Top 5 This Week

Related Posts

Kala BTN Tepis Batas Ragu, Asa Meninggi Sepasang Suami-Istri Bahagia Punya Rumah Sendiri

PropertyandTheCity.com, Bogor [Jawa Barat]– Andria Putri nampak berbenah gorden hijau tosca di dalam rumahnya. Sesekali dia mengelap lemari kabinet di depan kursi jengki vintage biru kelasi di ruang tamunya. Lalu membetulkan lukisan kancil dan matahari terbenam di dinding area ruang makan yang sedikit miring.

Ia kesengsem tinggal di rumahnya. Nyaris tak ada tembok “nganggur”, meski tak selalu diisi dengan dekorasi. Rak dinding labirin bekas berwarna pinus tanpa pintu push-open yang ia beli 8 tahun lalu, misalnya. Rak kayu dari hasil nego dengan pemilik restoran kekinian di kawasan bisnis Graha Raya, Tangerang Selatan, yang terpaksa tutup lantaran sepi pengunjung ini, bukan sekadar aksen cantik sesaat, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk pajang miniatur motor dan sepeda onthel, bahkan pedang pusaka dan keris koleksi suaminya, Johadi (39).

Rumah subsidi milik Johadi dan Putri memiliki sisa lahan seluas 8 meter persegi yang kemudian difungsikan untuk ruang makan.

“Kalau bisa dibikin fungsional, kenapa engga ya kan? yang penting bentuknya berfungsi, dan desainnya engga buru-buru ngejar tren supaya saya dan suami bisa hidup lebih nyaman di rumah,” seloroh perempuan yang akrab disapa Putri, ini.

Arek asli Suroboyo berusia 37 tahun itu tengah bersiap-siap bersama suaminya akan pergi ke warung kopi miliknya, di kawasan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, sekitar 10 menit dari Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta. Oleh karena itu, ia senantiasa membereskan rumah selain supaya ada sentuhan lebih personal, baginya rumah yang homy mampu menyaput rutinitas harian tanpa terasa ‘penuh’.

“Tinggalin rumah, keadaan (rumah) harus rapi, supaya nanti kangen, engga sabar pengen cepat sampai rumah,” imbuhnya.

Tiap jam 4 sore saban hari Selasa hingga Minggu, rutinitasnya begitu. Perjalanan menuju warungnya bisa 1,5 jam dari rumahnya di Perumahan Kalisuren Paradise, Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Jalan nasional non tol yakni Jalan Raya Ciputat-Sawangan-Parung yang ia lintasi selalu sibuk dan ramai sehingga kerap menimbulkan kemacetan di berbagai titik. Yang tak terhindar biasanya Pasar Parung, Pertigaan Cinangka, Perempatan Gaplek, Pondok Cabe, terus tersendat hingga Pintu Tol Pamulang (ruas Jalan Tol Serpong-Cinere).

“Kita tiap hari melintasi tiga kota, Bogor, Depok, dan Tangsel. Kalau lagi mujur 40 menit juga sampai di Ciputat. Tergantung cuaca, jam dan momen. Kita sih sudah hapal trik-nya,” kelakar Putri, yang mengaku tetap bersemangat melakukan aktivitas rumah ke warung walaupun menembus lalu-lintas yang padat.

“Kami selalu kangen sama rumah sejauh apapun kami pergi,” tambah Johadi.

Potret terbaru 2026. Rumah Johadi dan Putri berkonsep Open Space, sebagai alternatif desain rumah bersubsidi yang memiliki lahan terbatas. Dinding tengah sebagai pembatas ruang keluarga dan ruang makan dijebol sehingga ruangan terkesan lapang.

Bentuk ekspresi ceria dan semangat beraktivitas serta rasa tidak sabar untuk cepat-cepat sampai di rumah tersebut, lumrah ditunjukkan oleh Putri dan suaminya. Hampir 15 tahun berumah tangga, lebih dari 10 tahun dihabiskan keduanya untuk ‘bersabar’ tinggal di kontrakan tiga petak secara nomaden, dari kawasan Pondok Ranji (di belakang Plaza Bintaro) lalu berpindah di sekitar Jurangmangu, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Tahun 2018 menjadi ihwal impian pasangan Sunda-Jawa ini terwujud untuk tinggal di rumahnya sendiri. Dengan tekad yang kuat, Putri dan suami mendatangi pameran Indonesia Property Expo 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) yang diselenggarakan oleh Bank Tabungan Negara (BTN).

Kendati tak memiliki banyak bekal informasi transaksi beli rumah, keduanya keukeuh berburu rumah di pameran perumahan yang didedikasikan untuk mendukung program 1 juta rumah yang digagas oleh Presiden ke-7, Joko Widodo kala itu.

“Jangankan itu, duit tabungan saja engga ada. Pokonya jalan dulu deh, rumahnya yang mana dan dimana, engga tahu. Keyakinan bisa nyicil rumah itu muncul pas baca baliho BTN Expo di pinggir jalan dekat exit Tol Tanah Kusir yang menuliskan kalau BTN ulang tahun ke-68 banyak promo dan kemudahan beli rumah di pameran itu. Besoknya kami gas ke JCC,” kenang Johadi.

Sementara Putri, langsung menerima inisiatif dan ajakan suaminya itu tanpa pikir panjang.

Dari ribuan proyek perumahan yang dijajakan oleh ratusan sales developer, Putri dan Johadi jatuh hati pada perumahan Kalisuren Paradise, garapan pengembang Riscon Group. Padahal melihat rumahnya pun belum, tetapi mereka meyakini bahwa rumah itu adalah jodoh dan rejekinya.

“Hanya lihat di brosur, kita berdua sudah gembira banget. Sudah posting-posting di Facebook dan antusias cerita ke orang tua kalau kita mau beli rumah. Padahal belum tahu rumahnya dimana dan kayak apa,” ucap Johadi.

Dimana ada kemauan, di situ ada jalan. Benar saja, BTN membantu segalanya. Tanpa uang muka, keduanya meminang rumah sederhana dengan skim kredit bersubsidi, yaitu KPR dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan subsidi selisih bunga fixed (tetap) 5 persen per tahun selama masa (tenor) kredit 20 tahun.

“Kami hanya keluarkan uang tanda jadi Rp1 juta dan biaya akad Rp1,4 juta. Cicilan rumahnya Rp897 ribu flat sampai lunas. Mulus banget jalannya. Alhamdulillah,” tutur Putri yang membandingkan, harga ini kurang lebih sama dengan kontrakan di pinggiran Jakarta, atau malah mungkin lebih murah.

“Tapi faktor lain yang membuat ini menjadi lebih murah dari segi kualitas hidup dan kelayakan. Itu yang menurut saya membuat (rumah) ini sangat-sangat ‘terjangkau’,” katanya.

Rumah bersubsidi juga tak kalah nyaman. Meski minimalis dan belum berpagar, teras rumah diupayakan bersih dan rapi supaya pemilik betah di rumah.

September 2026 nanti, terhitung tujuh tahun sudah keduanya menghuni rumahnya sejak serah-terima pada September 2019. Keduanya tinggal di rumah seluas 60 meter persegi. Dari luar, rumah tampak sebagai bangunan berderet satu lantai. Tidak ada tembok sumpek yang menutupi pandangan. Sebaliknya, setiap Putri dan Johadi bisa melihat halaman luas berikut lapangan badminton dari teras rumah.

Rumahnya terletak di depan fasilitas sosial, sehingga memberi ruang untuk sirkulasi udara dan cahaya alami yang berlimpah. Pepohonan yang rindang tumbuh di sekitar bangunan, menciptakan suasana sejuk dan tenang di tengah pikiran yang sibuk dijajah hiruk-pikuk alur video linimasa cepat seperti TikTok, Reels hingga shorts video yang membuat manusia seolah dipaksa berpikir singkat dan cepat.

Integrator Ekosistem Perumahan Nasional

Ketika ditemui pada suatu sore tengah Februari lalu, Putri dan Johadi berulang kali mengucap syukur bisa tinggal di rumah bersubsidi dengan bantuan KPR FLPP dari Bank BTN.

“Tentunya hidup kami jauh lebih berkualitas di sini. Libur akhir pekan kami isi dengan membereskan rumah. Tidak semua ruangan, hanya dapur, ruang depan, lemari penyimpanan dan teras saja. Menyeleksi barang-barang yang sudah tidak terpakai karena rusak dan usang. Bahagia dan bangga punya rumah sendiri,” tutur Johadi.

“Kalau ada waktu luang, pengennya duduk santai, rebahan di rumah. Kayaknya itu cukup,” tambah Putri.

Putri dan Johadi, memiliki rumah sendiri bagi keduanya adalah sebuah pencapaian.

Setelah menikah, seperti keluarga baru pada umumnya mereka memilih tinggal sendiri, tidak campur dengan orang tua. Putri yang memang perantau di Jakarta, tentu sudah terbiasa tinggal di indekos atau rumah petak.

Agar lebih hemat, keduanya menyewa rumah atau kontrakan tiga petak di Tangerang Selatan seharga Rp900 ribu-Rp1,2 juta per bulan. Memang, jarak tempuh kontrakan dengan warungnya berkisar 15 hingga 20 menit. Hanya pola hidup di kota yang penuh polusi dan kemacetan membuat keduanya stres.

“Belum ketimpa masalah lain, seperti airnya kuning, permukimannya agak kumuh, dan banjir,” seloroh Putri.

Kendati tinggal di Bogor membuatnya menghabiskan waktu hingga dua jam sehari di perjalanan, seperti jutaan warga Jabodetabek lainnya, namun sebagai warga kelas menengah ke bawah, Putri dan Johadi sebelumnya tidak pernah membayangkan akan memiliki rumah sendiri.

“Apalagi setiap lewat perumahan melihat rumah orang kok bagus-bagus,” kata Putri.

Tahun kedua dihuni, pada tahun 2021 rumah direnovasi dengan menutup atap pada area teras.

Kini, keduanya memiliki rumah sendiri. Mereka pun tak masalah jika harus mencicil, asalkan cicilannya ringan. Akad massal dengan Bank BTN Cabang Depok pada 2018 lalu, menjadi titik awal Putri dan Johadi mewujudukan hal-hal yang dulunya hanya sebatas angan-angan.

“Bersyukur banget KPR pertama kami disetujui oleh BTN. Betapa senangnya saat itu kami melangsungkan akad rumah di BTN Depok. Jadi sebenarnya kita tetap bekerja di pusat kota, tapi tinggal di pinggiran kota. Dan itu engga apa-apa banget selama yang kami tempati adalah rumah sendiri,” ucap Putri.

BTN sebagai bank penyalur pembiayaan perumahan terbesar di Indonesia dan paling expert, karena itu penetrasi brand-nya sangat mendominasi penyaluran KPR bersubsidi. Penyaluran kredit dan pembiayaan sepanjang 2025 tumbuh dua digit sebesar 11,9 persen (year on year/yoy), yang menghasilkan peningkatan pendapatan bunga 3 persen (yoy) menjadi Rp36,3 triliun, dibanding 2024 sebesar Rp29,6 triliun.

Ekspansi kredit BTN di sektor perumahan juga ditopang penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan atau Kredit Program Perumahan (KPP), program baru pemerintah menggenjot sektor hunian yang dirilis Oktober 2025. Dan, lagi-lagi BTN menjadi ‘mesin penyalur’ terbesar KPP senilai Rp2,6 triliun hingga akhir 2025, setara hampir separuh dari total penyaluran KPP secara nasional.

“Kami berharap program ini dapat menjadi solusi bagi UMKM yang butuh rumah sekaligus tempat usaha,” kata Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, saat paparan kinerja BTN 2025 di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Kebahagiaan Putri dan Johadi -yang memiliki rumah sendiri melalui KPR Bersubsidi, tentu menggambarkan besarnya peran BTN di usia ke-76 dalam membuka akses pemilikan hunian demi mewujudkan hasrat masyarakat Indonesia mempunyai rumah yang laik dan terjangkau.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles