PropertyandTheCity.com, Jakarta– PT Jotun Indonesia (Jotun) meluncurkan Hardtop XP II, generasi terbaru polyurethane topcoat yang dirancang untuk kinerja jangka panjang, berkelanjutan, dan unggul dalam estetika. Berkat inovasi produk yang diklaim mampu memenuhi kebutuhan sektor industri dan maritim di Indonesia tersebut, Jotun siap memimpin dalam industri cat perkapalan dan proteksi.
President Director PT Jotun Indonesia, Arun Kumar, mengatakan, pihaknya memformulasikan Hardtop XP II sebagai solusi pelapis berkinerja tinggi yang mampu memberikan perlindungan jangka panjang untuk struktur baja di sektor industri, infrastruktur, dan perkapalan.
“Jotun menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan infrastruktur, industri, dan kemaritiman Indonesia melalui produk unggulan seperti Hardtop XP II. Dengan pengalaman hampir satu abad, Jotun menghadirkan pelapis berkualitas tinggi yang menawarkan perlindungan, ketahanan, efisiensi, dan estetika. Sebagai mitra terpercaya bagi konsumen dan pengembang global, Jotun terus berkontribusi pada terciptanya arsitektur visioner dengan keahlian teknis kelas dunia, memastikan solusi pelapisan yang tahan lama untuk generasi mendatang,” katanya dalam siaran pers yang diterbitkan, Senin (28/4).
Dus, Brand Manager Perfomance Coatings PT Jotun Indonesia, Rifan R, mengklaim Hardtop XP II menawarkan solusi pelapisan industri dan infrastruktur berdaya tahan tinggi, estetis, dan berkelanjutan.
“Produk ini adalah pilihan tepat bagi para fabrikator, perusahaan perkapalan, serta sektor konstruksi dan infrastruktur. Lebih spesial lagi, peluncuran Hardtop XP II di Indonesia merupakan yang pertama untuk wilayah Asia Tenggara, mengingat negara ini merupakan pasar terbesar Jotun untuk produk pelapis (coating),” ujarnya.
Peluncuran Hardtop XP II digelar bersamaan dengan agenda Customer Gathering & Networking Night di Hotel Mulia, Jakarta (25/4). Lebih dari 400 undangan dari berbagai sektor menghadiri acara tersebut, menandai bentuk apresiasi Jotun terhadap loyalitas pelanggan dan mitra strategis selama lebih dari empat dekade.





















