Beranda Berita Properti Dibanderol Rp185 Juta, Begini Spek Rumah Subsidi di Bodetabek

Dibanderol Rp185 Juta, Begini Spek Rumah Subsidi di Bodetabek

11
0
Ilustrasi Foto; tampak deretan rumah subsidi di perumahan Kalisuren Paradise, Tajurhalang, Kab. Bogor, Jawa Barat, yang seolah minim perawatan dengan membiarkan rumput ilalang tumbuh tinggi dan akses jalan yang masih tanah.

PropertyandtheCity.com, Bogor – Baru-baru ini pemerintah telah menerbitkan aturan terkait batas harga jual rumah subsidi untuk seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya, untuk wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Bodetabek). Harga jual rumah subsidi di Bodetabek untuk tahun 2024 yaitu Rp185 juta dari sebelumnya Rp181 juta di tahun 2023.

Untuk diketahui, spesifikasi rumah subsidi terbaru disebut Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Endra S Atmawidjaja, tidak akan banyak berubah dari tahun-tahun sebelumnya kendati tergantung dengan pengembang dengan harga yang menyesuaikan.

“Saya kira kalau untuk spesifikasi tidak ada yang berubah dari yang lama, tapi memang dari yang kita minta bahwa walaupun rumah ini rumah subsidi, bukan berarti rumah ini kualitasnya rendah,” ujarnya di Jakarta, Senin (10/7/2023).

Berdasarkan Keputusan Menteri PUPR No. 995/KPTS/M/2021 tentang Batasan Penghasilan Tertentu, Suku Bunga/Marjin Pembiayaan Bersubsidi, Masa Subsidi, jangka Waktu Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah, Batasan Luas Tanah, Batasan Luas Lantai, Batasan Harga Jual Rumah Umum Tapak dan Satuan Rumah Susun Umum, dan Besaran Subsidi Bantuan Uang Muka, batasan luas untuk tanah rumah tapak minimal 60 meter persegi (m2) dan maksimal 200 m2. Adapun luas rumah bersubsidi minimal 21 m2 dan maksimal 36 m2

Bila dirangkum, rumah subsidi yang dimaksud dalam aturan tersebut paling kecil memiliki tipe 21/60 dan paling besar 36/200. Khusus untuk wilayah Bodetabek atau penyangga Jakarta yang ketersediaan lahannya terbatas dan cenderung mahal, sehingga tipe yang disediakan rerata adalah tipe 21-30/60. Umumnya rumah dilengkapi 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Untuk dapur, tergantung pengembangnya berkenan menyediakan atau tidak.

Berdasarkan Peraturan Menteri PUPR nomor 20 Tahun 2019, berikut ini prasarana, sarana, dan utilitas umum yang wajib dimiliki rumah subsidi, seperti jaringan distribusi air bersih perpipaan dari perusahaan air minum atau sumber air bersih lainnya, jaringan listrik dalam rumah, jalan lingkungan, saluran/drainase lingkungan, saluran air limbah/air kotor rumah tangga, tempat pembuangan sampah sementara, sarana pewadahan sampah individual.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini