Beranda Urban Renewal ALUN-ALUN SINGAPARNA, TAKJUB PESONA GEBU SINGAPARNAALUN-ALUN SINGAPARNA,

ALUN-ALUN SINGAPARNA, TAKJUB PESONA GEBU SINGAPARNAALUN-ALUN SINGAPARNA,

0
Alun alun Singaparna

Kota bisa berubah wajah sedemikian rupa. Bisa karena merespon sesuatu, tapi bisa juga melalui perencanaan yang panjang. Satu diantaranya,
Alun-Alun Singparna di kawasan Tasikmalaya, Jawa Barat, ini.

baca juga, Didukung Teknologi AI, Samsung Pamerkan Peralatan Dapur Canggih pada CES 2024

Sebuah kota, tidak seperti bayangan banyak orang, adalah sebuah ekosistem yang punya nyawa. Ia punya degup jantung, memiliki renjana, ketakutan, kekhawatiran, dan kebahagiaannya sendiri. Sebuah kota adalah wajah para penduduknya, juga mereka yang mengaturnya. Namun kota juga tidak melulu seperti manusia. Ia akan terus ada, meski manusia datang dan pergi, lahir dan mangkat. “Karena kota tidak seperti manusia,” ujar novelis John Updike suatu ketika. “Kota akan terus ada dan ada, meski alasan mereka untuk tetap ada sudah hanyut dibawa arus sungai menuju ke laut,” terusnya.

Maka kita tengok, kota bisa berubah wajah sedemikian rupa. Bisa karena merespons sesuatu, tapi bisa juga melalui perencanaan yang panjang. Liverpool, sebuah kota industri dan pelabuhan, kini dikenal sebagai kota musik dan kultur, berkat peremajaan kota (urban
renewal) untuk merespon komoditas terbaik mereka yang pernah ada: The Beatles.

Tak bisa tidak, untuk menyebut urban renewal, di Indonesia, alun-alun Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, adalah contoh yang pernah dibicarakan. Peremajaan kota yang mereka lakukan ini berangkat dari perencanaan yang panjang.

Fasilitas yang dibangun berupa ruang terbuka, amphiteater, jogging track, dan arena bermain anak. Alun – alun Singaparna memiliki trek lari yang mengitari setiap sudut Alun-alun. Menyore sambil jogging atau jalan ringan banyak dilakukan warga. Penambahan aksen dan fasilitas baru lainnya mencakup gerbang utama, akses sekunder, plaza lokomotif, plaza budaya, lokomotif dan kolam air mancur. Selain itu, ada juga area Bloombak Taman Perdu, Rumput Sintetis, Jogging Track, Fitness outdoor, post terpadu dan Pol PP, ornamen batik dan taman perdu, area resapan air dan taman, area bermain anak dan pertunjukan.

Sementara spot rumput sintetis juga menjadi lokasi pilihan warga untuk duduk-duduk dan bercanda dengan anak mereka. Dari lokasi ini, akan terlihat pemandangan puncak Gunung Galunggung. Bahkan, jika cuaca sedang cerah, Gunung Cikuray di Kabupaten Garut, pun akan terlihat. Di sisi sekitar alun-alun, tampak pedagang kaki lima yang menjajakan jajanan hingga makanan berat. Ada es goyobod, kelapa muda, kolak, aneka gorengan, bakso, pecel lele, ayam geprek dan banyak lagi lainnya.

baca juga, HARGA RUMAH SEKUNDER DI INDONESIANAIK 0,1% MONTH-ON-MONTH PADA BULAN OKTOBER 2023

Selain menikmati keindahan terbaru dari Alunalun Singaparna, masyarakat juga bisa menikmati indahnya arsitek gedung bupati dan juga masjid raya. Gedung Bupati dikenal oleh masyarakat Tasikmalaya sebagai Gebu Singaparna.

Nah, jika waktu magrib tiba, warga mudah untuk melaksanakan salat karena lokasi Masjid Raya cukup dekat.

Bentuk Kanyaah

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang menjabat kala itu, meresmikan Taman Alun-Alun Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, awal tahun 2023 lalu. Dia mengatakan, penataan Alun-Alun Singaparna merupakan salah satu program Pemda Provinsi Jawa Barat dalam menghadirkan ruang publik yang nyaman, indah dan rapi bagi masyarakat dan mudah-mudahan bermanfaat. Ia menilai, kondisi alun-alun yang terletak
di ibu kota Kabupaten Tasikmalaya semula sangat tidak menarik, bahkan untuk sekadar transit.

“Sebelum penataan, alun-alun Singaparna ini terlihat kumuh dan kurang terawat, namun sekarang menjadi tempat transit favorit warga. Alun-alun Singaparna ini akan menjadi ruang publik kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya,” ujarnya.

Namun, Alun-Alun Singaparna telah berubah. Gubernur menyebutkan, penataannya dibangun dalam satu tahun anggaran dengan skema pembiayaan Bantuan Keuangan Pemda Provinsi Jabar. Dikutip dari Antara, revitalisasi tersebut menghabiskan biaya senilai Rp10 miliar. Fasilitas yang dibangun berupa ruang terbuka, amfiteater, plaza, jogging track dan arena bermain anak.

Alun-alun ini, ujar kang Emil, sapaan akrabnya, dipersembahkan bagi masyarakat Singaparna umumnya Kabupaten Tasikmalaya sebagai rasa sayang atau kanyaah kepada warga Tasikmalaya. “Tidak hanya penataan Alun-Alun Singaparna. Sejumlah infrastruktur strategis di Kabupaten Tasikmalaya juga sedang dikerjakan, seperti Alun-Alun Ciawi dan Alun-Alun Cikatomas yang akan segera direvitalisasi,” tambah dia. Gubernur meminta kepada warga untuk menjaga kebersihan dan ketertiban alun-alun yang berdekatan dengan Pasar Singaparna itu. “Titip seperti biasa jaga kebersihan dan ketertiban karena ini jadi kebanggaan baru, biasanya hanya dilewati, sekarang jadi tempat transit yang nyaman,” kata dia.

Sementara itu Wakil Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin mengucapkan, terima kasih kepada Pemprov Jabar yang sudah membantu kabupaten Tasikmalaya mewujudkan mimpi memiliki alun-alun. “Selama ini Kabupaten Tasikmalaya belum memiliki alun-alun yang
representatif. Sesuai amanat Pak gubernur, ini harus kita jaga. Jaga aset milik kita ini, dan tolong jangan buang sampah sembarangan,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga merelokasi para pedagang yang berjualan di sekitar Alun-Alun Singaparna. Para PKL itu kini ditempatkan di Pasar Padakembang yang akan dibangun dan pasar-pasar lainnya. “Pemkab memperluas kawasan terbuka hijau di sekitar Alun-Alun Singaparna. Pasar Padakembang sudah jadi, sehingga kawasan di sini, eks pasar dan terminal jadi lahan terbuka hijau,” tandasnya.

Butuh Parkiran

Di saat jam-jam menjelang sore, kawasan sekitar alun-alun penuh sesak oleh pengunjung. Bahkan kemacetan hampir tiap hari terjadi di jalan utama musabab pengendara bermotor mengurangi kecepatan lajunya karena terkesima dengan revitalisasi alun-alun. Sayangnya, area parkir terbatas sehingga badan jalan alun-alun barang tentu dimanfaatkan warga untuk asal-asalan memarkirkan kendaraannya. Hal ini kerap
menghambat dan mempersempit ruang jalan sehingga terjadi kemacetan panjang. Ditambah tidak adanya jalur zebra cross untuk pejalan kaki menyebrang dari satu sisi ke sisi lain, membuat proses sebrang-menyebrang terjadi semrawut. Adanya angkutan-angkutan umum yang mengetem di beberapa titik juga menjadi salah satu pendukungnya. Kepadatan mengular pada jamjam padat kendaraan dan pengunjung, terlebih di akhir pekan.

Di sisi utara alun-alun, tepatnya di Jalan Panyingkiran, jalanan rusak penuh lubang sana-sini masih mudah ditemui. Ini juga cukup membuat laju kendaraan terhambat, sebagian besar kendaraan hanya bisa memacu kendaraan 10 km/jam.

Alun alun Singaparna

Kemarau Panjang

Kemarau panjang enam bulan lalu berdampak pada keindahan Alun-Alun Singaparna. Warga Singaparna sempat mengkhawatirkan kondisi taman alunalun Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Rumput taman alun-alun yang semula hijau, beberapa bulan mengering karena musim kemarau yang terjadi. “Ya rumputnya coklat, sepertinya mati, sayang jadi tidak indah lagi. Ini juga sepertinya tidak disiram,” kata Irfan Wahab, warga Singaparna, dinukil dari RRI. Selain rumput, lanjut Irfan, sejumlah ornamen yang ada di Taman Alun- alun Singaparna juga rusak. “Ya
seperti pembatas, rantai serta tiangnya juga roboh. Ya mudah-mudahan dapat segera diperbaiki,” tambahnya. Hal senada juga dikatakan Ujang, warga setempat. Ia menyesalkan tempat publik yang seharusnya terjaga dengan baik, beberapa bagian malah rusak. “Ya selain
petugas, pengunjung juga harusnya sama-sama turut menjaga,”ujarnya.

baca juga, POTENSI BISNIS KOMPONEN BAHAN BANGUNAN MASIH BELUM TERGALI MAKSIMAL

Syukur, sejak awal November kemarin musim hujan sudah mengguyur sejumlah kawasan di Jawa Barat, termasuk Tasikmalaya. Rerumputan perlahan hijau kembali. Pohon-pohon basah dan teduh. Irfan, Ujang dan warga Tasikmalaya lainnya tentu berharap, taman alun-alun Singaparna yang menjadi salah satu kebanggan warga, dapat terjaga dengan baik. “Ini ruang publik yang harus kita jaga sama-sama. Kalau
bisa ada petugas yang rutin mengawasi alun-alun Singaparna, agar tidak rusak karena tangan-tangan jahil,” pungkasnya.l[Andrian Saputri]

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini