Top 5 This Week

Related Posts

Beli, Sewakan, Lalu Duduk Manis: Blok Komersial ini Hasilkan Ratusan Juta Setahun

PropertyandTheCity.com, Tangerang [Banten]-  Jangan sepelekan investasi rumah toko atau ruko. Hingga saat ini ruko masih menjadi alternatif investasi yang banyak dipilih pemilik kapital. Asumsi bahwa harga properti komersial tidak pernah turun, benar-benar melekat di benak banyak orang. Apalagi investasi properti ruko wujudnya riil sehingga mereka merasa aman membelinya.

Baca Juga: Dibangun di Kota Mandiri Tinggi Traffic, Ruko ini Layak Dilirik

Keuntungan investasi properti ruko bisa diperoleh dari surplus kenaikan harga atau capital gain, hasil sewa (yield) atau yang paling bagus dari keduanya. Menurut pengamat properti Panangian Simanungkalit, capital gain harus di atas laju inflasi. Sedangkan yield sangat tergantung jenis propertinya. Untuk ruko 5-10 persen per tahun sudah bagus, rumah yield 3-5 persen per tahun, sedangkan apartemen di kisaran 6-7 persen.

Kenaikan harga ruko sangat tergantung lokasi, jumlah pasokan dan permintaan (supply and demand), konsep pengembangan, aksesibilitas, infrastruktur, dan fasilitas di kawasan, dan komitmen developernya menghidupkan proyek properti yang dikembangkan.

kota mandiri
Suasana ruang komersial di Paramount Gading Serpong, selalu ramai.

Gading Serpong, Tangerang, merupakan salah satu kawasan paling bertumbuh di penyangga Jakarta. Kendati belum ada transportasi massal seperti MRT dan kereta komuter yang berhenti di kawasan, harga propertinya tidak pernah turun. Yang terjadi justru sebaliknya, harganya semakin meroket. Mahalnya harga properti itu dipicu berkembangnya aktifitas bisnis dan perdagangan selain tingginya ekspektasi investor di Gading Serpong. Menariknya, tingginya harga tersebut berimbang dengan imbal hasil (yield) yang diperoleh pemilik properti.

Menurut Michael Batista, salah seorang agen atau broker properti independen yang banyak mengelola, menyewakan dan memasarkan properti di wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan itu, keputusan investasi properti komersial di wilayah dengan pertumbuhan kawasan yang subur seperti Gading Serpong adalah keputusan tepat. 

Mantan bankir itu masih percaya harga properti akan terus naik asalkan pilihan lokasinya tepat. “Membeli ruko sebaiknya di lokasi yang sudah mature, artinya kawasannya hidup, sibuk kegiatan manusia di dalamnya. Kalau aksesnya bagus, tapi kegiatan manusianya sepi, menjualnya sulit, disewakan juga susah,” kata Michael kepada Property and The City melalui seluler, Selasa (13/1/2026).

Michael menuturkan, hukum supply and demand berjalan cukup seimbang. Kendati sejumlah pengembang aktif melansir ruko baru,  harga sewanya tetap tinggi. “Yield-nya masih tinggi karena kawasannya memang hidup. Bisnis apa saja masuk, brand kuliner yang tadinya hanya ada di Jakarta, sekarang juga buka di Gading Serpong,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, ruko seharga Rp3,1 – 3,6 miliar itu sewanya tembus Rp120 – 130 juta per tahun. Yield atau pendapatan sewanya lebih dari 5 persen. Untuk properti komersial seperti ruko harga sewanya berkisar 4-5 persen. 

“Gading Serpong masih oke karena untuk properti komersial seperti ruko harga sewanya berkisar 4-5 persen. Bila yield-nya kurang dari angka tersebut, menurut saya penyebabnya selain suplainya terlampau banyak harganya juga terlampai tinggi. Kalau harga sewanya cuma Rp40-60 juta, harganya seharusnya bukan lebih dari Rp3 miliar, tapi kurang dari Rp1,5 miliar,” paparnya.

Michael menyebutkan untuk mendapatkan yield atau harga jual lebih bagus pemilik ruko harus lebih bersabar. Di Gading Serpong butuh waktu 6 bulan menunggu kawasannya populer. “Sejauh ini kawasan Bintaro-Serpong sampai Gading Serpong, resikonya investasinya idle lebih pendek, sehingga kalau dirata-rata keuntungan investasinya menjadi lebih besar,” pungkasnya.

Pecahkan Rekor Penjualan

Bicara Gading Serpong, Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi, menyatakan, pengalaman panjang Paramount Land sebagai perusahaan properti terpercaya di Indonesia berawal dari kesuksesan membangun kota mandiri seluas 2.000 ha tersebut, yang kini telah menjelma menjadi salah satu township dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Kota Gading Serpong
[Ilustrasi Foto] Pesta Rakyat Sambut HUT ke-79 RI Bertajuk Sinergi dalam Satu Harmoni Bareng Warga Gading Serpong.
foto: And.Putri/PATC

“Kini telah menjadi rumah tinggal bagi hampir 120 ribu penduduk di luar komuter, Gading Serpong telah dilengkapi berbagai hunian yang sudah hidup dan area komersial dengan okupansi tinggi yang mendukung aktivitas masyarakat untuk tinggal, berbisnis, beraktivitas, dan meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Paramount Plaza, Oktober 2025 lalu.

Paramount Land berkali-kali sukses mencatat rekor penjualan ruko di kawasan Paramount Gading Serpong. Julukan ‘The Most Vibrant Commercial Area in Gading Serpong’ terbukti dari pengembangan area-area komersial yang tidak terpusat pada satu titik, melainkan tersebar secara strategis di berbagai area, mulai dari Maggiore, Pisa Grande, Sorrento, Verona, Manhattan District, hingga Aniva. Kawasan ini bertransformasi menjadi ekosistem bisnis berskala besar, sekaligus pusat ekonomi, sosial, dan gaya hidup yang dinamis.

Memasuki akhir 2025, pusat bisnis Maggiore kembali memecahkan rekor melalui terjual habisnya Maggiore Fresh Market yang mencatat permintaan hingga lima kali dari total unit yang dipasarkan, disusul terjual habisnya seluruh unit Maggiore Signature East, semakin menegaskan daya tarik kawasan ini.

Baca Juga: Usung Konsep Mixed Commercial Center, Paramount Land Rilis Maggiore Grande dan Maggiore Square

“Minat masyarakat terhadap produk yang kami tawarkan cukup tinggi. Bahkan berkali-kali over-subscribed. Popularitas kawasan ini didorong oleh lokasi strategis, dikelilingi tiga pengembang besar, terhubung langsung dengan akses Gading Serpong dan BSD City,” ujar Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Chrissandy Dave.

Situasi perekonomian yang mulai membaik juga menjadi ikut mendorong cepat lakunya ruko yang ditawarkan. Chrissandy menyebutkan tahun 2021-2024 di Tangerang Raya banyak terjadi PHK namun memasuki tahun 2025 mereka dipanggil kembali oleh perusahaannya karena situasi yang mulai membaik.

Ia juga menyebutkan sejalan dengan bertambahnya penghuni Gading Serpong kebutuhan ruang komersial juga semakin banyak. Saat ini jumlah ruko hanya belasan ribu sedangkan penghuninya sudah tembus 120 ribu jiwa. “Rasio hunian dengan ruang komersial masih sangat realistis untuk bertambah. Apalagi setiap tahun selalu ada lagi tambahan ratusan KK yang akan menghuni berbagai klaster di Gading Serpong,” imbuhnya.

Karena itu di masa datang Paramount Gading Serpong akan meneruskan pembangunan ruang komersial. Chrissandy menyebut kawasan perumahannya akan terus tumbuh dan punya prospek menjanjikan. Pertumbuhan itu didorong pembangunan infrastruktur dan berbagai fasilitas di kawasan.

“Januari ini kami akan segera meluncurkan satu area komersial terakhir di kawasan bisnis Maggiore. Ini adalah produk spesial yang akan dibutuhkan dan disukai masyarakat, karena memiliki unique selling point sesuai target pasar, lokasi, dan konsep produk tersebut,” tutupnya.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles