PropertyandTheCity.com, Tangerang– Ambisi Paramount Land menjadikan Paramount Gading Serpong (1.200 ha/Tangerang) sebagai episentrum bisnis bertaraf global kian menemukan momentumnya.
Perusahaan riset properti Indonesia Property Watch (IPW) menyebut terjadi peningkatan penjualan rumah di Tangerang sebesar 11,1% pada kuartal IV 2025, dengan rentang harga hunian Rp 800 juta hingga Rp 5 miliar menjadi pilihan yang paling diminati.
“Ada pergeseran minat pasar ke segmen lebih tinggi yang didorong oleh permintaan dari keluarga muda dan kalangan profesional mencari hunian dengan fasilitas modern dan akses strategis. Momen ini diperkuat oleh keberlanjutan insentif PPN 100 persen dari pemerintah untuk hunian hingga Rp5 miliar,” ujar CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda dalam beberapa kesempatan.
Baca Juga: Pembangunan Exit Tol di Paramount Petals, Harapan Baru Ekonomi di Kabupaten Tangerang
Konsultan properti Cushman & Wakefield melugaskan bahwa sejak paruh kedua 2025 wilayah Jabodetabek dan Karawang mendatakan lebih dari 4,500 unit residensial baru, dimana Tangerang menyumbang sekitar 55%. Pasokan yang relatif sehat ini didukung oleh penurunan suku bunga Bank Indonesia menjadi 4,75%2 pada September 2025, yang meningkatkan daya tarik pembelian rumah.
Momentum ini dimanfaatkan oleh kota mandiri Paramount Gading Serpong untuk mengakselerasi daya saing sebagai salah satu kawasan paling diminati di Tangerang Raya. Didukung reputasi Paramount Land yang konsisten dan kredibel, kawasan ini terus berkembang dengan produk adaptif, fasilitas kota yang lengkap, perencanaan terintegrasi, serta akses strategis, sehingga kepercayaan konsumen terhadap pertumbuhan Gading Serpong terus meningkat.
Pertumbuhan blok komersial di kawasan terlihat sangat progresif, khususnya di sisi selatan Kota Gading Serpong. Deretan pengembangan kawasan seperti Maggiore, Pisa Grande, Sorrento, Manhattan District, Aniva, hingga Pasadena Central District menunjukkan pertumbuhan kawasan menjadi pusat aktivitas urban yang hidup dan berkelanjutan.
“Kami mencatat penjualan gemilang pada tahun 2025, di mana Grand Boulevard Aniva Studio Loft terjual habis dalam lima tahap pra-NUP, diikuti penjualan tuntas seluruh unit ruko dan toko Maggiore Fresh Market dengan permintaan hingga lima kali lipat dari ketersediaan, serta disusul penjualan Maggiore Square West pada Januari 2026 yang menarik minat tinggi dari pasar,” kata Chrissandy Dave, Direktur Paramount Land, dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).
Tingginya intensitas aktivitas tercermin dari boulevard utama yang dilalui sekitar 15.000 kendaraan per jam pada jam sibuk, serta tingkat okupansi area komersial yang tinggi dan tetap ramai sepanjang hari. Ini relevan dengan filosofi yang diplot, ‘City Within Reach’, yakni sebuah kota yang senyaman rumah tinggal, di mana seluruh kebutuhan harian, aktivitas, dan ruang sosial dapat diakses dengan mudah dan nyaman.
“Sebagai salah satu pengembang di Gading Serpong, Paramount Land secara konsisten membangun ekosistem bisnis terbaik dengan menghadirkan anchor tenant yang dikurasi secara khusus untuk memastikan kawasan ini selalu ramai dan terus bertumbuh dalam jangka panjang,” tandas Chrissandy.





















