PropertyandTheCity.com, Tangerang– Tidak hanya menjadi moda transportasi umum yang melintasi jalan protokol saja, Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta bakal membangun rute baru fase 3 sepanjang 84,1 kilometer yang menghubungkan 3 provinsi sekaligus, mulai dari Balaraja, Banten, hingga Cikarang, Jawa Barat.
Setelah teken MRT Fase 3A Tomang-Medan Satria terbit, era ini berlanjut dengan penguatan konektivitas transportasi lintas wilayah, mulai dari pengembangan Transjabodetabek hingga perluasan jaringan MRT Jakarta ke wilayah Banten.
Baca Juga: Siapkan Lahan 50 Hektar, Kota Harapan Indah Resmi Diplot Sebagai Titik Stasiun MRT Medan Satria
PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) melalui dua kawasan kota terpadunya, Summarecon Serpong (Gading Serpong, Kota Tangerang) dan Summarecon Tangerang (Bitung, Kabupaten Tangerang), resmi menjajaki kerja sama pengembangan jalur MRT Koridor Timur–Barat bersama PT MRT Jakarta (Perseroda).
Studi potensi kontribusi pengembangan MRT Lintas Timur–Barat Fase 2 dengan trase Kembangan–Balaraja itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud bersama Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur dan Executive Director Summarecon Tangerang Hindarko Hasan, disaksikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (4/2).
Baca Juga: TOD JAKARTA:SIMPUL STRATEGISTRANSPORTASI JAKARTA
Turut menyaksi keputusan strategis tersebut, President Director Summarecon, Adrianto P Adhi, menyampaikan urgensi transportasi publik dalam pengembangan kota. Menurutnya, konektivitas transportasi publik menjadi salah satu pondasi dalam pengembangan kota terpadu yang berkelanjutan.
“Melalui perencanaan dan penjajakan ini, Summarecon melanjutkan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sistem transportasi massal guna mendorong peralihan dari penggunaan kendaraan pribadi,” ujarnya dalam keterangan tertulis dinukil Kamis (5/2).
Sementara itu Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, mengapresiasi dukungan pengembang properti swasta dalam menghadirkan sistem transportasi publik modern yang dibutuhkan masyarakat.
“Kami menyadari, untuk mewujudkan percepatan interkoneksi MRT Jakarta dibutuhkan dukungan pendanaan dan sumber daya lainnya. Karena itu, bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengembang swasta yang memiliki visi sejalan dalam memberikan layanan terbaik sesuai kebutuhan masyarakat, mutlak dilakukan,” lugasnya.
Summarecon, melalui unit-unit bisnisnya di wilayah Barat Jakarta, termasuk Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang, terus mengembangkan kawasan secara bertahap dan terukur—sebuah pendekatan yang telah menjadi visi perusahaan dalam membangun kota.
Baca Juga: Rekor! Pameran di 4 Mal, Summarecon Bukukan Marketing Sales Rp1,8 Triliun
Sementara itu Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur, melugaskan bahwa sejumlah proyek skala kota yang dikelolanya telah tumbuh menjadi kawasan yang hidup dan ramai.
“Summarecon Serpong memiliki basis penghuni yang kuat serta dinamika aktivitas kota yang terus berkembang. Dengan kelengkapan hunian, komersial, pendidikan, hospitality, serta ruang bagi aktivitas ekonomi kreatif, keterhubungan dengan MRT Koridor Timur–Barat akan memperkuat ekosistem kawasan yang telah terbentuk dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Sejak awal integrasi transportasi massal telah menjadi bagian dari perencanaan kawasan-kawasan yang digagas oleh Summarecon. Summarecon Tangerang misal, dirancang dengan visi jangka panjang, tentu bakal koneknya kawasan dengan MRT Koridor Timur–Barat menjadi masa depan yang baik bagi penghuni dan warga sekitarnya.
“Kerja sama antara MRT Jakarta dan Summarecon ini menjadi wujud kontribusi sektor swasta dalam mendukung agenda pemerintah untuk meningkatkan interkonektivitas antarkawasan,” imbuh Executive Director Summarecon Tangerang, Hindarko Hasan.





















