Top 5 This Week

Related Posts

Pasadena Central District Gading Serpong, Megadistrik Incaran Pebisnis Mendulang Cuan

PropertyandTheCity.com, Jakarta – Perusahaan pengembang sejumlah township, Paramount Land, yang merupakan bagian dari Paramount Entreprise International Group, mengumumkan rancangan induk Pasadena Central District di Gading Serpong, Kota Tangerang, Banten.

Proyek ini berlokasi di sisi selatan Gading Serpong Boulevard, persisnya di pertigaan penghubung ke arah BSD City bagian barat atau sekitar 5 menit dari distrik Greenwich BSD di sisi utara. Sebab itu, kelak proyek ini bisa menikmati fasilitas dari dua kota, yakni Gading Serpong dan BSD City.

“Kami menggarap produk tidak sekadar ada sisa tanah lalu kita cacah-cacah, namun kita konsep betul supaya value-nya tinggi,” kata Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi di Tangerang.

Pasadena Central District akan menjadi gerbang selatan menuju kota Gading Serpong, yang merupakan pusat perekonomian baru di Jabodetabek. Lahan hijau seluas 40 hektar telah ditata ulang menjadi sebuah kawasan modern yang mendukung konsep gaya hidup berkelanjutan dan sehat, serta terhubung dengan lingkungan yang asri.

Rencana induk ini menerapkan konsep city within a city, distrik selengkap kota yang dekat dengan hunian, untuk memastikan seluruh fasilitas dapat diakses dengan berjalan kaki sehingga penghuni maupun pengunjung menjelajah distrik dan menikmati pemandangan, serta menciptakan suasana kota yang lebih hidup dan berfokus kepada komunitas.

Sebuah perpaduan yang dinamis antara hunian, bangunan komersial multifungsi, ritel, dan elemen rekreasi yang ditempatkan secara strategis agar mudah dijangkau dan peningkatan aksesibilitas serta mendefinisikan ulang konsep kehidupan perkotaan. Begitulah core of the core  dari konsep Pasadena Central District.

Nawawi mengatakan, ada kebutuhan yang semakin besar akan lingkungan perkotaan yang restoratif dan tangguh, di mana orang-orang dapat terhubung dan terinspirasi. Lingkungan yang berkelanjutan dan inklusif, mengintegrasikan penggunaan lahan yang saling melengkapi dengan ruang hijau serbaguna yang luas untuk menciptakan komunitas yang berkesan, bersemangat, dan mandiri merupakan kebutuhan saat ini.

“Melalui produk ini penghuni dengan mobilitas tinggi akan sangat dimudahkan karena lokasinya terhubung langsung dengan gerbang tol BSD Barat (Serpong-Balaraja) yang bisa menjangkau airport Soekarno-Hatta hanya 30 menit, dan juga mempunyai akses langsung dengan Boulevard Gading Serpong menuju pintu tol Tangerang (Jakarta-Merak) ke arah pusat bisnis Jakarta dan kawasan industri Cilegon-Banten,” jelasnya.

Rencana Induk Pasadena Central District menyajikan serangkaian konsep dengan ruang terbuka hijau, area komersial dan kompek hunian yang saling terkait untuk membentuk jaringan ruang kota yang saling terhubung.

Pohon-pohon ditata ulang dan dikembangkan sehingga kesempatan berekreasi dan berolahraga, seperti jogging dan bersepeda lebih teduh dan nyaman. Konsep resiliensi akan diintegrasikan ke dalam rencana induk untuk membantu mengurangi dampak yang disebabkan oleh perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

The Next Megadistric ini akan dijejali banyak ruang terbuka hijau sebagai bagian dari sistem dry pond untuk mengelola air hujan dan  penyerapan air tanah. Pembangunan infrastruktur penunjang untuk Pasadena Central District akan dimulai tahun ini.

Traffic Booster
Dalam paparan riset properti ‘MarketBeat Q2 2024: Unveiling Greater Jakarta’s Retail Landscape’ di Jakarta, Kamis (25/7/2024), menyebut tren baru produk ritel atau komersial saat ini berfokus pada komunitas dan campuran. Integrasi ruang hunian, hiburan dan rekreasi begitu kental terlihat selaju dengan ekspektasi orang-orang kota yang menginginkan pengalaman berbelanja di pusat komersial yang didesain rileks melalui aksen vegetasi, spot-spot nyaman untuk berdiskusi, dan cocok untuk sekadar slow healing dibandingkan pusat perbelanjaan yang dirancang bertingkat-tingkat.

Direktur Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, mengatakan, kebutuhan komersial seperti pusat perbelanjaan sangat dipengaruhi oleh populasi. Saat ini dengan berkembangnya kota-kota baru di luar Jakarta terdapat pertumbuhan penduduk yang cukup signifikan, berdampak pada terbentuknya basis konsumen yang kuat sehingga menarik bagi peritel untuk membuka usahanya. Hal ini juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan komunitas yang tinggal di sekitar pusat komersial, dan memberikan dampak positif bagi pengembang dalam pengembangan kawasan secara menyeluruh.

Arief menyampaikan bahwa konsep mixed-use tidak hanya menjadi jawaban untuk efisiensi jarak dan waktu, namun juga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Gagasan mixed-use development terus berkembang khususnya di kota Jakarta dan penyangga di sekitarnya yang saat ini juga memiliki keterbatasan lahan.

“Data ritel kami pada Q2 2024, pusat perbelanjaan yang akan masuk di Jabodetabek mayoritas bercampur dengan fungsi lain seperti perkantoran dan apartemen. Sedangkan, mall dengan konsep one-stop/single-use masih berkembang di luar Jakarta dan mayoritas berada di dalam township yang sudah memiliki basis konsumen yang kuat. Hal ini memudahkan konsumen untuk berbelanja tanpa menghabiskan waktu pada jarak yang jauh. Selain itu, hal ini juga berdampak positif sehingga pusat komersil dan populasi tersebar secara merata,” paparnya.

Kendati beberapa waktu lalu hanya sebuah konsep, tapi kini Arief menilai proyek mixed-use sangat diminiati karena mencerminkan perubahan perilaku dari profil konsumen saat ini.

“Populasi menjadi kunci utama dalam pengembangan pusat ritel. tidak hanya itu, konsep ritel itu harus juga sesuai dengan  kebutuhan populasi tersebut. Pengembang harus mengerti konsep ritel apa yang sesuai dengan populasi di kawasannya. Dari riset populasi itu akan mengkaji segmen pasar, profil, umur, perilaku, dan lain sebagainya sehingga konsep ritel yang digagas tidak akan meleset,” ujarnya.

Begitu juga dengan hunian, Ia menyebut aksesibilitas mendukung kawasan perumahan di Jabodetabek. Ada kecenderungan konsumen akan memilih hunian di lokasi-lokasi yang memiliki berjibun akses dan konektivitas.

“Dengan berkembangnya toll road, kereta ringan, MRT, kereta cepat dan lain sebagainya itu sangat membantu memperluas proyek baru dari kawasan perumahan tersebut. Hal itu akan memengaruhi tingkat pertumbuhan populasi di perumahan tersebut yang pada akhirnya akan meningkatkan traffic jika dikembangkan area komersial pada kawasan itu,” terang Arief.

Menurutnya, memiliki rumah di proyek skala kota lebih prospektif dibandingkan permukiman umum karena harga lahan pasti akan terus naik seiring dengan meningkatnya kualitas infrastruktur, kemudahan akses dan angkutan umum, serta kelengkapan fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit dan lainnya, dan komersial ruko dan ritel.

“Intinya kemana-mana gampang, itu yang akan dicari,” lugasnya.

Kawasan hunian Gading Serpong telah berkembang menjadi sebuah perumahan berskala kota mandiri, lengkap dengan segala sarana dan prasarana yang sangat dibutuhkan para warga. Jumlah warga pun sudah mencapai ratusan ribu kepala keluarga.

Sebagai kawasan hunian yang terus tumbuh, Gading Serpong memiliki diferensiasi pengembangan kawasan. Salah satunya, konsep episentrum bisnis, sebuah pengembangan massif area komersial yang berorientasi pada komunitas sehingga menciptakan crowd puller di dalam kawasan.

Hal ini tercermin dari keriuhan kawasan mixed-use Manhattan District sebagai sentral komersial pertama. Kawasan bisnis dan komersial seluas 22 hektar tersebut dilansir ke publik pada akhir 2021, dan telah terserah 95 persen hingga April 2024. Kawasan komersial ini dirancang street level yang mengintegrasikan ruang indoor dan outdoor untuk menunjang kebutuhan dan gaya hidup masyarakat.

Menariknya, Mei lalu Black Owl Dining & Libation, lounge megah kenamaan dengan konsep internasional resmi bercokol di Hampton Square @Manhattan District. Selain menampilkan live music, tempat nongkrong populer di Jakarta ini menawarkan pengalaman bersantap mulai dari makan siang hingga larut malam, termasuk sunday brunch dengan sederet menu internasional.

“Membuka usaha di pusat bisnis Gading Serpong, boleh dibilang kesempatan yang jangan sampai terlewatkan. Ratusan ribu warga dan ribuan pekerja kantoran, merupakan target pasar yang sangat menggiurkan,” ucap Chrissandy Dave, Sales & Marketing Director Paramount Land.

Kawasan komersial Gading Serpong bagian selatan tidak hanya menawarkan lokasi yang strategis dan target pasar yang luas, tapi juga nilai properti yang terus meningkat, mengingat pertumbuhan yang pesat di sepanjang Boulevard Gading Serpong.

Menjadi nadi utama berikutnya dari pengembangan konsep episentrum bisnis, Paramount Land telah meluncurkan Pasadena Central District dengan produk pertama yang dirilis ke pasar yakni hunian untuk melayani kaum atas bertajuk, klaster Pasadena Grand Residence.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles