Top 5 This Week

Related Posts

16 Tahun Summarecon Bekasi: Kikis Stigma Bekasi, Dari “Planet Lain” Jadi Trendsetter Hunian dan Gaya Hidup Holistik di Koridor Timur

PropertyandTheCity.com, Bekasi [Jawa Barat]– 12 tahun lalu, persisnya tahun 2014 sebuah majalah properti kawakan di Jakarta menobatkan SpringLake sebagai Apartemen Favorit di Kota Bekasi, Jawa Barat, karena berhasil menjual 2.247 unit di tiga tower pertama pada hari launching, April 2014. Penjualan ini fenomenal dan mengesankan, musabab situasi ekonomi pada saat itu tengah lesu dan Bank Indonesia menerapkan kebijakan moneter ketat.

Keberhasilan itu tidak lepas dari kemampuan pengembang sekaligus pengonsep SpringLake, PT Summarecon Agung, Tbk., mencerna gaya hidup warga kota yang makin praktis dan mengidentifikasi tipe hunian yang paling dibutuhkan masyarakat, khususnya di lingkaran Bekasi Raya, saat itu.

Baca Juga: Gebyar Promo dan Hadiah di Summarecon Expo 2025, Apartemen Siap Huni Diskon Hampir Rp100 Juta

Faktor lain yang menambah selling point, lokasi apartemen yang berada di township baru Summarecon Bekasi dengan kualitas dirancang setara kota juga menambah daya tarik. Misalnya, lingkungannya memakai konsep real estat dan klaster, jalan utamanya super lebar (38 meter) dengan taman di median dan blok komersial di kiri-kanan yang ramai dan hidup. Posisinya berada di ring satu Kota Bekasi, dan mudah diakses dengan kereta.

SpringLake sebagai Apartemen Favorit di Kota Bekasi, Jawa Barat, karena berhasil menjual 2.247 unit di tiga tower pertama pada hari-H launching, April 2014. [Dok Foto: Summarecon]
Janesty Lewarisa (39) dan suaminya, Garry (41), warga Rawakuning, Cakung, Jakarta Timur, ini tertarik membeli apartemen seharga mulai Rp200 jutaan tersebut karena ia mempunyai ekspektasi tinggi terhadap prospek properti di kawasan ini. Mereka membeli satu unit tipe 2 bedroom ukuran 40-an meter persegi.

“Harganya waktu itu masih Rp550 jutaan. Kami ambil KPA 10 tahun. (Cicilannya) sudah lunas. Masih tersewa sampai Agustus 2027, dengan biaya sewa setahun Rp52 juta. Tapi karena (penyewa) ambil 5 tahun jadi Rp50 juta per tahun, hitungannya lebih murah karena sudah full furnish,” kata wanita yang akrab disapa Esty, ini.

Beda lagi cerita Radian (40). Radian menilai, rekam jejak Summarecon yang sudah mengembangkan kota baru Summarecon Kelapa Gading (Jakarta Utara) dan Gading Serpong (Tangerang-Banten) juga ikut menentukan keputusannya. Warga Ciputat, Tangerang Selatan, ini rela bolak-balik ke Kota Bekasi hanya karena ingin memiliki aset properti di Summarecon Bekasi. Desember 2014, ia membeli satu unit tipe Studio (18 m2).

“Mikirnya kapan lagi punya properti Summarecon yang harganya masih Rp280 jutaan. Apalagi pas tahu lokasinya dekat stasiun kereta. Saya beli tunai, sebagian dari tabungan, sisanya nekat ajukan pinjaman ke bank. Apartemennya saya sewakan, masih terisi. Palingan cek unit sebulan sekali,” aku General Manager salah satu perusahaan IT di Sudirman, Jakarta, ini.

Baca Juga: Summarecon Discovery: Melongok Cerita, Arsip dan Rekam Jejak Perjalanan 50 Tahun Summarecon

Sebagai informasi, kawasan Kelapa Gading dikenal sebagai salah satu daerah elit di Ibukota (Jakarta, masa itu) yang diperebutkan banyak pengembang. Kawasan ini menjadi ‘tambang uang’ karena nilai propertinya tinggi. Namun, tak banyak pengembang yang dapat mengibarkan bendera di sana. Terbatasnya tanah jadi pangkal sebab. Setidaknya, salah satu pengembang yang berkibar di Kelapa Gading adalah Summarecon Agung.

Di tahun yang sama saat SpringLake meraih penghargaan presitisius tersebut, Summarecon Kelapa Gading melansir superblok The Kensington di jalan utama Kelapa Gading. Segmennya menengah atas dan premium mencakup apartemen, perkantoran dan komersial. Hasilnya, selalu mengilat.

Kepiawaian developer mengembangkan Summarecon Kelapa Gading juga menjadi faktor yang meyakinkan konsumen untuk membeli proyek-proyek Summarecon lainnya, termasuk Summarecon Bekasi.

Kecepatan perusahaan dalam mengembangkan proyek tidak lepas dari pengalaman dan keahlian para pendiri dan profesional perusahaan. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), 10 Juni 2015, Adrianto Pitoyo Adhi didapuk menjadi Direktur Utama menggantikan Johannes Mardjuki. Adhi, sapaannya, bukan ‘orang baru’ di industri properti. Sejak 2005, arsitek lulusan Universitas Diponegoro, Semarang, itu menjabat Executive Director Summarecon Agung dan menjadi punggawa proyek Summarecon Kelapa Gading dan Summarecon Bekasi.

Baca Juga: Kisah Sukses Direktur Utama Summarecon Adrianto P. Adhi: Meniti Jalan Profesional dengan Integritas, Loyalitas, dan Rasa Syukur

Summarecon Bekasi salah satu yang memberi konstribusi besar terhadap pendapatan Summarecon Agung. Tahun 2014, saat pasar properti nyungsep, kota baru yang masuk dalam kawasan Margamulya, Bekasi Utara, itu malah membukukan penjualan Rp900 miliar, melampaui Summarecon Serpong yang menangguk penjualan Rp590 miliar.

Township seluas 270 hektar itu tak hanya fokus pada pengembangan TOD dan fasilitas publik berstandar internasional, tetapi menjadi proyek pemukiman skala kota yang baik semestinya harus menciptakan lingkungan yang lebih baik dengan fokus pada kualitas hidup warganya.

“Dalam perjalanannya, Summarecon tak hanya membangun dan menambah fasilitas Summarecon Bekasi, namun juga konsisten memperbaiki kota rancangannya agar humanis, bersih, sehat, dan laik huni,” kata Adrianto Pitoyo Adhi, disapa Adhi, saat menghadiri peluncuran Summarecon Discovery dalam rangka perayaan 50Th Summarecon Agung, di Jakarta, medio November 2025 lalu.

Baca Juga: 16 Tahun Summarecon Bekasi, Metropolis Ulung yang Tak Sekadar Kota Satelit

Di usia ke-16 tahun, wajah Summarecon Bekasi kian kinclong. Bukan hanya commercial strip  yang kian hidup dan jadi jujugan warga Bekasi dan sekitarnya, tapi fasilitas dan fungsi komersial terdistribusi baik, berdekatan dengan setiap distrik hunian. Pun komplek hunian juga dirancang ergonomis karena dikembangkan dengan sistem satu bukaan akses ke jalan utama, blok komersial dan pusat gaya hidup Summarecon Mall Bekasi (SMB). Ulang-alik penghuni dan ribuan pekerja kian intens membuat kawasan makin hidup, terlebih setelah Summarecon Mall Bekasi tahap 2 dibuka untuk umum.

“Tahun ini kami tetap teguh dan komitmen bahwa industri properti akan menyumbangkan pertumbuhan ekonomi dengan angka proporsional sepanjang middle market bertumbuh. Industri ini menjadi salah satu penggerak pertumbuhan nasional. Ada 185 lebih sub sektor industri yang nempel pada industri properti, dan Summarecon menjadi bagian dari industri ini yang terus ingin bertumbuh supaya perekonomian nasional berjalan bagus,” papar Adhi.

Menuju Kawasan Hijau Cerdas

Dihubungi Property and The City, Pengamat Perkotaan Nirwono Joga menuturkan, urbanisasi adalah bagian dari proses menjadi kota yang tidak bisa dihindari. Sebabnya, pembangunan perkotaan harus direncanakan dengan matang untuk menghadapinya.

Salah satu keistimewaan dari kawasan Summarecon Bekasi memadukan konsep lifestyle centre dengan interactive green area, utamanya di Jalan Boulevard Summarecon Bekasi. [Dok Foto: Summarecon]
Jika sebuah kota dirancang seksama, kata Joga, maka urbanisasi berpeluang menjadi mesin pertumbuhan yang mengurangi kesenjangan dan mendorong tanggung jawab sosial.

“Proyek kota baru menjadi magnet dan lokomotif pertumbuhan properti di suatu kawasan, bahkan banyak hunian menengah dibangun di sekitar kota baru agar dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia di tempat itu. Tapi yang harus ditegaskan adalah, sebuah kota baru semestinya mampu meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan hidup,” ungkapnya, melalui sambungan seluler, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, merancang perkotaan dan metropolitan dengan konsep polisentris melalui pengembangan kota satelit baru dan mandiri, didukung kawasan terpadu multifungsi dan transportasi massal adalah jawaban dari tantangan meledaknya urbanisasi di Indonesia.

“Energi hijau dipikirkan, pengelolaan air dimaksimalkan, sistem pengelolaan sampah dan limbah, transportasi umum, dan intensifnya keterlibatan partisipasi warga, sebenarnya membuat desain hunian dan tata ruang sebuah kota bisa dirancang dengan eco-friendly. Kita semua berharap developer sudah mengarah pada keberlanjutan atau properti hijau cerdas,” terang Joga.

Sebagai proyek berskala kota yang berorientasi ke masa depan, Summarecon Bekasi juga dikembangkan dengan memerhatikan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial-budaya dan lingkungan hidup dengan tujuan agar ada keberlanjutan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia tanpa harus mengurangi peluang generasi yang akan datang untuk menikmati kondisi yang sama.

Salah satu keistimewaan dari kawasan Summarecon Bekasi memadukan konsep lifestyle centre dengan interactive green area, sebagai bagian dari konsep eco-friendly development. Dari total kawasan 270 hektar, lebih dari 40 persen di antaranya dijadikan green belt area dengan berbagai fasilitas pendukung seperti, taman-taman, water feature, seating area, pedestrian walk, bike path, serta area jogging.

Konsep pengembangan masterplan Summarecon Bekasi saat ini bertumpu pada Boulevard Summarecon Bekasi, yaitu jalan utama selebar 38 m yang menghubungkan 2 pintu tol masing-masing di ruas tol Jakarta-Cikampek (exit tol Bekasi Barat) dan Becakayu (exit tol Marga Jaya). Di setiap kawasan sekitar pintu tol ini dikembangkan Central Business District (CBD) yang merupakan distrik khusus untuk fungsi komersial, pendidikan, perkantoran, hunian high end, dan fasilitas olahraga dan kesehatan modern.

Saat ini sudah dikembangkan CBD yang terhubung langsung dengan pintu tol Bekasi Barat. Berbagai pusat ritel sudah melengkapi CBD ini. Bahkan beberapa perusahaan besar pun sudah berkantor pusat di sini. Digagas sejak 2010, hingga saat ini developer telah memasarkan 3.183 unit rumah di 12 klaster, dan 4 menara apartemen mencakup 4.824 unit.

“Summarecon Bekasi hadir untuk memenuhi kehidupan permukiman laik huni, membangun pusat pertumbuhan ekonomi dan layanan mobilitas di wilayah timur Jakarta,” ucap Executive Director Summarecon Agung, Magdalena Juliati, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Pamor Timur Jakarta Ikut Melesat

Magdalena menyampaikan, pembangunan Summarecon Bekasi berbasis wilayah pengembangan kawasan strategis yang saling terhubung dan mendukung, agar mampu membangun ketahanan ekonomi lokal, mengatasi kemacetan lalu lintas, menyediakan perumahan laik huni, hingga membuka lapangan kerja dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Saksi dari upaya dan kerja keras Summarecon dalam membangun wilayah timur Jakarta khususnya Kota Bekasi, salah satunya adalah kehadiran jalan layang (flyover) yang menghubungkan kawasan selatan dengan utara Kota Bekasi. Jalan layang ini diberi nama “Flyover Kyai Haji Noer Ali Summarecon Bekasi”. Diresmikan 13 April 2013 silam oleh Komisaris Utama Summarecon Agung, Soetjipto Nagaria.

Flyover Kyai Haji Noer Ali Summarecon Bekasi. [Dok Foto: web Summarecon Bekasi]
Tak asal bangun, flyover ini memiliki konstruksi canggih dengan metode balanced cantilever, alias tanpa tiang penyangga. Jembatan layang ini memiliki 4 jalur sepanjang 130 meter dan lebar 22 meter, dibangun melintasi jalur kereta api dan menuju Stasiun Besar Bekasi.

Summarecon sengaja membangun flyover ini untuk melerai kemacetan dan menghubungkan Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan dengan kawasan Kota Summarecon Bekasi di Bekasi Utara. Dengan akses yang makin mudah, terbukti kini sangat menunjang kelancaran aktivitas perekonomian di Summarecon Bekasi yang dikembangkan dengan konsep kota mandiri, apa saja mudah dicari.

“Aktivitas ekonomi semakin hidup karena Summarecon Bekasi makin mudah diakses. Investasi properti otomatis meningkat pesat,” imbuh Magdalena.

Sebagai compact city dengan kawasan hunian, mal, serta fasilitas lain yang memadai, tak jarang orang dari luar kota menyambangi Summarecon Mall Bekasi untuk belanja atau berkumpul dengan kawan-kawan. Lokasi Summarecon Mall Bekasi yang berseberangan dengan Tol Becakayu juga sehamparan dengan Stasiun Bekasi yang dilayani commuter line menuju Manggarai, Sudirman, dan Tanah Abang. Warga juga bisa mengandalkan LRT Jabodebek trase Bekasi dengan pemberhentian di Stasiun Bekasi Barat untuk menuju Summarecon Mall Bekasi.

Baca Juga: Top! Kota Bekasi Punya Mal Baru Dilengkapi Pusat Kebugaran, Asyik Nongkrong di Rooftop

Menurut Magdalena, kawasan Summarecon Mall Bekasi yang terintegrasi dengan stasiun KRL Bekasi dan LRT Bekasi Barat ini merupakan salah satu wujud konsep pengembangan kawasan Summarecon Bekasi yang berbasis transit oriented development (TOD), yaitu suatu pengembangan kawasan yang berbasis pada transportasi massal. Di sisi lain, konsep tersebut juga menomorsatukan pejalan kaki atau warga yang mobilitasnya tidak menggunakan kendaraan bermotor. Basis TOD ini akan terwujud dengan dukungan dari stasiun Bekasi yang memang sejak awal berada dalam kawasan Summarecon Bekasi. Stasiun ini akan menjadi sentral dari pengembangan berbasis TOD di Summarecon Bekasi.

Dampak dari perubahan flyover dan stasiun kereta itu besar sekali. Summarecon dapat mengoptimalkan pengembangan konsep hunian dan komersial menjadi lebih tertata berdasarkan zona peruntukan, aksesibilitas, fasilitas, dan penghijauan.

Summarecon Bekasi pun semakin bergengsi dan kian menarik para pebisnis dan profesional yang mengidam-idamkan tinggal di kawasan elitnya timur Jakarta. Karenanya setiap produk yang dilansir ke pasar belakangan selalu mendapatkan respon yang sangat baik dari para konsumen. Bahkan, klaster rumah high-end Soultan Island diklaim laku 20 unit, padahal rumahnya dilego Rp9,3-29 miliaran per unit.

Summarecon Bekasi Tingkatkan Hunian Berkualitas Lewat Klaster Ultra-Luxury Soultan Island.

Soultan Island menawarkan tiga tipe rumah, yakni tipe Yellow dengan luas tanah 300 m² dan luas bangunan 374 m², tipe Green dengan luas tanah 350 m² dan luas bangunan 419 m², serta tipe Blue dengan luas tanah 600 m² dan luas bangunan 498 m².

“Tahun ini, pengembangan difokuskan pada klaster Soultan. Seiring naiknya kelas Summarecon Bekasi, kami juga ingin meningkatkan kualitas dan segmen huniannya. Target penjualan bisa mencapai sekitar Rp400 miliar,” tegas Magdalena.

Baca Juga: Summarecon Agung dan KAI Indonesia Kerjasama Bangun TOD Summarecon Bekasi

Sebagai refleksi lanjutan konsep kota berkelanjutan, agar warga-warga tak terlalu bergantung pada kendaraan bermotor, Summarecon bersama Kereta Api Indonesia membangun Station Extention dan Connecting Skybridge yang sekaligus akan menjadi akses baru stasiun kereta api di Bekasi, selain menyediakan pedestrian walk, bike line, serta angkutan internal dan BISKITA Trans Bekasi Patriot yang menghubungkan antar moda transportasi publik dengan Summarecon Mall Bekasi.

Inilah bentuk spirit Summarecon Bekasi “Discover Wonderful Life in a World Class City” yang selalu bersandarkan pada tiga aspek penting, yaitu live (dapat dilaksanakan, nyaman dihuni dan hidup), work (strategis untuk bekerja), dan play (betah untuk jalan-jalan atau melepas penat) agar menjadi suatu kawasan pemukiman yang lestari sampai puluhan tahun mendatang.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles