PropertyandTheCity.com, Jakarta – Produsen elektronik Sharp meluncurkan rangkaian sembilan mesin cuci terbaru bukaan depan (front loading) yang terbagi dalam empat kategori yaitu flagship, high-end, middle hingga basic, hari ini, Kamis (10/10/2024).
Menurut Afka Adhitya, Washing Machine & SHA Product Strategy Head Departement Sharp Electronics Indonesia, mesin cuci terbaru itu diklaim dilengkapi aneka fitur dan inovasi yang mampu membersihkan pakaian lebih baik, dan menawarkan efisiensi penggunaan air, energi serta waktu.
“Kami berupaya memperluas pangsa pasar mesin cuci bukaan depan di Indonesia dengan menghadirkan berbagai model dan kategori secara lengkap, baik dari kapasitas maupun fitur,” ujar Afka dalam peluncuran rangkaian mesin cuci baru Sharp di The Langham, Jakarta, Kamis (10/10).

Adapun sembilan model mesin cuci baru Front Loading Sharp yang dirilis hari ini antara lain: Flagship Model; ES-FL1410DPX (Washer Dryer) dan ES-FL1212SX (Washer), High End Model; ES-FL1410MSX dan ES-FL1490MSX, Middle Model; ES-FL1270XT, ES-FL1280XT dan ES-FL1290XT, serta Basic Model; ES-FL1270WMX (compact design) dan ES-FL1480MWX.
Semua model dilengkapi panel sentuh yang memudahkan pengoperasian sekaligus memberikan tampilan elegan. Tersedia dalam dua warna hitam dan putih. Adapun kapasitas muatan cucinya tersedia dalam beberapa varian mulai dari 7 kg sampai 10,5 kg.
Berkat teknologi inverter yang dibenamkan, daya listrik yang dibutuhkan saat mencuci lebih efisien. Bahkan teknologi inverter J-Tech pada model flaghsip ES-FL1410DPX diklaim hanya mengonsumsi daya setara Rp3.000 dari awal proses cuci hingga peras selama 3,5 jam.
“Ini (ES-FL1410DPX) produk kita paling kece. Kemarin kita uji dengan pencucian dan pengeringan kurang lebih 3,5 jam itu hanya menghabiskan listrik 3.000 rupiah. Jadi konsumen tidak perlu khawatir untuk daya listriknya,” tutur San San, Washing Machine Product Marketing Strategy Group Sharp Electronics Indonesia.
Teknologi Plasmacluster dan Steam Wash-nya diklaim bisa menjaga kualitas pakaian, karena masih banyak wilayah di Indonesia yang kualitas airnya di bawah standar sehingga menyebabkan pakaian sering berjamur dan bakteri penyebab bau.
Baca Juga,THE STORY OF FIVE ELEMENTS FESTIVAL+Five Senses
“Sebetulnya sejak mesin cuci Sharp model dua tabung sudah dilengkapi water filter untuk menyaring kotoran air. Dalam waktu yang akan datang kami akan luncurkan mesin cuci menggunakan air daur ulang. Di Jepang sudah tersedia, nanti akan diboyong ke Indonesia,” papar Afka.
Fitur tambahan yakni Easy Spray dan Auto Clean untuk mengurangi residu deterjen dan menolak pertumbuhan bakteri dalam tabung mesin cuci, serta fitur Over Flow Protection untuk mencegah terjadinya kebocoran selama proses mencuci.
“Kami berikan garansi produk sampai 10 tahun,” imbuhnya.
Adapun harganya dibanderol termurah Rp3,5 juta untuk model basic, Rp5 juta model middle, Rp6,5 juta untuk model high-end serta Rp9 juta untuk mesin cuci Sharp model flagship. Seluruh tipe dilengkapi panel instruksi menggunakan Bahasa Indonesia.
Pimpin Pasar, Peluang Besar
Sebagai informasi, Sharp memulai produksi mesin cucinya di dunia sejak tahun 1957, dan sempat merancang mesin cuci dengan air panas patahun 1990. Tahun 1993 Sharp menjadi satu-satunya produsen mesin cuci dengan tabung tanpa lubang yang diklaim tidak merusak pakaian dan menghemat air.

Di Indonesia sendiri, mesin cuci Sharp masuk pada tahun 1970. Pertama kali diproduksi pada November 2008 di Pabrik Pulogadung, Jakarta Timur, kemudian lini keduanya di Pabrik Karawang yang dibuka sejak Juli 2014. Peluncuran rangkaian mesin cuci baru ini juga menandai keseriusan mendominasi pasar produk di Tanah Air.
“Market share mesin cuci Sharp masih menjadi leader yakni sebesar 23,6 persen, meskipun untuk kategori front dan top loading belum nomor satu. Di Indonesia, secara umum market mesin cuci 68,4 persen adalah twin tub (dua tabung), top loading 22 persen dan front loading masih 9,6 persen. Peluangnya masih besar. Makanya per hari ini kami akan fokus jualan front loading dan top loading karena penetrasi market untuk dua jenis mesin cuci itu masih kecil. Rangkaian baru ini diarahkan untuk menjaga market share kami tetap besar,” ucap Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager Sharp Electronics Indonesia.
Andry menyebut, kontribusi produk mesin cuci pada keseluruhan penjualan Sharp Electronics Indonesia sekitar 20-30 persen, diantaranya mencakup jenis front loading kontribusinya 8-9 persen. “Adanya rangkaian mesin cuci model terbaru tersebut diharapkan dapat peningkatan kontribusi penjualan kategori front loading naik menjadi 20 persen,” bukanya.
Dengan sejumlah fitur dan banyaknya varian mesin cuci baru ini, pabrikan optimis penjualannya tembus 5.000 unit per bulan. “Kita akan roadshow ke semua daerah. Penetrasi KOL, BTL dan ATL juga terus dilakukan,” pungkas Andry.





















