PropertyandTheCity.com, Jakarta– Universitas Ciputra (UC) Jakarta resmi dimulai dengan pengukuhan Campus Director UC Jakarta, Christina Eviutami Mediastika dan Winarto Poernomo sebagai Vice Campus Director for Operational Affairs, yang dilantik oleh Yayasan Ciputra Pendidikan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di Kampus UC Jakarta, Ciputra International, Jakarta.
Pelantikan ini menandai babak baru dalam perjalanan universitas yang terlahir dari cita-cita besar Begawan Properti Indonesia, mendiang Ciputra, dalam mencetak jutaan pebisnis muda yang berkualitas dan berdaya saing di Indonesia.
UC hadir sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan pendidikan berbasis entrepreneurship, dimana pengembangan program studi akan fokus pada persoalan, eksplorasi ide dan merancang solusi. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 74/D/O/2006 yang terbit pada 31 Mei 2006, UC menjadi perguruan tinggi yang akan berperan penting dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global.
Pelantikan Christina Eviutami Mediastika sebagai Campus Director UC Jakarta dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Koordinator Staff Khusus Gubernur DKI Jakarta, Firdaus Ali, serta pejabat dan mitra perguruan tinggi lainnya yang menunjukkan dukungan terhadap peresmian universitas baru ini.
Sebagai tuan rumah, Christina mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada semua pihak yang telah mendukung proses pendirian UC Jakarta. Ia menekankan bahwa UC Jakarta tidak hanya akan menjadi kampus fisik, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun peradaban melalui ilmu kewirausahaan yang berlandaskan pada kepentingan publik.
“Saya sadar betul bahwa jabatan ini adalah tugas yang berat. Sebab akan selalu ada pertanyaan kalau sudah lulus mau menjadi apa? Sehingga ketika saya dipasrahi memimpin universitas dengan semangat kewirausahaan yang luar biasa ini, tentu tantangan terbesar adalah bagaimana saya memastikan mutu pendidikan yang diselenggarakan tetap tinggi dan dapat membantu mahasiswa memiliki keterampilan bisnis mumpuni,” jelas Christina.
Selain itu, Christina juga menyoroti pentingnya penguatan kolaborasi antar perguruan tinggi guna membuka akses pada ekosistem industri dan memperluas jejaring riset terapan. Kerjasama dengan universitas lain dinilai perlu karena memperoleh ruang untuk mengembangkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Saat ini trennya multidisiplin dan multikampus, menggabungkan berbagai disiplin ilmu dengan pemanfaatan beberapa lokasi kampus fisik yang berbeda. Tren ini didorong oleh kebutuhan industri masa kini yang menuntut solusi kolaboratif terhadap masalah global yang semakin kompleks. UC Jakarta sangat terbuka merangkul universitas lain karena mereka bukan kompetitor tetapi kolaborator,” tuturnya.
Ia menyebut konsep entrepreneurship di UC tidak hanya diarahkan untuk membangun bisnis, tetapi juga membentuk pola pikir dalam melihat peluang, mengambil inisiatif, menciptakan solusi, dan menghasilkan nilai.
“Ada yang namanya pengembangan jalur sukses. Jadi ini adalah salah satu program yang ‘disuntikkan’ ke dalam saatu mata kuliah di mulai sejak semester satu program studi. Civitas akademik akan melihat bakat-bakat kewirausahaan mahasiswa/mahasiswi dari awal. Dia boleh mengembangkan bisnis apapun sesuai passion, dan itu dapat nilai. Dia bisa mengerjakan tugas sedikit berbeda, sampai di semester delapan bakatnya makin kuat. Di UC, kami perhatikan bakat-bakat itu sejak awal,” papar Christina.
12 Talenta Muda Terima Beasiswa

Sebanyak 12 talenta muda dari industri hiburan memilih melanjutkan pendidikan tinggi di UC Jakarta. Sejumlah di antaranya memperoleh Multiple Intelligence Scholarship, beasiswa atas potensi dan prestasi mahasiswa di luar capaian akademik.
Salah satunya William Glenn Roberts, artis muda yang memperoleh beasiswa di UC Jakarta untuk tahun akademik 2026/2027. Ia mengatakan tertarik masuk ke UC Jakarta untuk belajar lebih dalam ilmu dan praktik kewirausahaan.
“Meskipun saya sekarang sudah bisa menghasilkan uang dari main film dan modeling, tapi harus tetap kuliah untuk kejar pendidikan. Saya merasa kurikulum belajar di UC Jakarta cocok dengan keseharian yang saya lakukan sebagai pemain film. UC Jakarta bantu saya untuk mengembangkan wirausaha. Selama syuting saya masih bisa melanjutkan studi,” ujar William.
UC Jakarta memandang pengalaman tersebut sebagai modal untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa menjadi lebih luas. Melalui pendekatan Multiple Intelligence, potensi seni, olahraga, kreativitas, kepemimpinan, dan bidang lainnya ditempatkan sebagai bagian dari kecerdasan yang dapat dikembangkan.
Dengan mulai beroperasi pada September 2026, UC Jakarta menegaskan diri sebagai kampus pencetak entrepreneurship dengan mempersiapkan generasi muda agar tidak hanya mampu mengikuti perubahan industri, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menciptakan peluang.





















