PropertyandTheCity.com, Tangerang– Jaringan hotel internasional HARRIS Hotels by The Ascott Limited (Ascott), membuka properti terbarunya di kawasan Gading Serpong, Kota Tangerang, Banten, Jumat (13/3/2026) lalu.
Namanya, HARRIS Hotel & Convention Serpong. Hotel bintang 4 ini adalah kolaborasi antara Ascott dengan salah satu perusahaan properti nasional terkemuka di Indonesia, Summarecon Agung. Lokasinya sehamparan dengan Summarecon Mall Serpong.
“Kami sangat senang membuka HARRIS Hotel & Convention Serpong di Gading Serpong. Kami memiliki pengalaman cukup bagus dengan Hotel Harris di Kelapa Gading (Jakarta),” ujar Sugianto Nagaria, generasi kedua keluarga Sutjipto Nagaria, pemilik Grup Summarecon, kala hadir dalam sesi konferensi pers pembukaan HARRIS Hotel & Convention Serpong, Jumat (13/3/2026).

Anak pertama dari dua bersaudara keluarga Nagaria ini menyebut, secara keseluruhan, menginap di HARRIS Hotel & Convention Serpong bisa memberikan pengalaman liburan, tanpa harus terputus dengan suasana kota. Bangunan hotel yang terhubung dengan mal juga memberi lebih banyak variasi aktivitas, selain yang disediakan oleh fasilitas hotel. Cocok untuk kegiatan staycation bersama keluarga.
“Hotel ini berada di satu kawasan dengan mal yang cukup lengkap. Sebuah hotel kalau hanya berdiri sendiri kayaknya bisa dioptimalkan di zaman sekarang. Kalau (hotelnya) nempel mal itu baik sekali,” tutur Sugianto.
Sementara itu Lut Abader, General Manager Harris Hotel & Convention Serpong, menyampaikan, pembukaan HARRIS Hotel & Convention Serpong ini mencerminkan komitmennya untuk membawa merek yang tepat ke lokasi yang tepat, dengan mitra yang tepat.
“Pembukaan HARRIS Hotel & Convention Serpong menunjukkan keyakinan kami terhadap pertumbuhan dinamis Indonesia, khususnya di kawasan urban yang terus berkembang seperti Serpong. Properti ini mewujudkan visi tersebut dengan menawarkan lingkungan terintegrasi di mana para tamu dapat bekerja, bertemu, merayakan momen, dan beristirahat, semuanya dalam satu destinasi,” ungkap Lut.
Kamar dan Fasilitas
Hotel ini memiliki 282 kamar yang dekat dengan pusat konvensi utama kota Tangerang. Ada** Suite, yang merupakan tipe tertinggi. Sisanya adalah Junior Suite dan Standart. Junior Suite sendiri berukuran 36 meter persegi (m2), sementara Standart dibagi menjadi dua ukuran, 27 m2 dan 28 m2 (corner). Ada perbedaan harga sekitar Rp200 ribu antara kamar Standart biasa dan corner.

Luas kamar Suite 56 m2. Ada mini bar dan meja kerja dengan lampu yang bisa diatur. Tersedia juga sofa bed komplit dengan meja di sebelah tempat tidur king size, dipisahkan oleh dinding partisi tempat TV dan brankas. Sofa bed itu ‘menempel’ di jendela ceiling to floor. Cocok untuk bersantai sambil menikmati pemandangan kota Gading Serpong dari lantai atas.
Port USB dan colokan listrik juga ada dalam jumlah yang cukup jika kamar diisi dengan jumlah penghuni maksimal, yakni dua orang. Kamar mandi di Suite ini sudah dilengkapi rainshower. Selain fitur-fitur di atas, ada pula dua jubah mandi, brankas, pengering rambut, hingga setrika dan alasnya.
HARRIS Hotel & Convention Serpong punya restoran yang menyediakan menu buffet untuk sarapan dan ala carte untuk all day dining. Nama restonya, Lemon Basil & Co. Menu buffet sarapannya beragam, mulai dari ala barat, Pan‑Asia, hingga Nusantara. Khusus tamu yang menginap di kamar Suites, mendapatkan akses sarapan pagi di Private Lounge di Lantai 19.
Untuk menginap semalam, dibanderol termurah Rp1,5 juta untuk kamar tipe Standart (corner) dan Rp4,5 juta untuk tipe Suite.
HARRIS Versi ‘Facelift’
Menurut Irene Janti, Country, Director Brand & Marketing The Ascott Limited, Living in Balance menjadi konsep yang diusung, dimana rancangan hotel ditekankan pada pentingnya membagi waktu secara seimbang antara “cheat” dalam konteks makanan, gaya hidup, dan wellness (kesehatan mental). Artinya, bekerja sesuai porsi, punya waktu untuk keluarga, menjaga kesehatan, dan tetap bisa menikmati hobi.

“Semua orang bicara wellness. HARRIS Hotel & Convention Serpong berperan menjadi hub. Sekarang orang ke hotel tidak hanya tidur, tetapi ada aktivitas seharian. Kami menghadirkan bagaimana orang-orang sibuk perkotaan itu bisa living in balance. Staycation di hotel tapi tidak menjenuhkan, ada cheating meal dan “cheating day”. Orang bisa satu kali makan bebas dalam sehari, dan bebas seharian bermain. Ini sering dianggap sebagai “seni” dalam diet dan kehidupan sosial agar tidak stres yang bertujuan mendukung keberlanjutan gaya hidup sehat (wellness) secara jangka panjang. Living in Balance ini menjadi soul dari HARRIS Hotel & Convention Serpong,” papar Irene.
Menariknya, langgam modern eklektik pada hotel setinggi 18 lantai ini menjadi konsep penginapan terbaru dari brand HARRIS. Fokusnya ada pada teknologi, efisiensi, dan gaya hidup sosial. Pemakaian perabotan terkesan praktis dan fungsional. Sofa modern dan kursi-kursi kayu dipadu-padankan dengan baik, terkesan unik dan estetik. Selain itu, dinding dan atap pada ruangan pun didominasi oleh pola geometris yang modern. Penggunaan satu warna inti dari skema warna ruangan yang sama kian menyeimbangkan tampilan keseluruhan ruangan hotel.
“Hotel ini kami sebut The Harris New Generations. Sebab itu, harganya berbeda karena masuk dalam level yang sudah kami upgrade. Begitu masuk lobi sudah beda mood-nya, termasuk color tone. Kami sudah pikirkan seperti apa desain interiornya agar memberikan pengalaman yang nyaman dan baru untuk tamu. Biasanya datang ke hotel untuk tidur, sekarang tidak. ke hotel juga main ke mal,” ungkap Irene.
Segini Investasinya
Hotel dilengkapi satu grand ballroom berkapasitas hingga 1.500 orang, 3 ballroom, dan 11 meeting room. Ini adalah hotel ketiga brand HARRIS dan kelima dalam portofolio bisnis hotel milik Summarecon Agung, dengan investasi Rp400 miliar. Sebelumnya, perseroan sudah memiliki dua hotel dengan brand Harris, di Kelapa Gading dan Bekasi.
President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, mengungkapkan, kehadiran hotel ini menjadi infrastruktur pendukung aktivitas bisnis, serta akan memperkuat positioning Summarecon Serpong sebagai regional hub, yakni pusat aktivitas ekonomi dan bisnis.
Ia menambahkan, dukungan fasilitas ini sekaligus merefleksikan bahwa Summarecon Serpong sebagai kota terpadu semakin matang secara ekonomi dan aktivitas.
“Kehadiran hotel ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap recurring income perusahaan. Bisnis hotel menjadi rucurring income di lini bisnis investment property Summarecon. Porsi pendapatan dari investment property mencapai 25-30 persen dari keseluruhan capaian pendapatan Summarecon, dimana hotel menyumbang 20 persen. Adanya HARRIS Hotel & Convention Serpong target rucurring income hotel untuk lini bisnis investment property kita dorong menjadi 23 persen,” ujar Adrianto dalam acara yang sama.
Dari sisi investasi, untuk membangun hotel ini, Adrianto menyebut perseroan menggelontorkan investasi sebesar Rp400 miliar. “Semuanya didukung oleh dana internal,” ucapnya.





















