Top 5 This Week

Related Posts

‘Nestapa’ Anak Muda Ingin Punya Rumah: Antara Mahalnya Uang Muka, Durasi Cicilan Dan Jauhnya Perumahan Harga Terjangkau

Rumah Murah Tapi Jauh

Desinta, 27 tahun, karyawan swasta yang bekerja di Jakarta Selatan menceritakan kesulitannya mencari rumah yang dekat dengan tempat kerjanya.

“Uang muka gede, cicilan juga gede dan lama. Harga yang lebih murah adanya di sekitar Bekasi dan Tangerang, sudah begitu semuanya masuk area kabupaten, bukan di kotanya,” kata Desinta.

Jika membeli rumah di Kabupaten Bekasi atau Kabupaten Tangerang, Desinta butuh waktu 1,5 hingga 2 jam untuk pergi ke kantornya dalam sekali jalan. Artinya, waktu 3-4 jam sehari akan dihabiskan dalam perjalanan pergi dan pulang kantor.

“Saya sudah menabung, tapi makin lama harga rumah juga makin naik, kayaknya nggak bakal terkejar,” kata dia.

Saat ini Desinta masih tinggal di sebuah kamar kos, yang biaya sewanya juga terus naik setiap tahunnya. “Bayar kosnya bulanan, tapi setiap tahun naik Rp200 ribu,” ungkapnya.

Wildan Fatur, warga Depok, Jawa Barat, yang baru saja menikah, masih berusaha mencari rumah yang sesuai dengan anggarannya. Dia sudah beberapa kali melakukan survei di perumahan, tapi masih terkendala mahalnya uang muka. “Uang mukanya melebihi tabungan, Rp40 juta belum termasuk uang administrasi dan notaris,” kata dia.

Ia memutuskan untuk menunda membeli rumah tahun ini, dan akan menambah jumlah tabungannya sembari mencari-cari rumah yang pas dari segi kemampuan bayar dan lokasi tidak terlalu jauh dari tempat kerjanya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. “Palingan cari rumah petak di sekitar Depok tapi seken. Gak apa-apa yang penting rumah sendiri, dan bisa terbeli,” tukasnya.

Beberapa bank BUMN telah menjadikan generasi milenial sebagai sasaran mereka. Tapi, bank-bank tersebut menetapkan syarat khusus tertentu. Bank BTN, misalnya, menawarkan program pinjaman dengan jangka waktu 30 tahun. Bank Mandiri punya program cicilan khusus untuk mereka yang punya rekening gaji di bank tersebut dan telah bekerja selama minimal satu tahun.

Meski begitu, nyatanya masih ada beberapa kaum muda yang mengatakan tidak ingin membeli rumah. Salah satunya adalah Ghifari (28 tahun), seorang wartawan di media online. Dia menyatakan tidak ingin punya rumah sendiri karena cicilannya terlalu panjang. Ghifari hanya memimpikan tinggal di sebuah apartemen kecil sewaan. Tinggal di apartemen, menurutnya memberikan banyak privasi, tanpa perlu berinteraksi dengan tetangga sekitar.

“Membayangkan proses KPR, lalu masuk ke tahap cicilan selama puluhan tahun, bahkan kawan saya ada yang sampai 25 tahun mencicil rumah, rasanya saya tidak sanggup. Sudahlah, sewa apartemen di tengah kota saja cukup,” pungkas warga asli Kota Bekasi ini. ( Andrian Saputri)

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles