Top 5 This Week

Related Posts

TEI 2026 Dorong Daya Saing Produk Perkebunan melalui Sinergi dengan BPDP

Jakarta, Propertyandthecity.com – Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 mencatat potensi transaksi sebesar US$22,94 miliar, melampaui target awal US$17,5 miliar sebesar 31,1%. Capaian ini menunjukkan peluang pasar yang besar bagi produk Indonesia, sekaligus memperkuat peran TEI dalam mendorong ekspor, memperluas kemitraan dagang, dan meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global.

Diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, TEI 2026 diikuti 1.873 peserta pameran dan menarik 9.600 buyer terdaftar dari 151 negara. Jumlah pengunjung mencapai lebih dari 45.287 orang. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut berkontribusi dengan potensi transaksi sebesar US$510,79 juta. Capaian transaksi tahun ini juga melampaui realisasi TEI 2025 sebesar US$22,68 miliar.

India menjadi negara dengan potensi transaksi terbesar, diikuti Belanda, Bangladesh, Uni Emirat Arab, dan Jepang. Sementara itu, kategori makanan dan minuman mencatat potensi transaksi terbesar berdasarkan produk, disusul perhiasan, produk kayu, produk pertanian, dan kertas. Capaian ini memperlihatkan peluang pengembangan pasar ekspor yang semakin luas, termasuk bagi produk pertanian dan perkebunan Indonesia.

Sejalan dengan capaian tersebut, komoditas perkebunan, khususnya kelapa sawit, memiliki peran strategis dalam memperkuat ekspor dan meningkatkan nilai tambah produk nasional. Berbagai produk turunan sawit, seperti minyak sawit untuk pangan, oleokimia, dan biodiesel, membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus mendukung pengembangan industri hilir Indonesia.

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berperan mendukung penguatan sektor perkebunan melalui pengelolaan dana yang dimanfaatkan untuk mendukung Peremajaan Sawit Rakyat, pengembangan biodiesel, riset dan inovasi, penguatan sumber daya manusia, serta pemberdayaan UMKM. Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing industri sawit nasional, dan memperluas manfaat ekonomi bagi pekebun.

Booth Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, pada 14–18 Oktober 2026. Kehadiran BPDP menjadi bagian dari upaya mendukung penguatan sektor perkebunan, hilirisasi produk kelapa sawit, serta peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar global. Dok. Istimewa
Booth Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, pada 14–18 Oktober 2026. Kehadiran BPDP menjadi bagian dari upaya mendukung penguatan sektor perkebunan, hilirisasi produk kelapa sawit, serta peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar global. Dok. Istimewa

Pengembangan hilirisasi kelapa sawit juga membuka peluang untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Pemanfaatan biodiesel berbasis sawit dapat membantu mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar solar, sedangkan pemanfaatan limbah perkebunan, seperti tandan kosong, cangkang, dan serat kelapa sawit, berpotensi mendukung pengembangan bioenergi. Upaya ini sejalan dengan pengembangan energi terbarukan dan peningkatan nilai tambah sumber daya dalam negeri.

Di sisi lain, penguatan pasar produk pangan dan pertanian menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan. Perluasan akses pasar ekspor dapat mendorong diversifikasi produk, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat rantai nilai pangan nasional. Komoditas perkebunan juga berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah, termasuk minyak makan merah yang mengandung provitamin A dan vitamin E.

Pemberdayaan UMKM dan koperasi petani perkebunan turut menjadi faktor penting dalam memperluas manfaat perdagangan bagi pelaku usaha dan masyarakat. Melalui pengembangan kapasitas usaha, inovasi produk, dan perluasan akses pasar, UMKM dapat meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan sekaligus menciptakan peluang usaha baru.

Capaian TEI 2026 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara perdagangan internasional dan pengembangan sektor perkebunan. Dengan dukungan BPDP serta kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan pekebun, peluang ekspor diharapkan dapat mendorong hilirisasi industri, memperkuat ketahanan energi dan pangan, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles