Beranda Berita Properti Tahun Ini Paradise Indonesia Konsentrasi Bangun 4 Proyek

Tahun Ini Paradise Indonesia Konsentrasi Bangun 4 Proyek

0
(tengah) Anthony Prabowo Susilo, President Director & CEO Paradise Indonesia dan (kanan) Surina, Director & CFO Paradise Indonesia.

PropertyandtheCity.com, Jakarta – PT Indonesian Paradise Property Tbk (Paradise Indonesia) menatap lebih optimistis bisnis properti tahun 2024 ini karena ekonomi dan pasar diperkirakan akan lebih baik. Karena itu Paradise Indonesia pede mampu meneruskan dan menyelesaikan pengembangan proyek kelanjutan tahun lalu.

Menurut Presiden Direktur dan Chief Operating Officer (CEO) Paradise Indonesia Anthony Prabowo Susilo, ada empat unit bisnis atau proyek yang realisasi pembangunannya akan diutamakan. Satu proyek berada di dalam kota Jakarta, tiga lainnya menyebar di kota lapis kedua (secondary city) di luar greater Jakarta. Yaitu, Hotel Hyatt Place di Makassar (Sulawesi Selatan), Mal 23 Paskal extension di Bandung (Jawa Barat), Mal 23Semarang di Semarang (Jawa Tengah), dan Apartemen Antasari Place di Cilandak, Jakarta Selatan.

“Tahun 2023 berjalan baik dan cukup membanggakan, dalam konteks perkembangan yang kita capai luar biasa. Perusahaan kami sedang dalam tahap transformasi visi dan misi. Tadinya dalam bentuk the best property developer dengan stakeholder, sekarang menjadi pengembang properti untuk konsumen (B2C). Jadi ke depan, bukan hanya ‘memvisikan’ itu, tetapi bagaimana visi itu diwujudukan melalui produk yang kami tawarkan,” ungkap Anthony dalam Forecast Paradise Indonesia 2024 di Jakarta, Senin (29/1/2024).

Perseroan melaporkan, pendapatan sepanjang 2023 tumbuh 20% ketimbang kinerja bisnis tahun sebelumnya. Nilainya berapa? Director dan CFO Paradise Indonesia Surina tak gamblang menyebut nominalnya musabab rangkuman kinerja perseroan masih dalam tahap audit. 

Hingga kuartal III 2023, tercatat performance pendapatan Paradise Indonesia mengalami kenaikan sebesar 54% secara tahunan menjadi Rp831,48 triliun dari posisi pada periode yang sama tahun 2022, yakni sebesar Rp540,56 triliun. Sementara dari sisi bottom line, perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp155,24 miliar. Kinerja positif tersebut umumnya didorong oleh kinerja bisnis pada sektor perhotelan yang menyumbang sebesar 43%, komersial 42% sisanya penjualan properti. 

“Q3 2022 kami belum mencatatkan revenue 31 Sudirman Suites, kita catatkan di Q4 2022 karena serah terima unit periode tersebut. Nanti pada saat closing 2023 full year saya akan memberikan estimasinya. Jadi estimasi pendapatan 2023 compared to 2022, full years-full years performance kita naik 20 persen saja. Jadi di 2024 kami juga targetkan kenaikan 20-30 persen,” ujar Surina.

Surina optimis target tersebut dapat terpenuhi kendati tahun ini memasuki main election. Proyek residensial jangkung Antasari Place yang akan mulai diserah terimakan pada kuartal akhir 2024 diharapkan dapat menjadi key project untuk pencapaian marketing sales perseroan. 

“Kita cukup yakin karena di kuartal ke-empat akan serah terima unit apartemen, jadi kita akan membukukan sebagai revenue property sales juga. Itu akan membantu push angka revenue kita karena tahun ini property sales mengambil porsi cukup besar, sekitar 20-30 persen,” imbuhnya.

Pertahankan Recurring Income

Kuatnya lini bisnis perhotelan dan komersial membuat Paradise Indonesia, mampu mencatatkan pendapatan berulang (recurring income) sebesar 85% hingga akhir September 2023.

Anthony menyebut, secara omset bisnis hotel perseroan 1% lebih tinggi dibanding mal/komersial. Tahun ini, secara terang-terangan perseroan menyatakan siap menyelesaikan dua proyek lifestyle center di Bandung dan Semarang. Alokasi dana yang disiapkan untuk konstruksi extension 23Paskal Bandung sekitar Rp250 miliar.

Anthony bilang, pembangunan kelanjutan 23Paskal Bandung didorong oleh permintaan dari para tenan dan retailer. “23Paskal Bandung waiting list tenannya sudah 2,5 tahun. Kita membangun di belakang demand, karena demand-nya sudah mencapai hampir 15.000 net leasable area namun kami hanya membangun 8.000 net leasable area. Okupansinya sudah 100 persen,” jelasnya.

Menurutnya, mal merupakan bisnis properti yang relatif dapat diprediksi dan mudah dijalankan sepanjang pengembang mengerti kebutuhan dan keinginan retailer. “Mal itu bentuk properti yang sebenarnya sangat B2C, ada puluhan ribu orang berkunjung. Dari 40.000 net leasable area di 23Paskal Bandung daily traffic 28.000-32.000 orang, bahkan kalau weekend bisa sampai 45.000 orang. Kami tinggal mendengarkan apa yang Zara mau, apa yang H&M mau, apa yang Uniqlo mau. Tanpa support dari retailer-retailer, kami tidak akan sukses membangun mal,” tukasnya.

Dengan empat proyek berjalan yang disebutkan di atas, perseroan menyiapkan cadangan belanja modal atau capex sebesar Rp1 triliun tahun ini. Penggunaan dana ini untuk kebutuhan konstruksi empat proyek baru dan peremajaan proyek eksisting.

Meski Indonesia tengah menghadapi pemilu, Anthony tak gusar terhadap daya beli masyarakat. “Sejak setahun sebelum pemilu ini menurut saya hawanya adem. Saya tidak merasa politik di tahun ini disruptive. Tahun ini pemilu lebih kondusif, prestasi kami di 2023 juga sudah tercapai,” tandasnya.

Antisipasi situasi buruk dengan mengusahakan aneka siasat supaya bisa tetap berjualan terus dilakukan Paradise Indonesia. Satu diantaranya menepati janji pembangunan proyeknya sesuai jadwal. “Sampai hari ini apartemen Antasari Place tetap membangun, bahkan pengerjaannya selalu satu bulan lebih cepat dari yang dijadwalkan,” lugas Anthony.

“Kami harus optimis meskipun tetap waspada. Growth negara kita masih cukup baik 5 persen, dibanding negara asia lainnya. Geopolitik secara global tidak bisa diprediksi, inflasi dan efek bunga harus diwaspadai. Tapi apa yang sudah berjalan di 2023 lalu mendapat dukungan pemerintah terkait regulasi (kepemilikan properti), contoh pajak di-free-kan. Perbankan juga full-support melalui uang muka ringan bahkan ada konsumen yang bisa langsung menyicil propertinya,” sambung Surina.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini