PropertyandTheCity.com, Tangerang– Paramount Land, perusahaan pengembang properti yang berbasis di Tangerang Raya, mencatat sukses besar di Paramount Gading Serpong, Tangerang, Banten.
Pemasaran blok komersial Maggiore Fresh Market sebanyak seluruh 80 ruko, 76 toko, dan 268 lapak sewa langsung habis saat diluncurkan dan pemilihan unit pada akhir pekan lalu. Dengan harga yang cukup logis di kalangan pebisnis, konsep ruko yang menarik dan lokasi berada di keramaian kota sisi selatan Gading Serpong, Maggiore Fresh Market itu diserbu konsumen hingga mencatat nilai pra-penjualan Rp280 miliar.
Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land, mengatakan, Maggiore Fresh Market lahir dari pengalaman panjang mengelola Pasar Modern Gading Serpong. Kami ingin menghadirkan versi penyempurnaan dengan layour efisien, pencahayaan alami dan sirkulasi udara maksimal.
“Maggiore Fresh Market menjadi fenomena baru di Gading Serpong-100% unit terserap dalam hitungan jam dengan permintaan lima kali lipat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (31/10).
Sementara itu, Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Chrissandy Dave, mengakui respon masyarakat di luar perkiraan musabab kawasan Maggiore sendiri telah berkembang menjadi destinasi kuliner dan bisnis regional.
“Sejak 2022 proyek-proyek seperti Maggiore Square dan Maggiore Junction menjadi magnet pelaku usaha. Keberhasilannya menegarkan daya tarik ekonomi kawasan yang terus tumbuh pesat,” katanya.
Dengan konsep gateless parking dan akses jalan looping, pasar ini dirancang agar mobilitas pengunjung lebih lancar. Area usaha dibagi menjadi lapak, toko, dan ruko dengan fasilitas lengkap seperti mushola, ATM, area parkir, hingga sistem CCTV 24 jam.
Tak hanya itu saja, Paramount Land diperkuat sisi operasional lewat pengelolaan langsung oleh Paramount Estate Management. Langkah ini bertujuan memastikan standar kualitas dan kenyamanan tenant tetap terjaga.
Gading Serpong sendiri makin populer sebagai kawasan bisnis dan tempat nongkrong seantero Jakarta dan sekitarnya. Tiap harinya kawasan dilalui banyak orang, dengan sekitar 385.000 kendaraan setiap harinya di seluruh kawasan, dan lebih dari 15.000 kendaraan per jam di jalan boulevard utamanya. Tak heran bila produk komersial yang diluncurkan selalu direspon oleh kapitalis.





















