Jakarta, Propertyandthecity.com — Pembangunan Jalan Tol Sepinggan Paket 1B yang menghubungkan kawasan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan dengan jaringan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mencapai 34,5 persen. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Juli 2028.
Ruas yang dikerjakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA itu menjadi bagian penting dari sistem konektivitas antara Balikpapan dan IKN. Selain memangkas perjalanan dari bandara, keberadaannya berpotensi memperkuat pengembangan kawasan dan aktivitas investasi di sepanjang koridor Balikpapan–Nusantara.
Tol Sepinggan Paket 1B menghubungkan Bandara Sepinggan dengan Tol Balikpapan–Samarinda. Setelah seluruh jaringan tersambung, waktu tempuh akses menuju IKN ditargetkan sekitar 50 menit.
Corporate Secretary WIKA Ngatemin mengatakan perusahaan terus menjaga pelaksanaan konstruksi agar proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal.
“Progres pembangunan Tol Sepinggan Paket 1B menunjukkan komitmen WIKA dalam menjaga mutu pekerjaan, keselamatan, dan ketepatan waktu,” ujar Ngatemin.
Menurut dia, WIKA terus mengoptimalkan pekerjaan di lapangan agar proyek tersebut memberikan manfaat terhadap mobilitas menuju IKN dan kawasan di sekitarnya.
Bangun Jalan Utama hingga Ramp
Lingkup pekerjaan WIKA mencakup pembangunan jalan utama sepanjang 3.266 meter. Dari panjang tersebut, sekitar 1.545 meter berupa struktur jalan layang.
Perseroan juga mengerjakan jalan penghubung persimpangan atau ramp sepanjang sekitar 8 kilometer, empat jembatan penyeberangan dengan panjang keseluruhan 340 meter, serta satu jembatan sepanjang 87 meter.
Sejumlah bagian proyek telah mendekati penyelesaian. Pekerjaan overpass pertama mencapai 97,6 persen, sedangkan Ramp 3 dan Ramp 4 mencapai 97,1 persen. Progres Ramp 1 dan Ramp 2 telah berada di angka 94,9 persen.
Penanganan lereng di awal jalan utama dan perkerasan beton pada area Ramp 4 telah rampung. Dari 15 segmen pekerjaan yang ditangani, WIKA telah menyelesaikan lima segmen.
Pekerjaan yang masih berlangsung meliputi pembangunan jembatan Ramp 1, perkerasan beton, dan saluran air di area persimpangan.
Berpotensi Memperluas Kawasan Pertumbuhan
Dari perspektif sektor properti, pembangunan tol tersebut dapat memperkuat posisi Balikpapan sebagai pintu masuk utama menuju IKN. Bandara Sepinggan merupakan salah satu simpul transportasi penting bagi pergerakan orang, kegiatan bisnis, dan distribusi jasa di Kalimantan Timur.
Peningkatan konektivitas berpotensi memperluas kawasan yang layak dikembangkan untuk hunian, komersial, pergudangan, akomodasi, dan layanan pendukung. Wilayah yang sebelumnya mempunyai hambatan waktu tempuh dapat menjadi lebih menarik ketika terhubung langsung dengan jaringan jalan tol.
Meski demikian, kenaikan aksesibilitas tidak otomatis menghasilkan pertumbuhan properti. Pengembangan kawasan tetap membutuhkan kepastian tata ruang, ketersediaan utilitas, permintaan riil, fasilitas publik, dan jadwal pembangunan IKN yang konsisten.
Investor juga perlu membedakan antara potensi jangka panjang dan kenaikan harga tanah yang hanya didorong spekulasi. Nilai lahan dapat meningkat karena rencana infrastruktur, tetapi kelayakan proyek properti baru benar-benar terbentuk apabila terdapat pengguna, kegiatan ekonomi, dan tingkat hunian yang memadai.
Mobilitas Balikpapan dan IKN
Selain memperkuat akses Bandara Sepinggan menuju IKN, ruas tol tersebut dirancang mendukung pergerakan dari Balikpapan dan Samarinda menuju wilayah Kalimantan Selatan.
Konektivitas regional ini penting karena pengembangan IKN tidak dapat berdiri sebagai kawasan yang terpisah. Kota baru tersebut membutuhkan keterhubungan dengan pusat ekonomi yang sudah berkembang, terutama Balikpapan dan Samarinda.
Bagi pasar properti, pola konektivitas itu dapat membentuk koridor pertumbuhan yang lebih luas. Balikpapan berpotensi mempertahankan perannya sebagai pusat bisnis, jasa, logistik, dan hunian, sedangkan IKN berkembang sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi baru.
Pengembang yang membidik kawasan ini tetap perlu memperhatikan tahapan realisasi infrastruktur. Tol Sepinggan Paket 1B baru ditargetkan selesai pada Juli 2028 sehingga dampak penuh terhadap pergerakan dan permintaan properti kemungkinan terbentuk secara bertahap.
Gunakan Teknologi IoT
Pengerjaan Tol Sepinggan Paket 1B melibatkan 568 tenaga kerja dengan akumulasi lebih dari 2,07 juta jam kerja. Pelaksanaan keselamatan kerja dan pengelolaan lingkungan mengacu pada ISO 45001:2018 serta ISO 14001:2015.
WIKA juga menerapkan metode konstruksi tanpa perancah dari bawah ketika membangun jembatan di atas Tol Balikpapan–Samarinda yang tetap beroperasi. Metode tersebut digunakan untuk menekan gangguan terhadap arus lalu lintas.
Selain itu, perusahaan menggunakan sistem satu pintu untuk mengendalikan akses pekerja. Teknologi penyiraman beton otomatis berbasis Internet of Things atau IoT digunakan untuk menjaga kelembapan dan mutu beton sekaligus mengurangi risiko keretakan.
Kemajuan Tol Sepinggan Paket 1B menjadi sinyal bahwa jaringan akses menuju IKN terus dibangun. Namun, bagi industri properti, indikator yang perlu diperhatikan bukan hanya progres konstruksi, melainkan juga kepastian penyelesaian, integrasi dengan jalan lain, pertumbuhan populasi, dan terbentuknya permintaan ekonomi.
Apabila seluruh jaringan berfungsi sesuai rencana, akses bandara yang lebih cepat dapat meningkatkan daya tarik IKN dan koridor Balikpapan sebagai kawasan investasi. Sebaliknya, keterlambatan proyek atau pertumbuhan permintaan yang lebih lambat akan memengaruhi waktu realisasi peluang tersebut.





















