Jakarta, Propertyandthecity.com – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mempercepat pelaksanaan program bedah rumah menjelang akhir 2026. Menteri PKP Maruarar Sirait mengevaluasi progres pembangunan di sejumlah daerah, mulai dari Kabupaten Bandung hingga wilayah DKI Jakarta, sekaligus mengidentifikasi kendala yang perlu diselesaikan agar target program tercapai.
Mengutip keterangan resmi Kementerian PKP, evaluasi tersebut dilakukan bersama para bupati dan wali kota secara langsung maupun melalui konferensi video di Kantor BRI PKP, Jakarta, Selasa (13/10/2026). Pertemuan ini membahas perkembangan pembangunan rumah, penyaluran anggaran, serta kendala yang dihadapi pemerintah daerah dalam mengejar penyelesaian program hingga akhir tahun.
Maruarar mengatakan, percepatan program bedah rumah memerlukan dukungan aktif pemerintah daerah, mulai dari verifikasi penerima bantuan dan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja hingga pemantauan pencairan anggaran. Pemerintah daerah juga perlu memastikan pembangunan fisik berjalan sesuai jadwal agar bantuan dapat segera dirasakan masyarakat.
Di Kabupaten Bandung, dari alokasi 3.047 unit rumah, sebanyak 334 unit telah terbangun. Realisasi anggaran fisik mencapai Rp19,28 miliar atau 31,64%. Meski verifikasi penerima bantuan telah mencapai 100%, pemerintah daerah masih perlu mengatasi keterbatasan tenaga kerja. Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan akan berkoordinasi untuk memenuhi kebutuhan pekerja agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat.
Sementara itu, Kabupaten Blora mendapat alokasi 2.560 unit rumah, dengan 719 unit telah terbangun. Realisasi anggaran fisik mencapai Rp34,20 miliar atau 66,80%. Bupati Blora Arief Rohman menyebut telah mengoordinasikan camat dan kepala desa untuk mendukung pelaksanaan program di wilayah masing-masing.
Di Kabupaten Banyumas, sebanyak 117 unit telah terbangun dari alokasi 2.239 unit. Realisasi anggaran fisik mencapai Rp16,42 miliar atau 36,67%. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan bahwa masyarakat ikut membantu pembangunan melalui gotong royong, termasuk menyediakan tenaga kerja dan material seperti kayu dan bambu. Maruarar mengapresiasi semangat gotong royong tersebut.
Adapun Kabupaten Brebes mendapat alokasi 1.545 unit rumah, dengan 148 unit telah terbangun. Realisasi anggaran fisik tercatat Rp3 miliar atau 9,71%.
Di Surabaya, dari alokasi 2.000 unit rumah, sebanyak 39 unit telah terbangun. Realisasi anggaran fisik mencapai Rp4,34 miliar atau 10,85%. Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan dukungan pemerintah daerah dalam mempercepat pelaksanaan Program Bedah Rumah. Koordinasi dengan jajaran balai telah membantu pemenuhan kebutuhan tenaga pendamping, sehingga pelaksanaan program pada November dan Desember diarahkan untuk berfokus pada pekerjaan fisik.
Kabupaten Jember memperoleh alokasi 1.907 unit rumah, dengan 58 unit telah terbangun. Realisasi anggaran fisik mencapai Rp7,70 miliar atau 20,19%. Bupati Jember Muhammad Fawait mengusulkan penambahan alokasi program untuk 2027. Pemerintah Kabupaten Jember juga telah mengembangkan aplikasi khusus untuk mendukung pelaksanaan bedah rumah.
Di Kota Medan, sebanyak 11 unit telah terbangun dari alokasi 898 unit. Realisasi anggaran fisik mencapai Rp4,46 miliar atau 24,83%. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan balai dan satuan kerja terkait untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendamping serta menyelesaikan administrasi penerima bantuan.
Di DKI Jakarta, masing-masing wilayah mendapat alokasi 2.000 unit rumah. Hingga evaluasi dilakukan, Jakarta Selatan mencatat 45 unit terbangun, Jakarta Utara 32 unit, Jakarta Timur 43 unit, dan Jakarta Barat 33 unit. Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menargetkan pencairan bantuan rampung pada 26 Oktober 2026, sedangkan pekerjaan fisik ditargetkan selesai pada 28 Desember 2026.
Kementerian PKP juga meminta pemerintah daerah mendukung kebutuhan operasional Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), mulai dari penyediaan lokasi koordinasi hingga dukungan pengawasan dan tenaga kerja. Dengan dukungan tersebut, pemantauan pencairan anggaran dan progres pembangunan dapat dilakukan setiap hari sehingga kendala di lapangan bisa segera ditangani.
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie





















