PropertyandTheCity.com, Jakarta– Al Qilaa International (Qatar) memulai realisasi pembangunan 1 juta rumah di Indonesia, sebagai bentuk dukungan terhadap program 3 juta rumah pemerintahan Presiden Prabowo Subainto.
Perusahaan bagian dari Al Qilaa Global Group ini, resmi membuka kran penjualan apartemen di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kampung Bandan, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.
Pada tahap awal Al Qilaa akan membangun 100.000 unit. Nota kesepahaman (MoU) pembiayaan pembangunannya sudah diteken di Doha, Qatar, pada April 2025 lalu dengan Bank BTN, disaksikan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah.
Tahap awal sedianya dipasarkan dua tipe unit luas 25 m² (1 kamar tidur) dan 36 m² (2 kamar tidur) dibanderol seharga mulai Rp360 juta. Calon konsumen sudah bisa mengambil nomor urut pendaftaran (NUP) yang dibuka pada 15 Januari. Pembelian secara kredit akan difasilitasi oleh BTN baik berupa KPR konvensional maupun syariah.
Rencananya hunian jangkung ini akan dirancang kekinian dengan mengadopsi desain modern dilengkapi sekolah, taman bermain, masjid, ruang komunal, serta sistem hunian pintar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, investor global, dan para mitra strategis dalam pengembangan hunian vertikal tersebut.
“Inisiatif ini sejalan dengan komitmen BTN sebagai bank yang fokus pada pembiayaan perumahan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau, khususnya di kawasan perkotaan,” ujarnya dalam siaran pers dikutip Sabtu (17/1).

Sementara itu Ketua Satgas Perumahan, Hashim S. Djojohadikusumo, menyebut bahwa peluncuran apartemen kelas menengah dan menengah ke bawah ini menjadi langkah nyata menuju tercapainya program 3 Juta Rumah.
“Dengan dukungan investasi global dan kolaborasi nasional, kita tidak hanya menyediakan perumahan, tetapi juga membangun komunitas inklusif dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah menuturkan, peluncuran proyek hunian Al Qilaa ini, menunjukkan kesiapan pemerintah mendukung pemenuhan kebutuhan rumah layak dan terjangkau sesuai dengan visi Presiden Prabowo Subianto.
“Setiap keluarga Indonesia memiliki akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau. Bersama-sama, kita sedang meletakkan fondasi bagi komunitas inklusif yang akan memperkuat kohesi sosial dan meningkatkan kualitas hidup bagi generasi mendatang,” ucap Fahri.
Misi Mulia untuk 15 Juta Keluarga
Proyek Al Qilaa digadang-gadang sebagai misi mulia musabab saat ini masih ada 15 juta keluarga Indonesia yang menunggu punya hunian layak dan terjangkau, ditambah 26 juta keluarga yang masih menghuni rumah tidak layak huni (RTLH).
Sebab itu, HE Sheikh Abdulaziz Al Thani, Chairman Al Qilaa Global Group berjanji hunian yang didapuknya ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan bagian dari ekosistem hunian berkelanjutan yang mendukung kehidupan komunitas.
“Kami percaya proyek ini akan menjadi simbol persahabatan erat antara Qatar dan Indonesia, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” lugasnya.
Al Qilaa akan bekerja sama dengan sejumlah perusahaan dalam proyek ini. Yaitu, BTN untuk pembiayaan, serta PT China Communications Construction Indonesia (CCCI) sebagai kontraktor dan Risjadson Land melalui Epic Property sebagai agen tunggal pemasaran.





















