Beranda Berita Properti Pengembang dan Biro Arsitek Indonesia Mendapat Pengakuan dari Lembaga Asing

Pengembang dan Biro Arsitek Indonesia Mendapat Pengakuan dari Lembaga Asing

99
0

PropertyandtheCity.com, Jakarta- Sejumlah perusahaan pengembang dan biro arsitek Indonesia bersiap mendapat pengakuan dari lembaga asing. Sebuah perusahaan penyedia informasi proyek di Asia Pasifik, PT BCI Asia, kembali memberikan Top 10 Awards pada ajang BCI Asia Awards ke-18 untuk sepuluh perusahaan pengembang dan arsitek.

Awards akan diberikan kepada developer yang sepanjang tahun 2022 lalu portofolionya mencapai 1,3 miliar dollar AS, sementara biro arsitek mencapai 2,7 miliar dollar AS. Penghargaannya sendiri akan diberikan pada tanggal 11 Mei 2023di Hotel Raffles Jakarta.

Pemenang yang akan dipilih ditentukan berdasarkan proyek-proyek yang dikerjakan sesuai dengan progresnya selain penilaian terhadap green certification rating dan project category yang diterapkan.

“Ajang ini untuk memberikan apresiasi terhadap Indonesia top architects and developers, yang dengan karyanya meninggalkan jejak positif untuk lingkungan yang dibangun sekaligus untuk kemajuan bisnis konstruksi dan perencanaan bangunan di Indonesia,” ujar General Manager Emerging Market Indonesia BCI Central Pietter Sanjaya melalui Media Briefing di Jakarta, Selasa (9/5).

BCI Asia Awards diadakan di tujuh wilayah di Asia, yaitu, Indonesia, Hong Kong, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. “BCI Asia Awards murni adalah penilaian dari tim BCI Central dan divisinya. Tidak ada intervensi dari kami. Database dikumpulkan setiap hari oleh tim riset BCI di Indonesia dan Asia Tenggara. Data itu kemudian diolah untuk mendapatkan Top 10 developer dan biro arsitek, sehingga ada kontribusi aktif dari tim riset untuk mengumpulkan data selain memang developer dan arsitek juga aktif submiss projectnya,” papar National Research Manager BCI Central Cahyono Siswanto.

Adapun proyek yang dikurasi adalah mereka yang memasuki tahap desain dan dokumentasi hingga memasuk tahap awal dari pelaksanaan konstruksi. Pun penilaian dari sisi bangunan hijau mencakup dua acuan yaitu proyek yang sudah selesai dibangun maupun tahap perencanaan namun sudah diakui mendapat serifikat hijau (recognition design).

Pietter menyampaikan, Indonesia sendiri memiliki pengembang dan arsitek-arsitek berbakat karya luar biasa. “Hanya kurang diekspos, padahal hidden gem nya banyak. Inilah pekerjaan panjang BCI Asia untuk siap dan komitmen mengedukasi market dan seluruh pemain konstruksi agar Indonesia tidak tertinggal mengenai hal-hal yang berhubungan dengan keberlanjutan,” pungkasnya.

Di waktu yang sama, BCI Asia juga menyelenggarakan sayembara arsitektur Futurearc Prize 2023 bertema Cross-Generational Architecture. Sedikitnya 300 karya didaftarkan baik mahasiswa maupun profesional di tujuh negara. Melengkapi gaung helatan, pihaknya juga menggelar kompetisi desain interior BCI Asia Interior Design Awards 2023 yang fokus mengangkat tema Human-Centred Interiors sebagai bentuk respon desain bangunan terhadap manusia yang tinggal di dalamnya. Tercatat 200 peserta mendaftar kompetisi ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini