PropertyandTheCity.com, Bitung [Banten]– Potret situasi kota baru Paramount Petals (400 hektar) di barat Jakarta yang diluncurkan empat tahun lalu kini semakin ramai dan sudah banyak perubahan. Kota yang digagas oleh Paramount Land, pengembang properti yang sukses membangun Kota Gading Serpong di Tangerang, Banten, itu sudah dihuni lebih dari 600 Kepala Keluarga. Artinya, sedikitnya 1.800 jiwa telah menjalani hidup dan keseharian di Paramount Petals.
Cakupan rumah yang dibangun menyentuh angka lebih dari 1.200 unit, dimana lebih dari 900 unit telah diserah-terimakan kepada pemiliknya. Kawasannya tertata rapi, seperti infrastruktur bawah tanah yang terdiri dari jaringan kabel optik, kabel listrik, air bersih, serta CCTV kota sebagai fasilitas keamanan. Bahkan fasilitas kota untuk mendukung gaya hidup sehat pelan-pelan akan dilengkapi, mulai dari pocket park, pedestrian crossing, pedestrian lane/ jogging track, dan bicycle lane.
Baca Juga: Lapangan Padel Segera Hadir di Paramount Petals, Tahun Depan Beroperasi

Intensitas lalu-lalang penghuni dan warga sekitar didalam maupun disekitar kawasan tergolong tinggi, terlebih sejak pembukaan fasilitas Community Club seluas 4.135 m2 yang memiliki fasilitas Lobby & Lounge Space, Café, Gym, Multipurpose Court (Lapangan Basket 3 on 3 & Lapangan Futsal), Swimming Pool Olympic Size, dan Kids Pool, serta Children Playground. Juga beroperasinya Bethsaida Clinic, Alfamidi, KFC, Kongdjie, Soto H. Mamat, Taman Rasa Petals, Kampung Kecil, serta dalam waktu dekat resto ayam goreng cepat saji AW dan kuliner nusantara Warung Tekko.
“Dengan fasilitas-fasilitas yang menunjang kebutuhan penghuninya kota Paramount Petals membuka kesempatan penghuni dan masyarakat sekitar sebagai pilihan tinggal, berbisnis, dan berinvestasi terbaik dan terfavorit di barat Jakarta. Paramount Petals akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di barat Jakarta dan selatan Serpong,” Cok Putra Tri Utama, Direktur Eksekutif Project Management Paramount Land, belum lama ini di Tangerang.
Baca Juga: Taman Rasa Tempat Kongkow Baru di Paramount Petals, Dibuka untuk Umum
Pengembang pekan lalu meluncurkan Indica Grande, blok komersial terbaru menyusul habis terjualnya ruko Calico Grande. Indica Grande dipasarkan terbatas untuk mengakomodir kebutuhan ruang bisnis di koridor Bitung-Karawaci. Proyek seluas 1,8 ha itu direncanakan berisi ruko dua lantai yang menempati lahan seluas 1,4 hektar, sementara sisa lahan akan digunakan sebagai arena olahraga padel. Tersedia dalam dua tipe ukuran, L4,5×10 dan L4,5×12, unit komersial ini dipasarkan dengan harga mulai Rp1,5 miliar.
Komitmen Penuhi Janji
Konektivitas yang semakin baik khususnya setelah tersambungnya beberapa ruas tol bukan hanya mendorong perekonomian kawasan tapi juga menjadi favorit untuk lokasi hunian.
Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna juga memberikan pandangannya. Menurutnya, koridor barat adalah real Jakarta masa depan dan new greater Jakarta adanya di poros barat karena harga rumah di Jakarta sudah mahal dan biaya hidup tinggi akan membuat masyarakat mencari quality of life, nyaman, aman, udara bersih, lingkungannya bagus dan diversity-nya banyak.
“Kemudahan dalam mengakses kawasan menjadi kata kunci pertumbuhan kawasan. Koridor barat Jakarta sekarang sudah tersambung dengan koridor timur di mana kedua poros tersebut memiliki basis ekonomi yang hampir sama yaitu industri. Bedanya koridor barat lebih unggul karena poros barat memiliki fasilitas yang lebih lengkap, pengembang besar berskala kota lebih banyak, dan sudah terbangun kawasannya dengan desain lebih baik,” bebernya.

Pengembang Paramount Land setelah sukses dengan pengembangan Paramount Gading Serpong terus bergerak ke arah lebih barat dengan mengembangkan Paramount Petals sejak tahun 2021 lalu.
Menurut Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi, Paramount Petals akan menjadi township yang memiliki akses tol langsung (direct access toll) yang pembangunan fisiknya ditargetkan selesai pada tahun 2025. Pihaknya berjanji akan segera menyelesaikan pembangunan modifikasi exit tol Bitung KM 25 di ruas tol Jakarta-Merak sebagai akses langsung ke dalam proyek township yang dikembangkannya, Paramount Petals (+ 400 ha). Setelah melakukan prosesi ground breaking pada Juli 2024 lalu, kini pembangunan exit tol ini hampir rampung.
“Kami berupaya untuk komitmen penuhi janji. Saat ini sudah 95 persen rampung. Kemudian akan kami ajukan Uji Layak Fungsi dan Uji Layak Operasi. Kuartal pertama tahun depan sudah beroperasi. Melalui akses tol langsung di koridor Jakarta-Merak, Paramount Petals terhubung ke berbagai destinasi lain seperti Bandara Soekarno Hatta, Pelabuhan Merak, tol JORR, tol Serbaraja, dan lainnya. Ini yang membuat Paramount Petals memiliki keunikan dengan menjadi township yang memiliki direct access toll,” ujarnya kepada awak media di acara Media Gathering Perayaan Ulang Tahun ke-19 Paramount Enterprise International (holding Paramount Land), Kamis (13/11).
Baca Juga: 19 Tahun Kiprah Paramount Enterprise International, Pertegas Enriching Lives
Di lain waktu, Cok Putra Tri Utama, Direktur Project Management Paramount Land, Cok Putra Tri Utama, mengutarakan, bahwa tahapan kritikal pengerjaan akses tol langsung tersebut sudah terlewati, yaitu pada saat erection steelworks bridge di atas tol eksisting Jakarta-Merak.
“Ini adalah proses terpenting karena pendirian struktur baja yang menjadi bagian utama sebuah jembatan layang, melibatkan pengangkatan, penempatan, dan penyambungan elemen-elemen baja secara presisi sesuai desain jalan layangnya. Jadi critical point sudah selesai,” ujar Cok.
Baca Juga: Paramount Petals Menuju Perkotaan Hijau dan Cerdas
Ia menyebut sisa pengerjaan tinggal 5 persen lagi mencakup finishing pintu gerbang, pengaspalan jalan, penerangan dan landscape. Pintu tol Petals nantinya terkoneksi langsung dengan bulevar utama Paramount Petals selain melintasi Jalan Raya Pasir Randu, Curug.
Panjang akses tol yang akan dibangun sekitar 5,5 kilometer (km) diikuti pembangunan fly over atau jembatan layang sepanjang 500 meter dan terkoneksi dengan jalan bulevar perumahan yang memiliki empat lajur selebar (RoW) 50 meter. Dengan dioperasikannya gerbang tol Petals KM 25 itu, penghuni Paramount Petals dan juga warga Curug, Bitung dan sekitarnya yang terkoneksi satu sama lain, butuh kurang dari 40 menit menuju Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang. Begitu pula ke berbagai penjuru Jabodetabek dan kawasan bisnis Gading Serpong-BSD City, hanya puluhan menit.
“Ke depannya akses dari dan menuju Paramount Petals akan sangat mudah sekali, dengan begitu nilai aset properti dijamin akan meningkat,” lugas M. Nawawi.
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri
- Andrian Saputri





















