Jakarta, Propertyandthecity.com – Pakuwon City Batam resmi memulai pembangunan melalui groundbreaking yang digelar di Batam. Kawasan ini dikembangkan di atas lahan seluas sekitar 12,6 hektare dengan menghadirkan pusat perbelanjaan, hotel, serviced apartment, hingga apartemen.
Acara groundbreaking tersebut turut dihadiri Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Kepala BPN Batam Budi Hartanto, Kepala CKTR Azril Apriansyah, serta Wakil Kepala Kepolisian Daerah Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo. Hadir pula jajaran Pakuwon Group, para mitra, calon tenant, perwakilan perbankan, dan sejumlah undangan lainnya.

Komisaris Pakuwon City Batam, Eddy Hussy, mengatakan proyek ini merupakan hasil kolaborasi dengan Pakuwon Group untuk menghadirkan kawasan terpadu yang dapat menjadi salah satu destinasi baru di Kota Batam.
Menurutnya, Batam memiliki potensi besar untuk pengembangan properti, terutama karena lokasinya yang strategis, pertumbuhan ekonomi dan industri, serta kedekatannya dengan Singapura. Selain itu, kebutuhan terhadap fasilitas lifestyle dan hospitality berkualitas juga menjadi peluang bagi perkembangan kota tersebut.
“Kami melihat Batam sebagai sebuah kota dengan potensi yang sangat besar. Posisinya yang strategis, pertumbuhan ekonominya, perkembangan industrinya, kedekatannya dengan Singapura dan kawasan regional,” ujar Eddy dalam sambutannya.
Hadirkan Mall, Dua Hotel Internasional, dan Apartemen
Pada tahap pertama, Pakuwon City Batam akan menghadirkan sejumlah fasilitas yang saling terintegrasi. Salah satunya adalah Pakuwon Mall Batam dengan total gross floor area (GFA) sekitar 190.000 meter persegi.
Pusat perbelanjaan tersebut diharapkan menjadi salah satu destinasi utama untuk kegiatan belanja, kuliner, lifestyle, dan hiburan di Batam.
Selain pusat perbelanjaan, kawasan ini juga akan dilengkapi serviced apartment sebanyak 184 unit. Untuk fasilitas perhotelan, akan dibangun The Westin sebagai hotel bintang lima dengan kapasitas 229 kamar serta Courtyard by Marriott sebagai hotel bintang empat dengan 337 kamar.
Sementara itu, untuk sektor hunian, pengembangan tahap pertama mencakup pembangunan dua tower apartemen dengan total lebih dari 800 unit.
Eddy mengatakan, keberhasilan proyek ini nantinya tidak hanya dilihat dari luas bangunan atau jumlah unit yang dibangun. Lebih dari itu, pengembangan kawasan diharapkan dapat memberikan dampak bagi lingkungan sekitar, termasuk membuka lapangan pekerjaan dan peluang usaha bagi masyarakat lokal.
“Itulah yang kami harapkan dari Pakuwon City Batam. Bukan hanya sebuah bangunan. Bukan hanya sebuah mall, hotel, atau apartemen. Tetapi sebuah destinasi yang hidup dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” tuturnya.
Pakuwon Mall Batam Ditargetkan Beroperasi Akhir 2029
Dalam sambutannya, Eddy menyampaikan bahwa Pakuwon Mall Batam ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2029. Setelah itu, pembukaan hotel dan serviced apartment direncanakan berlangsung pada 2030.
Ia berharap Pakuwon City Batam dapat menjadi destinasi yang menarik wisatawan lokal maupun internasional, sekaligus memberikan kontribusi terhadap sektor perdagangan, hospitality, pariwisata, dan ekonomi kreatif di Batam.
“Kami ingin tumbuh bersama Batam. Ketika semakin banyak wisatawan datang ke Batam, kami ingin menjadi salah satu alasan mereka datang dan tinggal lebih lama,” kata Eddy.
Eddy juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam, BP Batam, serta seluruh instansi dan mitra yang telah mendukung proses pengembangan proyek tersebut.
Menurutnya, pembangunan kawasan dengan skala besar membutuhkan perencanaan dan koordinasi dari berbagai pihak. Karena itu, kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha menjadi salah satu hal penting agar proyek dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi yang telah kita bangun dapat terus terjaga hingga proyek ini selesai dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutup Eddy.





















