan penilaian profesional dengan suara konsumen. Hasil akhirnya diharapkan tidak hanya mencerminkan seberapa dikenal sebuah merek, tetapi juga seberapa kuat kepercayaan masyarakat terhadap produk atau proyek tersebut.
Konsumen Semakin Menentukan Reputasi Brand
CEO 99 Group dan Rumah123, Darius Cheung, dalam kesempatan yang sama mengatakan perubahan perilaku konsumen membuat posisi masyarakat semakin penting dalam menentukan reputasi sebuah merek.
Menurutnya, The People’s Choice 2026 tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga menggambarkan perubahan standar pasar properti yang semakin kompetitif dan menempatkan nilai nyata bagi konsumen sebagai pertimbangan utama.
“Kami di 99 Group dan Rumah123 mengapresiasi para pemenang yang konsisten membuktikan kualitasnya. Pencapaian ini kami harapkan memicu iklim industri yang semakin kompetitif, adaptif, dan berfokus pada nilai nyata bagi masyarakat,” ujar Darius.
Sementara itu, Senior Commercial Advisor Rumah123, Maria Herawati Manik, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat tidak terlepas dari basis pengguna Rumah123 yang setiap bulan mencari informasi mengenai properti, menghitung kemampuan KPR hingga mengajukan pembiayaan.
“Setiap bulan ada jutaan orang yang membuka Rumah123 untuk mencari rumah, menghitung kemampuan KPR hingga mengajukan KPR,” ungkapnya.
Menurut Maria, jumlah suara yang mencapai 427.000 menjadi gambaran bahwa konsumen semakin aktif memberikan penilaian terhadap merek yang mereka temui dalam perjalanan mencari hingga memiliki hunian.
“Seluruh data voting yang masuk telah melalui tahapan audit dan verifikasi berlapis, memastikan bahwa setiap penghargaan yang diberikan murni merepresentasikan preferensi objektif dari konsumen nyata di lapangan,” tuturnya. l
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin
- admin





















