Beranda Berita Properti Sah! Indonesia-Jepang Teken Konstruksi Proyek MRT Cikarang-Balaraja

Sah! Indonesia-Jepang Teken Konstruksi Proyek MRT Cikarang-Balaraja

10
0
Pemerintah Indonesia dan Japan International Cooperation Agency (JICA) menandatangani risalah pembahasan penilaian (Minutes of Discussion/MoD of Appraisal Mission) proyek Mass Trapid Transit (MRT) Jakarta Koridor Timur-Barat (East-West) fase 1. Dok Foto: Kemenhub RI

PropertyandtheCity.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Japan International Cooperation Agency (JICA) resmi menandatangani risalah pembahasan penilaian (Minutes of Discussion/MoD of Appraisal Mission) proyek Mass Trapid Transit (MRT) Jakarta Koridor Timur – Barat (East – West) fase 1 tahap 1.

Penandatangan tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Risal Wasal, Direktur Pendanaan Bilateral Bappenas Kurniawan Ariadi, Sekda Provinsi DKI Jakarta Joko Agus Setiono, dan Dirut MRT Jakarta Tuhiyat, yang mewakili pemerintah Indonesia, dengan Chief of Representative Indonesia Office JICA Mr. Yasui Takehiro pada Sabtu (11/11).

MRT Jakarta koridor Timur-Barat tersebut direncanakan membentang sepanjang 84,1 km dari Balaraja, Tangerang hingga Cikarang, Bekasi. Dalam pengerjaannya, akan terbagi menjadi empat tahap pekerjaan.

Empat tahap pengerjaan tersebut meliputi fase 1 tahap 1 dari Tomang – Medan Satria sepanjang 30,1 km, fase 1 tahap 2 dari Kembangan – Tomang sepanjang 9,2 km, fase 2 Timur dari Medan Satria – Cikarang sepanjang 20,5 km dan fase 2 Barat dari Kembangan – Balaraja sepanjang 29,9 km.

Pada tahap awal pembangunan, fase 1 tahap 1 dari MRT Jakarta koridor Timur-Barat akan memiliki 21 stasiun yang terdiri dari 8 stasiun bawah tanah dan 13 stasiun layang. Selain itu, pada tahap ini juga akan dibangun depot di kawasan Rorotan dengan jalur akses sepanjang 5,9 km.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Risal Wasal menyebutkan, setelah penandatanganan MoD ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) akan segera menyelesaikan kelengkapan administrasi dari proyek ini.

“Kami menargetkan urusan administrasi ini dapat segera selesai sehingga proses pengembangan MRT timur barat dapat segera dimulai pada tahun 2024,” tutur Risal dalam keterangannya pada Minggu (12/11).

Risal bilang, MRT Jakarta koridor Timur-Barat ini akan terintegrasi dengan koridor Utara-Selatan dengan titik temu di Stasiun Thamrin yang saat ini sedang dibangun.

Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Penjabat (PJ) Gubernur Jakarta Heru Budi Hartono dan The Deputy Chief of Mission, Embassy of Japan Mr. Nagai Katsuro, di kantor Kemenhub, Jakarta. “Saya sangat berharap proyek MRT koridor Timur-Barat ini dapat berjalan dengan baik dan dapat selesai tepat waktu, sehingga dapat segera dinikmati oleh masyarakat,” kata Menhub.

Menhub menjelaskan, pembangunan transportasi massal MRT sesuai dengan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional, untuk meningkatkan jaringan transportasi massal dan jumlah penggunanya. “Kita harus konsisten melaksanakan berbagai pembangunan transportasi massal perkotaan berbasis rel seperti MRT, LRT, dan KRL,” ujar Menhub.

Lebih lanjut, ia menyambut baik partisipasi aktif pihak Jepang untuk turut membangun infrastruktur transportasi massal di Indonesia. “Selain soft loan, diperlukan skema pendanaan kreatif lainnya untuk memenuhi kebutuhan yang belum bisa terpenuhi,” tutup Menhub.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini