Beranda Property Underground POTENSI BISNIS KOMPONEN BAHAN BANGUNAN MASIH BELUM TERGALI MAKSIMAL

POTENSI BISNIS KOMPONEN BAHAN BANGUNAN MASIH BELUM TERGALI MAKSIMAL

Kapasitas penjualan bahan bangunan saat ini relatif masih sangat kecil dibandingkan potensi kebutuhan masyarakat untuk melakukan membangun dan merenovasi dengan tambahan furnitur dan material interior. Diperkirakan pasar saat ini masih menjangkau hanya 15%-20% dari potensi pasar yang ada.

0
bahan bangunan

Sektor konstruksi mengalami pertumbuhan 5,23 persen Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, year-on-year (yoy) pada triwulan II-2023.
Airlangga Hartanto mengatakan, pertumbuhan sektor konstruksi tersebut memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 9,43 persen.

baca juga, KEKUATAN PERTEMANAN MENGALAHKAN PROMOSI?

Di sisi lain, National Research Manager BCI Central Cahyono Siswanto mengatakan pasar konstruksi Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan sejak tahun 2022 selepas pandemi. Nilai konstruksi nasional pada tahun 2023 diharapkan memiliki kinerja yang lebih baik daripada tahun 2022 yaitu dengan perkiraan total nilai konstruksi sebesar Rp332,95 triliun atau meningkat 5,77 persen dari tahun 2022 senilai Rp314,77 triliun. Nilai tersebut melanjutkan tren tahun 2022 yang sudah terlampaui nilai konstruksi tahun 2019 atau sebelum pandemi sebesar Rp278,58 triliun.

BCI Central memprediksi pertumbuhan sektor ekonomi kontruksi pada 2023 akan naik 5-6 persen. Pertumbuhan tersebut menurut General Manager Emerging Market & Indonesia BCI Central Pietter, dimotori oleh tiga sub-sektor kontruksi yakni infrastruktur, residensial, dan industri.

Berdasarkan nilai konstruksi nasional secara kuartalan dari tahun 2019 sampai tahun 2023 menunjukkan tren meningkat dengan adanya fluktuasi pada setiap kuartalnya. Sementara untuk proyeksi nilai konstruksi nasional pada kuartal I tahun 2023 sebesar Rp90,8 triliun. Kemudian, kuartal II tahun 2023 Rp71,02 triliun, kuartal III tahun 2023 Rp71,597 triliun, serta kuartal IV tahun 2023 Rp99,53 triliun.

Untuk konstruksi gedung, proyek pembangunan yang diperkirakan sebagai penggerak utama pada tahun 2023 ialah sektor perumahan dan industri. Proyek perumahan diproyeksi akan meraup nilai konstruksi sebesar Rp54,9 triliun. Lalu proyek industri senilai Rp43,9 triliun.

Belum lagi jika melihat potensi bahan bangunan interior yang saat ini sangat banyak pilihan dan diminati konsumen. Persaingan produk menjadi luar biasa. Sebut saja permintaan furnitur alias mebel yang bisa juga diartikan sebagai perabot rumah tangga dinilai memiliki pasar yang cukup besar. Kebutuhan akan tempat tinggal maupun renovasi rumah semakin banyak, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan pendapatan masyarakat yang meningkat di Indonesia. Melansir dari Bisnis, pemerintah turut menargetkan kinerja ekspor furnitur pada 2024 hingga US$5 miliar, dari saat ini yang hanya US$3 miliar. Di pasar lokal sendiri terdapat pebisnis furnitur seperti Ace Hardware, Informa, IKEA, Dekoruma, yang saling melengkapi memenuhi kebutuhan pasar.

Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch menyebutkan nilai konstruksi yang ada saat ini sudah dapat memberikan gambaran besarnya potensi pasar bahan bangunan termasuk material interior. Malah diperkirakan nilai penjualan bahan bangunan saat ini relatif masih sangat
kecil dibandingkan potensi pasar bahan bangunan dan pelengkapnya.

baca juga, SUMMARECON PEGANG TEGUH PELAYANAN,KUALITAS, KOMITMEN

“Kapasitas penjualan bahan bangunan saat ini relatif masih sangat kecil dibandingkan potensi kebutuhan masyarakat untuk melakukan membangun dan merenovasi dengan tambahan furnitur dan material interior. Diperkirakan pasar saat ini masih menjangkau hanya 15% – 20% dari potensi pasar yang ada,” jelas Ali. Selain itu ditambahkan, meskipun setiap supplier bahan bangunan sudah melakukan promosi, namun informasi produk masih belum sepenuhnya dipahami atau sampai ke konsumen pengguna. Hal ini juga yang membuat proses distribusi menuju pasar konsumen menjadi terhambat. Hal ini dapat membuat kinerja pasar saat ini belum optimal. Strategi khusus dari pebisnis bahan bangunan yang lebih mendekatkan diri ke konsumen dipercaya menjadi cara agar kinerja lebih optimal.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini