Top 5 This Week

Related Posts

Asa Stimulus Ekonomi Sasar Pasar Properti

Bank Indonesia melaporkan, Selasa (16/9/2025), posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2025 berkurang sekitar USD1,6 miliar atau Rp26 triliun. Posisi ULN Indonesia pada Juli 2025 tercatat sebesar USD432,5 miliar (sekitar Rp7.049 triliun dengan kurs Rpo16.300), dibanding Juni 2025 sebesar USD434,1 miliar (sekitar Rp7.075 triliun). Secara tahunan ULN Indonesia tumbuh 4,1 persen (yoy), melambat dibanding 6,3 persen (yoy) pada Juni 2025.

Perkembangan tersebut terutama bersumber dari perlambatan pertumbuhan utang luar negeri sektor publik (pemerintah), dan juga dipengaruhi oleh faktor penguatan mata uang dolar AS (USD) terhadap mayoritas mata uang global termasuk rupiah.

Utang luar negeri pemerintah pada Juli 2025 tercatat USD211,7 miliar, atau tumbuh 9 persen (yoy), lebih rendah dibanding 10 persen (yoy) pada Juni 2025. Dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan posisi pinjaman luar negeri dan surat utang pemerintah.

Berdasarkan sektor ekonomi, utang luar negeri pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,1 persen dari total ULN pemerintah), jasa pendidikan (17 persen), administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,9 persen), konstruksi (12,1 persen), serta transportasi dan pergudangan (8,9 persen).

“Posisi ULN pemerintah tetap terjaga, karena didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN pemerintah,” tulis laporan BI.

Sementara utang luar negeri swasta melanjutkan kontraksi pertumbuhan. Nominalnya per Juli 2025 stabil dibandingkan Juni di kisaran USD195,6 miliar, atau mengalami kontraksi (minus) pertumbuhan 0,3 persen (yoy), relatif sama dengan kontraksi pada bulan sebelumnya. Perkembangan tersebut bersumber dari peningkatan kontraksi pertumbuhan pada utang luar negeri bukan lembaga keuangan (non financial corporations) menjadi 1,2 persen (yoy), di tengah pertumbuhan ULN lembaga keuangan (financial corporations) yang lebih tinggi sebesar 3,6 persen (yoy) pada Juli 2025.

Utang luar negeri swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan & penggalian, dengan pangsa mencapai 80,4 persen terhadap total utang luar negeri swasta.

Struktur utang luar negeri Indonesia disebut BI tetap sehat, dengan rasio terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) turun menjadi 30 persen pada Juli 2025 dari 30,5 persen pada Juni 2025, serta didominasi utang luar negeri jangka panjang dengan pangsa 85,5 persen dari total utang luar negeri. Sementara itu, negara terbesar pemberi utang Indonesia masih sama dengan sebelumnya, yaitu, Singapura USD56,5 miliar, Amerika Serikat USD26,7 miliar, China USD24,5 miliar, Jepang USD20,7 miliar, dan Hong Kong USD18,7 miliar.

Stimulus BPJS Tenaga Kerja untuk Serapan Seribu Rumah

Persoalan utama perekonomian saat ini adalah lemahnya permintaan. Maka, yang perlu dilakukan pemerintah adalah memperkuat permintaan melalui berbagai stimulus yang meningkatkan konsumsi masyarakat, serta memperbaiki iklim usaha dan investasi.

Sebab itu, untuk mendorong peningkatan daya beli dan pertumbuhan ekonomi, pemerintah terus menggelontorkan paket stimulus ekonomi hingga akhir 2025 Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, total paketnya mencapai 8 ditambah 4 (8+4). Airlangga mengungkapkan hal itu usai rapat terbatas dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di kantornya, Jakarta, Jumat (12/9/2025).

    “Semua program dalam paket stimulus ini disiapkan hingga akhir tahun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk, menjaga aktivitas ekonomi terutama produktivitas masyarakat,” kata Menko Perekonomian seperti dikutip keterangan tertulis Kementerian Keuangan, Rabu (17/9/2025).

    Ia menjelaskan sejumlah paket stimulus itu. Antara lain magang berbayar kepada para mahasiswa atau lulusan sarjana baru (fresh graduate). Mereka akan diberikan akses supaya bisa segera masuk ke dunia kerja dan menerima pendapatan. “Besaran pendapatannya nanti kita bahas terlebih dulu,” ujar Airlangga.

    Stimulus lain dalam bentuk perluasan pemberian insentif pajak penghasilan Pasal 21 yang ditanggung pemerintah (PPh DTP), dari semula hanya untuk sektor padat karya seperti tekstil, alas kaki, dan furnitur, diperluas ke sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka).

    Ada juga stimulus dalam bentuk bantuan pangan yang dilanjutkan hingga 3 bulan ke depan. Program bantuan pangan ini sudah berjalan sejak paruh pertama tahun ini dalam bentuk bantuan beras 10 kg sebanyak dua kali pada Juni-Juli 2025.

    Kemudian stimulus dalam bentuk pemberian jaminan kecelakaan kerja, jaminan kehilangan pekerjaan, dan jaminan kematian yang juga akan diberikan kepada para pekerja lepas atau freelance, hingga gig workers seperti ojol. “Pemerintah akan memberikan bantuan 50 persen pembayaran (iuran)-nya. Teknisnya sedang disiapkan,” ucap Airlangga.

    Di sektor properti, stimulus berupa pemberian fasilitas BPJS Ketenagakerjaan (TK) untuk pembiayaan perumahan, renovasi dan kepemilikan rumah. Selain itu ada juga stimulus ekonomi dalam bentuk program padat karya tunai atau cash for work, bagi para pekerja di sektor padat karya seperti di sektor perhubungan dan perumahan.

    Baca Juga, Harga Rumah Bogor Terkoreksi Pencari Rumah Pertama Bisa Diuntungkan

    Manfaat tambahan program perumahan BPJS TK itu salah satu tujuannya adalah menurunkan bunga kredit perumahan untuk pekerja, dari BI Rate + 5 persen menjadi BI rate + 3 persen. Fasilitas dapat digunakan pekerja peserta BPJS TK untuk cicilan atau DP rumah.

    Penurunan bunga juga diikuti dengan relaksasi riwayat kredit calon debitur di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bunga juga diturunkan bagi pengembang perumahan, dari BI rate + 6 persen menjadi BI rate + 4 persen, sehingga diharapkan memperluas kesempatan pekerja memiliki rumah dengan skema pembiayaan yang lebih terjangkau.

    “Program ini targetnya Rp150 miliar ditanggung BPJS untuk seribu rumah, dengan tahun depan ditingkatkan jumlahnya karena ini mendukung program 3 juta rumah,” jelas Menko Airlangga.

    Perumahan Rakyat

    Pemerintah terus menjalin kolaborasi dengan pelaku usaha untuk membuat perekonomian nasional tetap tumbuh dan berdaya saing, sekaligus mampu mendorong penciptaan lapangan kerja, melalui berbagai program dan kebijakan.

    “Kami terbuka terhadap berbagai usulan kebijakan yang bisa membuka lapangan kerja, dan membuat masyarakat punya kesempatan (lebih luas mendapatkan pekerjaan),” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam acara Luncheon Meeting bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) di Jakarta, Kamis (4/9/2025), sebagaimana dikutip keterangan resmi Kemenko Perekonomian.

    Pertemuan tersebut menjadi forum penting untuk membahas kondisi terkini perekonomian Indonesia, sekaligus merumuskan arah kebijakan dan peluang kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha ke depan. Menko Airlangga menyampaikan apresiasi kepada dunia usaha yang tetap optimis di tengah dinamika politik dan ekonomi saat ini, dan menegaskan pentingnya kolaborasi untuk mendorong perekonomian tetap tumbuh.

    Airlangga pun menyampaikan berbagai program konkret untuk memperkuat sektor riil. Mulai dari revitalisasi industri padat karya, stimulus bagi sektor pariwisata, dukungan terhadap perumahan rakyat melalui skema FLPP dan KUR Perumahan, program Makan Bergizi Gratis, Bantuan Subsidi Upah, perluasan akses pembiayaan bagi UMKM dan petani, hingga kebijakan terkait ketenagakerjaan.

    Terkait lapangan kerja, Menko Perekonomian mengusulkan para pengusaha Kadin membuka kesempatan magang selama 6 bulan bagi para sarjana baru dengan diberi honorarium. Program itu diharapkan memberikan kesempatan nyata bagi para lulusan untuk mendapatkan pengalaman kerja dan keterampilan, sekaligus membantu perusahaan dalam menemukan talenta baru yang potensial.

    Pemerintah juga mendorong pengembangan sektor pariwisata, sejalan dengan kebijakan pembukaan sejumlah bandara internasional baru. Dunia usaha diharapkan dapat memanfaatkan peluang itu, untuk memperkuat kawasan wisata unggulan yang menjadi andalan pertumbuhan ekonomi daerah.

    Transformasi digital juga dipacu melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), yang diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. “Digitalisasi termasuk AI akan mempekerjakan tenaga kerja yang banyak. Sekarang akselerasinya (AI) makin tinggi. Tadi disampaikan (Ketua Umum Kadin) untuk data labeling saja butuh 10 ribu tenaga kerja,” terang Menko Airlangga.

    Pemerintah juga mendorong percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk rencana pembangunan Giant Sea Wall sebagai program unggulan untuk melindungi masyarakat pesisir Jawa dari dampak perubahan iklim. Proyek itu akan dilaksanakan secara bertahap, dan penawaran kerja sama telah dibuka dengan sejumlah negara mitra seperti Tiongkok, Korea, Jepang, hingga negara-negara Eropa.

    Menko Airlangga mengungkapkan, IEU-CEPA (perjanjian dagang Indonesia-Uni Eropa) akan diteken 23 September 2025. Pemerintah juga akan melanjutkan perundingan perdagangan dengan Amerika Serikat. Sementara di WTO (Organisasi Perdagangan Dunia), Indonesia mencatat kemenangan dalam sengketa biodiesel dan nikel, yang akan makin menggairahkan industri di dua bidang tersebut.

    “Semua program dan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas penciptaan lapangan kerja, dan memperkuat daya saing Indonesia itu, hanya akan terwujud melalui kerja sama erat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Pemerintah akan memberikan kepastian hukum, insentif fiskal, serta menjaga stabilitas makro agar iklim usaha makin kondusif,” pungkas Airlangga.

    Tetap Tangguh di Tengah Tantangan

    Perusahaan riset properti Colliers Indonesia mencatat pada kuartal kedua tahun 2025, pasar properti Indonesia menunjukkan kinerja yang beragam di tiap sektornya. Sektor ritel tetap menunjukkan prospek positif, di mana mal-mal kelas atas lebih memilih meningkatkan pengalaman pengunjung dan mengoptimalisasikan komposisi penyewa, dibandingkan membangun proyek baru. Sementara itu, pasar hotel di Bali mencatat kinerja yang kuat, yang didorong oleh meningkatnya wisata domestik, kembalinya aktivitas pemerintah, serta bertambahnya jumlah penerbangan internasional.

    Sektor perkantoran mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Permintaan tumbuh secara moderat, dengan pemilik gedung menawarkan berbagai insentif untuk menarik penyewa baru. Di saat yang sama, pasar apartemen terlihat stabil, dengan harga dan tingkat serapan yang cenderung tidak berubah, karena pembeli lebih memilih unit yang siap huni.

    Di sisi lain, sektor hotel di Jakarta masih berada dalam proses pemulihan. Meskipun peningkatan aktivitas bisnis dan penyelenggaraan acara telah mendorong kinerja, berkurangnya permintaan dari sektor pemerintahan tetap menjadi tantangan utama. Sementara itu, pasar hunian ekspatriat tetap mengalami permintaan tinggi, namun pasokan terbatas—terutama untuk rumah tapak di kawasan favorit—sangat terbatas. Akibatnya banyak ekspatriat terpaksa mempertimbangkan lokasi alternatif di sekitar wilayah utama. Secara keseluruhan, meskipun beberapa sektor mulai menunjukkan tren yang positif, sebagian lainnya masih membutuhkan penyesuaian strategi untuk menghadapi tantangan yang belum sepenuhnya terselesaikan.

    “Prospek pasar secara umum tetap berhati-hati, sejalan dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi secara moderat. Meski begitu, tanda-tanda pemulihan mulai terlihat melalui meningkatnya permintaan, di beberapa segmen. Situasi masih menguntungkan bagi penyewa, karena posisi tawar tetap kuat di tangan mereka. Sebagai respon, para pemilik properti kini lebih fokus menyusun strategi untuk meningkatkan tingkat hunian, seperti melalui penawaran harga yang kompetitif dan pemberian insentif guna menarik penyewa baru,” ujar Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto.

    Jumlah gedung baru yang selesai dibangun masih terbatas, yang secara tidak langsung membantu mengurangi persaingan di antara pemilik properti. Meskipun pemulihan berlangsung secara bertahap, penyerapan ruang kantor diperkirakan akan terus meningkat. Di sisi lain, para penyewa masih memiliki peluang untuk pindah ke gedung yang menawarkan fasilitas lebih baik.

    Meskipun insentif PPN 100% masih berlaku, pasar apartemen tetap relatif stabil sepanjang kuartal ini. Perubahan yang lebih mencolok justru terjadi dari sisi pasokan. Sementara itu, permintaan masih didominasi oleh preferensi terhadap unit siap huni, mencerminkan sikap hati-hati konsumen yang cenderung menghindari risiko tinggi.

    Bagi para pengembang, penting untuk memprioritaskan penyelesaian proyek secara tepat waktu, terutama untuk proyek yang dijadwalkan selesai antara tahun 2025 hingga 2027. Manajemen jadwal serah terima yang baik akan membantu mencegah penumpukan pengiriman unit dan mengurangi potensi kejenuhan pasar.

    “Dari sisi pembeli, baik untuk investasi maupun penggunaan pribadi, disarankan untuk terus memantau pergerakan pasar guna menangkap peluang, khususnya dalam memperoleh unit yang ditawarkan dengan harga peluncuran yang lebih menarik,” imbuhnya.

    Kawasan seperti Kemang, Cipete, Cilandak, dan Pondok Indah tetap menjadi pilihan utama bagi para ekspatriat di Jakarta. Kawasan-kawasan ini menawarkan rumah tapak dan apartemen yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Namun, karena tingginya permintaan dan terbatasnya ketersediaan, banyak properti popular telah dipesan jauh hari, bahkan sebelum unit siap huni.

    Pasokan rumah baru juga sangat terbatas terutama rumah tapak, akibat keterbatasan lahan. Oleh karena itu, rumah dengan kualitas tinggi di lokasi strategis seringkali memiliki daftar tunggu. Meskipun minat terhadap apartemen terus meningkat, rumah tapak tetap menjadi pilihan utama di kalangan ekspatriat. Keterbatasan pilihan di lokasi favorit membuat banyak dari mereka mulai mempertimbangkan alternatif di wilayah sekitar.

    Sebagian besar pengembang lebih memilih mengoptimalkan aset yang sudah ada, daripada membangun proyek baru. Upaya ini mencakup pembaruan tampilan fisik bangunan hingga pengaturan ulang komposisi penyewa. Untuk menarik lebih banyak pengunjung, mal-mal mengkurasi kombinasi penyewa yang mampu menarik massa sekaligus menyajikan merek premium. Bagi mal kelas atas, investasi berkelanjutan dalam fasilitas fisik dan layanan tetap menjadi keharusan, mengingat tingginya ekspektasi pengunjung.

    Perubahan preferensi konsumen juga menjadi perhatian utama dalam strategi ritel. Kampanye promosi dari oleh peritel masih efektif dalam menjaga perhatian publik, sementara penyelenggaraan acara menarik oleh pemilik mal menjadi cara lain untuk menjaga arus pengunjung. Baik pengembang maupun peritel diperkirakan akan terus bersikap fleksibel dan adaptif terhadap perubahan tren ritel, demi menjaga relevansi di tengah kondisi pasar yang terus berkembang.

    Kinerja hotel menunjukan peningkatan dari kuartal I ke kuartal II, terutama karena meningkatnya aktivitas bisnis. Namun demikian, peningkatan ini belum sepenuhnya mencerminkan pemulihan menyeluruh, sebab penurunan permintaan dari kegiatan pemerintah masih memberikan tekanan besar pada sektor perhotelan, dan belum sepenuhnya bisa diimbangi oleh segmen korporasi swasta.

    “Kabar baiknya, kembalinya acara luring di berbagai wilayah—seperti konser, kegiatan olahraga, dan acara komunitas telah memberikan dorongan yang berarti, terutama bagi hotel yang berada di dekat lokasi tersebut. Permintaan berbasis acara ini, meskipun belum merata, menunjukka potensi segmen alternatif di luar pelanggan konvensional seperti korporasi dan pemerintah,” terang Ferry.

    Dengan mempertimbangkan ketidakpastian yang masih berlangsung serta terbatasnya sumber permintaan tradisional, para pelaku industri perhotelan perlu mencari pendekatan yang lebih inovatif. Meningkatnya jumlah acara independen dan non-korporat dapat dimanfaatkan untuk memperluas aliran pendapatan. Hotel didorong untuk membentuk kemitraan kreatif, mengadakan promosi bertema, dan merancang penawaran khusus yang menyasar kelompok demografis baru, terutama wisatawan muda yang sangat berpengaruh di ranah digital dan media sosial.

    Sejak libur Idul Fitri pada awal April 2025 lalu, sektor perhotelan di Bali mengalami peningkatan kinerja yang signifikan. Kegiatan pemerintah, khususnya di tingkat lokal, telah kembali berjalan aktif dan turut mendorong peningkatan mobilitas. Selain itu, sejumlah akhir pekan panjang pada kuartal II mendorong lonjakan wisata domestik, sementara peningkatan rute penerbangan langsung dari negara utama seperti Tiongkok dan Australia semakin memperkuat kinerja sektor ini.

    Secara konsep, keberlanjutan dan praktik ramah lingkungan mulai mendapatkan perhatian lebih dan perkirakan akan mengalami peningkatan permintaan. Tidak kalah penting adalah hadirnya layanan yang dipersonalisasi-menghadirkan sentuhan manusiawi yang meningkatkan kedekatan dengan tamu. Kombinasi antara teknologi dan layanan personal akan menciptakan pengalaman menginap yang lebih berkesan. Dari sisi strategi, diversifikasi pasar sasaran disarankan juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko dari ketidakpastian pasar yang tinggi.

    Upaya Developer Beri Kemudahan

    Tiga bulan jelang tutup tahun sejumlah perusahaan pengembang menghadirkan promo akhir tahun dengan berbagai kemudahan pembelian.

    Sebagai rangkaian hari jadi PT Summarecon Agung Tbk. yang ke-50 tahun sekaligus memaksimalkan program insentif Pemerintah PPN DTP, Summarecon Group menyelenggarakan pameran properti tunggal bertajuk Summarecon Expo: 50 Years Golden Journey.

    Selama periode pembelian properti dari November 2024 hingga 16 November 2025, konsumen berkesempatan meraih hadiah langsung berupa kulkas, sepeda listrik, logam mulia, AC, hingga dinner set. Selain itu, tersedia undian Grand Prize dengan hadiah spektakuler berupa 1 unit BYD Seal, 2 unit BYD M6, 15 unit Yamaha NMAX, 7 logam mulia seberat 50 gram, dan 25 unit iPhone. Pengundian puncak akan digelar pada 16 November 2025 di Summarecon Mall Bekasi.

    Direktur PT Summarecon Agung Tbk. Sharif Benjamin mengatakan, pihaknya menargetkan penjualan mencapai Rp1,5 triliun, naik dari pencapaian expo tahun lalu sebesar Rp1,2 triliun. “Dengan rangkaia acara, promo, dan hadiah spektakuler, Summarecon Golden Expo 2025 bukan hanya perayaan 50 tahun perjalanan, melainkan juga wujud apresiasi kepada masyarakat yang telah mempercayai Summarecon sebagai pengembang properti terkemuka di Indonesia,” kata Sharif saat jumpa media usai pembukaan pameran, Jumat (12/9) sore.

    Summarecon Expo 2025 digelar di empat kota besar. Perdana, expo dihelat di Summarecon Mall Serpong pada 12–21 September. Pada 3-12 Oktober berlanjut ke Summarecon Mall Bandung, Summarecon Mall Kelapa Gading pada 17–26 Oktober, dan ditutup di Summarecon Mall Bekasi pada 7–16 November 2025.

    Ajang ini menghadirkan beragam produk properti berkualitas, baik hunian maupun komersial, dengan promo menarik seperti diskon hingga 30 persen untuk rumah dan ruko di Summarecon Serpong. Selain itu, konsumen juga dapat menikmati ekstra diskon 5 persen khusus selama periode pameran berlangsung.

    Rumah siap huni di Srimaya Residence, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, dibanderol Rp534 juta atau turun dari harga reguler Rp629 juta. Rumah satu lantai tersebut luas bangunan 32 meter di atas kaveling 50 meter (5 x 10 m). “Kami berikan banyak promo mulai dari uang muka nol persen, cicilan Rp3 jutaan per bulan flat sampai lunas, dan bebas PPN. Stoknya tidak banyak, hanya lima unit,” ujar Arie, salah satu staf pemasaran Summarecon kepada Property and The City di sela-sela pameran, Jumat (12/9).

    Tak hanya landed house, sejumlah proyek apartemen juga ditawarkan dengan promo ‘cuci gudang’. Unit apartemen The SpringLake View, Summarecon Bekasi, mendapatkan potongan harga hampir Rp100 juta. Dari harga Rp461 jutaan, unit tersebut dibanderol menjadi Rp368 jutaan. Developer hanya menyediakan 25 unit yang seluruhnya bisa dibeli tanpa uang muka atau DP 0 persen.

    “Angsurannya sekitar Rp2,8 juta sampai Rp3 juta per bulan. Kami berikan free biaya-biaya dan ada hadiah langsung kulkas, AC, sampai sepeda. Apartemennya sudah jadi dan berlokasi di pusat kota Bekasi, selangkah ke mal Summarecon Bekasi,” terang Arie.

    Khusus rumah dengan kisaran harga Rp1,5 miliar hingga Rp9,7 miliar ditawarkan potongan harga hingga 30 persen. Promo spesial ini hanya berlaku pada 18 September 2025, pukul 15.00 WIB, dengan syarat dan ketentuan tertentu.

    Sementara itu, perusahaan developer Daun Karya mendorong generasi muda untuk memiliki rumah dengan menawarkan program co-owner, dimana angsuran rumah dapat dibayar secara fleksibel hingga 3,5 tahun.

    “Dengan program ini, satu rumah bisa dibeli hingga empat orang. Target kami adalah keluarga, misalnya dua sampai empat saudara kandung yang ingin bersama-sama menghadiahkan rumah untuk orang tua, atau sahabat yang ingin berinvestasi properti tanpa harus terikat KPR. Skema ini membuat kepemilikan rumah menjadi lebih mudah dijangkau dan inklusif bagi anak muda,” ujar Founder Daun Karya Kharolina Lesli dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/9/2025).

    Di sisi lain, Sinar Mas Land menawarkan Program Move in Quickly yang dibagi dalam 3 periode sepanjang tahun 2025. Periode I adalah yang paling banyak promosinya, dimulai 22 Januari – 30 April 2025. Dilanjutkan dengan periode II pada 1 Mei – 31 Agustus 2025, dan periode terakhir pada 1 September – 31 Desember 2025. Di periode pertama, Program ini memberikan stimulus tambahan bagi masyarakat mulai dari keringanan harga hingga 25% dan atau subsidi DP hingga 15%. Ada pula pilihan promo lainnya yang ditawarkan program MIQ seperti Free BPHTB, bebas biaya KPA hingga 2,5%, bebas IPL hingga 1 tahun, voucher furniture hingga 10%, voucher electronic hingga 4% dan hadiah konsumen hingga 3,5%, sesuai dengan produk pilihan konsumen.

    Selain kemudahan pembayaran, pada periode launching, 22-31 Januari 2025, konsumen juga berkesempatan mendapatkan double lucky draw berupa tambahan diskon sampai dengan 3,5%, dan khusus nasabah prioritas bank rekanan Sinar Mas Land akan mendapatkan tambahan hadiah langsung berupa voucher belanja sampai dengan Rp2 juta.

    Proyek-proyek milik Sinar Mas Land yang berpartisipasi dalam program Move in Quickly tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Di Tangerang Raya terdapat BSD City dan Taman Banjar Wijaya. Di Jakarta Selatan terdapat The Elements dan Southgate, serta Apartemen Aerium di Jakarta Barat. Selain itu, ada Kota Wisata dan Legenda Wisata di Cibubur, Wisata Bukit Mas dan Klaska Residence di Surabaya, Nuvasa Bay di Batam, hingga Grand City Balikpapan di Kalimantan Timur.

    Kemudahan memiliki produk Sinar Mas Land juga didukung dengan kerja sama dengan 21 bank terkemuka di Indonesia untuk untuk program Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Pemilikan Tanah (KPT), dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Bank-bank tersebut di antaranya BCA, Mandiri, BNI, Maybank, CIMB Niaga, Permata Bank, Bank Sinarmas, BRI, OCBC, BTN, BSI, Danamon, Pani Bank, Bank Woori Saudara, Bank Mestika, Bank INA, Bank UOB, Bank CCB, Bank Nobu, BCA Syariah, dan KB Bank.

    + posts

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Popular Articles