PropertyandTheCity.com, Tangerang [Banten]– Publik kerap menjadikan sesi kuliner sebagai salah satu aktivitas yang menyenangkan untuk dilakukan, baik ketika sendirian maupun bersama teman, keluarga, atau pasangan. Selain mencari hidangan lezat, tempat kuliner sering kali menjadi lokasi untuk berbagai kegiatan, seperti acara ulang tahun, workshop, sesi diskusi, dan sebagainya.
Oleh karena itu, penting bagi pemilik usaha kuliner untuk menyediakan berbagai fasilitas yang sesuai dengan beragamnya kebutuhan pelanggan. Hasil survei Jakpat pada Agustus 2026 dengan tajuk Consumer Insights: Local Food & Beverage Market menunjukkan bahwa kebersihan ruang makan dan toilet jadi fasilitas utama yang jadi prioritas responden, dengan capaian 80 persen.
Selanjutnya, guna menunjang kenyamanan ketika menyantap kuliner, fasilitas tempat duduk nyaman menempati urutan kedua dengan 68 persen, diikuti dengan pembayaran nontunai sebanyak 56 persen. Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya aspek kepraktisan bagi pelanggan.
Fasilitas prioritas berikutnya adalah ruang sholat dengan 56 persen. Kemudian, sebanyak 53 persen responden turut memprioritaskan fasilitas wifi gratis dan 50 persen mencari fasilitas pengisian daya.
Lebih lanjut, area parkir yang memadai menempati urutan ketujuh dengan capaian 48 persen. Fasilitas ini menjadi penting bagi pelanggan yang membawa kendaraan pribadi, baik itu mobil maupun motor. Daftar fasilitas lainnya yang menjadi prioritas pelanggan ketika kulineran antara lain, ketersediaan Air Conditioning/AC (38 persen), area keluarga atau berkumpul (28 persen), dan musik/hiburan (27 persen).
Adapun survei ini dilakukan melalui kuesioner dan didistribusikan lewat Jakpat mobile app dengan melibatkan 769 responden dari kalangan pekerja dan pelajar di 8 daerah perkotaan Pulau Jawa. Pengumpulan data dilakukan pada 2-7 Agustus 2026 dengan margin of error di bawah 5 persen.
Tidak hanya mengandalkan rasa, tampilan makanan yang estetik dan suasana tempat makan yang nyaman juga menjadi faktor penting dalam menarik perhatian konsumen. Banyak pengunjung datang tidak hanya untuk menikmati makanan, tetapi juga membagikan pengalaman kuliner mereka melalui media sosial.
Ketua Indonesia Gastronomy Network Vita Datau, mengatakan, sektor kuliner sebagai pendukung pariwisata beberapa tahun terakhir mengalami tren positif karena panen peminat. Naiknya tren wisata kuliner dinilai menjadi momen paling pas untuk para pengusaha tidak hanya memperhatikan rasa, namun tampilan makanan yang estetik dan suasana tempat makan yang nyaman juga menjadi faktor penting dalam menarik perhatian konsumen.
Banyak pengunjung datang tidak hanya untuk menikmati makanan, tetapi juga membagikan pengalaman kuliner mereka melalui media sosial. Ia menilai tren tersebut menunjukkan perubahan cara masyarakat menikmati makanan dan kongkow. Menurutnya, konsep modern mampu membuat kuliner nusantara lebih dekat dengan generasi muda tanpa menghilangkan identitas budaya.
“Anak muda sekarang tertarik pada kuliner yang tidak hanya enak, tetapi juga memiliki tampilan menarik dan pengalaman yang bisa dibagikan di media sosial,” tutur Vita saat dihubungi Property and The City, Sabtu (19/9).
Ia menyebut tren wisata kuliner di Indonesia kini semakin bergerak ke arah pengalaman menikmati hidangan yang berkualitas. Preferensi masyarakat pun semakin beragam dan sangat dipengaruhi oleh selera personal. Perkembangan media sosial turut mempercepat tren tersebut, terutama melalui peran generasi Z dan milenial yang aktif membagikan pengalaman kuliner mereka.
“Misalnya ia suka makanan pedas berkuah, dia akan mengarah pada (tempat yang menjual makanan) ramen, begitu misalnya,” kata Vita.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku usaha kuliner. Lebih dari sekadar makanan, kuliner perlu dikemas sebagai bagian dari atraksi wisata yang mampu membuat pengunjung datang, tinggal lebih lama, dan membawa pulang cerita tentang kawasan tersebut.
Salah satu pusat atau kawasan terpadu tempat berkumpulnya berbagai tenant makanan, kafe, UMKM kuliner, hingga ruang kreatif untuk bersosialisasi atau culinary hub yang kerap menjadi rujukan masyarakat Jakarta dan sekitarnya adalah Paramount Gading Serpong di Tangerang, Banten. Letaknya di pusat kota Tangerang menjadikan kota satelit garapan Paramount Land ini menjadi salah satu destinasi kuliner yang paling diminati oleh masyarakat lokal maupun wisatawan.
Dengan beragam pilihan makanan yang menggugah selera, kawasan ini menawarkan pengalaman kuliner yang kaya akan cita rasa dan budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, Paramount Gading Serpong semakin dikenal sebagai tempat jajan yang tidak hanya menyajikan ribuan makanan lezat, tetapi juga menjadi pusat interaksi sosial bagi masyarakat karena telah terbentuk ekosistem bisnis dan gaya hidup.
Kota Kuliner yang Hidup
Paramount Gading Serpong telah menjadi bagian integral dari sejarah perkotaan di wilayah Tangerang. Sejarahnya cukup panjang dan kaya. Perjalanan kota mandiri di barat Jakarta ini dimulai sejak 1993, waktu itu namanya masih Gading Serpong bekerja sama dengan salah satu pengembang swasta. Tahun 2006 kedua perusahaan berpisah dengan membagi kawasannya masing-masing, Paramount Land mendapatkan landbank 1.200 hektare untuk dikembangkan.

Pada tahun 2007, Paramount Land meluncurkan klaster hunian premium di Gading Serpong bernama Serenande Lake yang diserap pasar dengan sangat baik. Lalu, pada tahun 2010, hadir hotel pertama di kawasan, yaitu Atria Hotel, seiring populasi yang terus meningkat dan kebutuhan kawasan akan sebuah hotel. Seiring berjalannya waktu, Paramount Gading Serpong bertransformasi menjadi tempat bisnis yang ramai, di mana berbagai jenis kuliner terkenal, street food modern, fesyen, fasiltas olahraga modern, supermarket, dan kafe-kafe fancy sangat mudah ditemukan. Keberadaan kawasan ini tidak hanya menjadi saksi bisu perkembangan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Tangerang dan sekitarnya.
Pengunjung dapat menemukan Obihiro Nikudon yang viral dan antre itu, lalu Roti Kebanggan Gading Serpong, Bread Mood salt bread viral yang bikin orang rela antre, juga ada Seporsi Mie Kari, Bakmi Aloi, Tori Paitan Salmon Ramen di Sugoi, Nasi Bali, Potteria, Kopitiam, Ayam Bersih Berkah, nasi liwet Sunda, gulai ikan berkuah kental, nasi megono, pecel pincuk sampai nasi goreng cakalang serta tuna, ayam woku yang khas, dan masih banyak lagi lainnya.
Hal ini menjadikan Paramount Gading Serpong sebagai tempat yang menarik bagi semua kalangan. Suasananya selalu ramai, terutama pada akhir pekan. Keramaian ini menciptakan atmosfer yang hidup dan penuh keceriaan. Pengunjung dapat merasakan interaksi sosial yang hangat saat berbelanja dan mencicipi berbagai makanan. Banyak keluarga dan teman-teman yang datang bersama untuk menikmati waktu berkualitas sambil menjelajahi berbagai pilihan kuliner.
Paramount Gading Serpong terletak di lokasi yang sangat strategis, sehingga mudah diakses oleh kendaraan umum maupun pribadi. Bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi, terdapat banyak tempat parkir yang memadai di sekitar kawasan, bahkan pengelola kawasan menggratiskan biaya parkir di sejumlah lokasi karena konsepnya on-street parking, sehingga memudahkan akses keluar-masuk pengunjung. Sebagian besar tenant-tenant mulai berjualan sejak pagi hingga malam hari, sehingga warga-warga memiliki banyak pilihan waktu untuk berkunjung.
Ferry John Sihombing, Direktur Sales & Marketing Paramount Land, mengklaim, berkat lokasinya berada di tengah-tengah pengembangan kawasan besar lainnya, seperti Alam Sutera, BSD, dan Karawaci, menjadikan pertumbuhan nilai kota ini terus naik, sehingga sangat cocok untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tinggal, bekerja, hingga berinvestasi.
“Paramount Gading Serpong kini telah menampilkan wajah kota mandiri yang lengkap, vibrant, dan terintegrasi, dengan beragam commercial hub yang tersebar di setiap sudut kota. Kota ini juga kian dikenal sebagai salah satu pusat kuliner dan gaya hidup paling dinamis di kawasan Jabodetabek, fenomena yang semakin menguatkan posisi Paramount Gading Serpong sebagai ‘the most happening culinary city’, kota kuliner yang hidup, berkembang, dan terus menghadirkan pilihan baru bagi masyarakat,” ujarnya belum lama ini.
Di sisi lain Vita menilai keberadaan Paramount Gading Serpong semestinya tidak hanya memberikan dampak positif bagi pengunjung, tetapi juga bagi perekonomian dari hulu ke hilir, mengingat banyak pebisnis menengah yang mengandalkan kawasan ini sebagai tambahan sumber penghasilan.
“Tentu kawasan-kawasan business hub seperti ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat perdagangan tetapi juga simbol keberlanjutan ekonomi lokal dan nasional selaju dengan perkembangan modernisasi dan globalisasi,” ucapnya.
Investor, Mari-Mari!

Paramount Gading Serpong adalah destinasi kuliner yang tidak boleh dilewatkan. Dengan sejarah yang panjang, ragam kuliner yang menggugah selera, dan suasana yang ramai, kota ini menawarkan pengalaman yang unik bagi setiap pengunjung.
Pengembangan infrastruktur pendukung, pengelolaan yang baik, promosi kawasan, dan integrasi antar kawasan adalah beberapa keunggulan Paramount Gading Serpong yang dapat dipertimbangkan untuk memastikan bahwa kawasan ini terbuka menjadi pusat ekonomi yang berkelanjutan dan kompetitif di masa depan.
“Kesuksesan pertumbuhan kawasan komersial di Paramount Gading Serpong merupakan bagian dari komitmen Paramount Land yang tidak hanya mengembangkan bangunan ruko, tetapi juga membangun ekosistem bisnis dan gaya hidup, menumbuhkan komunitas dan interaksi sosial, meningkatkan value kawasan, dan mengembangkan investasi jangka panjang yang menguntungkan,” jelas Ferry John.
Dampaknya, lanjutnya, pengusaha mendapatkan foot traffic dari puluhan klaster sekitar seperti Pasadena Grand Residences, Nara Village, Malibu Village, Samara Village, sedangkan Investor menikmati kenaikan nilai aset dan potensi rental yield yang tinggi.
Terbaru, pengembang melansir ruang usaha dengan lokasi krusial di jalur penghubung Gading Serpong dan BSD City yang dilewati ribuan kendaraan per hari, dari pagi hingga malam tak pernah sepi. Namanya, Grand Boulevard Aniva. Lokasinya di komplek bisnis Aniva yang sudah ramai sekali. Ditawarkan ruko Boutique Shop, Alfresco Type, hingga Studio Loft (3–4 lantai) untuk mendukung fleksibilitas usaha.
“Mengapa brand-brand besar tertarik masuk ke ekosistem Aniva, memberikan rasa aman bagi investor karena risiko unit kosong sangat rendah. Investor harus tahu kalau produk ini memiliki established ecosystem dan vibrant commercial kuat karena dikelilingi captive market dari area komersial dan hunian yang telah hidup,” imbuhnya.
Tahap pertama, dipasarkan terbatas, hanya 44 unit. Tipe Regular tersedia 21 unit seharga mulai Rp3,2 miliar, tipe Alfresco 17 unit dibanderol Rp3,9 miliar, dan tipe Boutique Shop hanya enam unit dilego mulai Rp3,6 miliar. Seluruh unit Grand Boulevard Aniva dilengkapi AC, CCTV, dan filter air bersih. Pengembang skema pembayaran Supercash, tunai keras, KPR dengan DP 5% (tiga kali angsur), tunai bertahap dengan DP 10% (18 kali angsur), hingga harga khusus tunai bertahap tanpa DP dicicil 120 kali.





















