Jakarta, Propertyandthecity.com – Lantai kayu memang tak pernah kehilangan pesonanya. Tekstur alami dan nuansa hangat yang dihadirkannya mampu memberi karakter pada sebuah bangunan. Namun, untuk area luar ruang, tampilan saja tidak cukup. Material juga dituntut tahan terhadap cuaca, minim perawatan, aman, sekaligus mampu bertahan dalam jangka panjang.
Melihat kebutuhan tersebut, RB SHERA menghadirkan RB SHERA MAESTRO, decking premium berbasis papan silikat yang menggabungkan estetika kayu alami dengan teknologi material modern.
Chief Commercial Officer RB SHERA, Gigih Bayu Perkasa, mengatakan peluncuran RB SHERA MAESTRO merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjawab perubahan kebutuhan industri konstruksi yang kini tidak hanya mengutamakan kekuatan material, tetapi juga desain dan keberlanjutan.
“Kami melihat kebutuhan pasar terus berkembang menuju material bangunan yang tidak hanya kuat dan tahan lama, tetapi juga mampu memberikan nilai estetika sekaligus mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan. RB SHERA MAESTRO kami hadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut sekaligus mempertegas komitmen RB SHERA untuk terus menghadirkan inovasi papan silikat yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan industri konstruksi Indonesia,” ujar Gigih Bayu Perkasa saat peluncuran RB SHERA MAESTRO di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Rabu (8/7/2026).
Senada dengan itu, Sales & Product Support Department Head RB SHERA, Ayu Pratiwi, mengatakan MAESTRO dikembangkan untuk menjawab kebutuhan material decking yang tidak hanya mengedepankan tampilan menyerupai kayu, tetapi juga keamanan dan daya tahan untuk penggunaan luar ruang.
“Kami memahami bahwa konsumen membutuhkan decking yang memadukan style dan safety. MAESTRO hadir sebagai solusi luar ruang premium yang tahan air, anti-rayap, dan memberikan rasa aman tanpa repot perawatan,” jelasnya saat ditemui Property and the City.
Mengusung konsep Triple S (Style, Safety, Sustainability), RB SHERA MAESTRO menawarkan kombinasi desain, keamanan, dan keberlanjutan dalam satu produk.
Dari sisi Style, produk ini menggunakan teknologi Color Through dengan pigmen anorganik berkualitas tinggi yang menjaga warna tetap konsisten sekaligus tahan terhadap sinar UV, panas, goresan, noda, hingga perubahan warna.
“Material RB SHERA telah terbukti dapat diaplikasikan pada area eksterior dengan daya tahan yang tinggi. Selain memiliki perawatan yang minim (low maintenance) dan tahan terhadap rayap, produk ini juga memiliki warna yang stabil karena warna menyatu hingga ke seluruh lapisan material. Dengan demikian, produk tidak memerlukan proses coating di lapangan dan dapat langsung dipasang pada rangka hollow,” ujar Ayu.
Sementara dari sisi Safety, MAESTRO telah mengantongi sertifikasi Fire Rated A1, standar ketahanan api tertinggi di Eropa. Produk ini juga dilengkapi permukaan antislip sehingga lebih aman digunakan pada area balkon, taman, kolam renang, hingga jalur pejalan kaki.
Tak hanya itu, aspek Sustainability juga menjadi perhatian. MAESTRO diproduksi menggunakan semen rendah karbon, serat selulosa bersertifikasi FSC, serta memanfaatkan energi surya dan biomassa dalam proses produksinya guna mendukung pembangunan yang lebih ramah lingkungan.
“Kami menggunakan material yang telah memiliki sertifikasi global, sehingga produk kami lebih berkelanjutan dibandingkan banyak produk sejenis. Selain itu, produk kami tidak menggunakan material kayu, sehingga menjadi alternatif terbaik, khususnya untuk kebutuhan dekoratif. Produk ini juga sangat cocok bagi konsumen yang sedang mencari decking premium,” ungkapnya.
RB SHERA MAESTRO hadir dalam tiga pilihan warna, yakni Ebony, Chestnut Brown, dan The Teak, yang dirancang menghadirkan tampilan kayu alami hingga ke bagian dalam material.
Fokus Bangun Awareness Produk Baru
Pada tahun pertama peluncuran MAESTRO, RB SHERA akan berfokus pada pembangunan awareness dan edukasi pasar. Strategi ini bertujuan memperkenalkan MAESTRO sebagai solusi lantai premium dengan tampilan tekstur kayu yang memadukan estetika, daya tahan, dan kemudahan perawatan.
“Kami ingin membangun mindset bahwa untuk menghadirkan lantai dengan tampilan tekstur kayu, tidak harus selalu menggunakan kayu alami. MAESTRO hadir sebagai alternatif yang menawarkan tampilan estetis, daya tahan tinggi, serta perawatan yang lebih mudah untuk berbagai aplikasi,” ujar Ayu.
Melanjutkan penjelasan tersebut, Specifier Associate RB SHERA, Rina Rosada, mengatakan MAESTRO menghadirkan lebih dari sekadar tampilan lantai bertekstur kayu. Material papan silikat yang digunakan memberikan nilai tambah melalui daya tahan yang tinggi, stabilitas material, serta kebutuhan perawatan yang minim, sehingga menjadi solusi lantai yang ideal untuk berbagai aplikasi.
“Produk kita 100% bebas unsur plastik sehingga pergerakan muai-susutnya sangat minim dan memiliki stabilitas dimensi yang sangat baik. Meskipun tampilannya sehangat kayu alami, bahan dasar papan silikat membuatnya luar biasa tangguh menghadapi cuaca ekstrem dalam jangka panjang,” jelasnya.
Ketangguhan dan nilai estetika premium dari MAESTRO ini nyatanya juga tercermin pada lini produk lainnya. Secara komprehensif, RB SHERA menghadirkan solusi bangunan total berbasis papan silikat yang mencakup aplikasi plafon, dinding, lantai, dekoratif, hingga atap.
“RB SHERA hadir memenuhi kebutuhan para arsitek melalui solusi yang lengkap, mulai dari solusi plafon, dinding, lantai, dekoratif, hingga atap. Didukung berbagai pilihan produk, baik dalam bentuk lembaran (board) maupun papan memanjang (plank), RB SHERA menghadirkan solusi yang sesuai untuk berbagai aplikasi bangunan. Dengan kelengkapan tersebut, RB SHERA menjadi solusi total inovasi bangunan yang memudahkan pelanggan mendapatkan berbagai kebutuhan material berkualitas dalam satu merek,” pungkas Rina.
Wujudkan area luar ruang premium yang aman dan bebas repot sekarang juga. Untuk informasi lebih lanjut, konsultasi, dan pemesanan RB SHERA MAESTRO, hubungi WhatsApp RB SHERA +62 813-9895-8305 atau kunjungi website www.rbshera.co.id dan temukan ragam inspirasi desain melalui Instagram @rbshera.
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie
- Tentya Richyadie





















