Beranda Berita Properti Golden Property Awards 2023: Sangat Dinamis, Tren Desain Rumah Mulai Berubah

Golden Property Awards 2023: Sangat Dinamis, Tren Desain Rumah Mulai Berubah

50
0
rumah tropis kontemporer di cluster Aluna, Talaga Kahuripan, Bogor.

PropertyandtheCity.com, Bogor – Pergantian tahun biasanya diikuti munculnya tren desain rumah baru yang dikeluarkan para developer. Gaya desain modern minimalis dengan sentuhan kontemporer dan skandinavian di bagian fasad masih dianggap mewakili selera desain kebanyakan masyarakat, selain relatif mudah untuk diterapkan di rumah dengan ukuran kecil hingga besar. Tren desain rumah kian berkembang dan semakin dinamis dimodifikasi dengan gaya apapun, seperti tropis bernuansa Jepang hingga Amerika klasik.

Perkembangan desain rumah ini menjadi salah satu cikal bakal penilaian Golden Property Awards (GPA) 2023. Para pengembang seakan terus dipacu untuk dapat memenuhi keinginan konsumen dengan selalu memberikan desain yang up-to-date. Tantangan ini yang kemudian membuat banyak para arsitek harus sedikit keluar dari idealismenya ketika harus berhadapan dengan keinginan pasar disertai dengan perhitungan biaya bangun sehingga tidak menjadi terlalu mahal.

“Tren desain rumah menjadi sangat penting, bahkan dinamika desain ini terjadi saat pandemi tahun 2020 lalu. Peluncuran proyek-proyek baru saat itu mulai memberikan pilihan yang lebih atraktif dalam hal desain rumah,” ujar CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, yang juga sekaligus sebagai salah satu juri Golden Property Awards 2023.

Saat itu, lanjutnya, rumah bergaya Skandinavia marak dipasarkan dan menjadi trend-setter. Biasanya memiliki bukaan dan jendela yang maksimal di bagian fasadnya. Sirkulasi dan pencahayaan alami dari jendela diharapkan mampu membuat rumah lebih sejuk dan tidak pengap. Gaya Skandinavia lekat dengan desain yang terstruktur dan menonjolkan bentuk-bentuk geometri. Namun yang paling dipilih adalah atap berbentuk segitiga dengan kemiringan beragam.

Dalam perjalanan pelaksanaan asesmen, tim riset Golden Property Awards 2023 menemukan gaya rumah bernuansa Jepang yang juga mulai banyak menjadi pilihan konsumen yang menginginkan pembeda dengan desain-desain rumah yang sudah ada. Tren desain gaya Jepang ini berkembang di cluster-cluster yang dipadukan dengan konsep lingkungannya. Selain itu muncul juga gaya kubisme dengan desain bangunan berbentuk kotak tanpa atap genteng. “Gaya modern kontemporer juga berkembang lebih luas dengan menciptakan ruang-ruang yang berbentuk square, baik di dalam rumah maupun luar rumah dengan bukaan-bukaan yang lebih banyak. Gaya-gaya rumah milenial pun tumbuh lebih atraktif, dengan menggabungkan beberapa konsep gaya arsitektur sehingga lebih menarik,” papar Ali.

Peluang Gagal Ada?

Ali menjelaskan, gaya-gaya arsitektur yang ada meskipun sangat bagus, namun tetap harus mempertimbangkan iklim tropis. Untuk rumah di negara beriklim tropis, biasanya menggunakan bentuk atap yang miring dengan penggunaan penutup atap. Perlu diperhatikan curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan noda air hujan di dinding atap, bila tidak dibuat miring dengan talang air ke bawah. Faktor sirkulasi juga menjadi hal penting. Penggunaan material kaca yang berlebih dapat menyebabkan udara yang panas di dalam rumah yang dapat disesuaikan dengan orientasi arah bangunan.

Beberapa faktor yang membuat beberapa proyek perumahan ‘gagal’ memasarkan rumahnya lebih dikarenakan, pertama, developer memaksakan konsep sehingga harga menjadi tinggi, kedua tidak mempertimbangkan maintenance rumahnya di iklim tropis, ketiga yaitu modifikasi dari desain yang ada namun menjadi tidak fungsional, keempat terjadi mismatch desain dengan pilihan segmen harga, serta kelima adalah desain sudah ketinggalan zaman disesuaikan dengan lokasi dan daerah juga.

Tim Golden Property Awards 2023 juga mencatat adanya tren desain yang mulai memperlihatkan sedikit perubahan ke arah gaya Spanyol dengan dinding melengkung atau berbentuk kurva yang biasanya diterapkan pada pintu dan jendela. Biasanya rumah bergaya Spanyol juga memiliki balkon kecil. Selain itu gaya modern minimalis masih menjadi pilihan pasar dipadukan dengan bukaan-bukaan yang lebih luas berkonsep ‘resort tropical’. Faktor ini menjadi pembeda dari desain rumah yang saat ini ada dipasarkan dan memberikan nilai lebih di mata konsumen.

Di segmen rumah menengah atas, gaya klasik art deco pun masih menjadi pilihan sebagian konsumen yang menginginkan nuansa megah. Meskipun demikian tidak sedikit juga yang mulai beralih dengan gaya modern yang lebih minimalis. “Tentu perkembangan desain rumah ini membuat para pengembang termasuk arsitek terus memutar otak untuk dapat menarik hati konsumen. Karena saat ini faktor desain menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan pengembang karena menjadi sangat strategis dalam proses pemilihan rumah oleh konsumen saat ini,” pungkas Ali.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini