Denpasar, Propertyandthecity.com — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendorong generasi muda untuk ikut mengembangkan inovasi di sektor perumahan melalui program BTN Housingpreneur Batch 3. Program ini membuka kesempatan bagi mahasiswa dan akademisi untuk mengembangkan ide kreatif menjadi solusi bisnis yang dapat mendukung masa depan industri perumahan nasional.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BTN Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatim Bali Nusra) Bagus Hendri Setiawan mengatakan, BTN ingin memperluas keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan ekosistem perumahan nasional. Salah satunya dengan menggandeng kalangan mahasiswa dan akademisi untuk bersama-sama memikirkan arah pengembangan industri perumahan.
“BTN Housingpreneur menjadi salah satu wadah untuk mempertemukan gagasan dari kalangan akademisi dengan kebutuhan dunia industri,” ujar Bagus saat roadshow BTN Housingpreneur Batch 3 di Universitas Brawijaya (UB), Malang, Senin (2/11/2026).
Mengusung semangat Let’s Build the Future of Housing Together, BTN Housingpreneur Batch 3 diharapkan mampu menjaring lebih banyak inovator muda yang dapat berkontribusi dalam pengembangan ekosistem perumahan nasional. Inisiatif ini sekaligus menjadi upaya BTN mendorong lahirnya solusi hunian yang semakin terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan.
Menurut Bagus, dibutuhkan kontribusi dari berbagai disiplin ilmu dan keahlian untuk melahirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Dia menjelaskan, sektor perumahan memiliki lebih dari 174 subsektor turunan.
Bagus menyebut pengembangan sektor perumahan juga membuka peluang bagi lahirnya berbagai jenis usaha. Tidak hanya pada pembangunan rumah, tetapi juga mencakup desain, teknologi digital, material bangunan, hingga beragam jasa pendukung yang berkaitan dengan kebutuhan hunian.
Para mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan pun memiliki kesempatan untuk berkontribusi. Termasuk bagi mereka yang belum memiliki bisnis, produk, maupun konsep usaha yang matang. Bagus mengatakan, mahasiswa tetap dapat mulai mengembangkan gagasannya melalui BTN Housingpreneur.
BTN menargetkan dapat menjaring sekitar 1.500 peserta dalam penyelenggaraan Housingpreneur Batch 3. Pendaftaran program ini dibuka mulai 28 September hingga 30 November 2026.
Bagus menjelaskan, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah peserta yang mendaftar, tetapi juga kualitas gagasan yang dihasilkan, proses pengembangannya, serta potensi manfaatnya bagi masyarakat.
Selain mengikuti kompetisi, peserta BTN Housingpreneur juga akan memperoleh berbagai fasilitas untuk mengembangkan ide menjadi peluang bisnis berkelanjutan. Fasilitas tersebut mulai dari mentoring dan coaching bersama praktisi berpengalaman, pendampingan penyusunan model bisnis melalui business model canvas, hingga networking dan business matching dengan pelaku industri yang relevan.
Bagus berharap ide-ide yang lahir dari kalangan mahasiswa dan akademisi tidak berhenti sebagai gagasan atau prototipe. Dia mendorong agar ide tersebut dapat dikembangkan menjadi produk maupun solusi yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jangan takut apabila ide kalian masih kecil, belum punya bisnis, atau prototipenya belum sempurna. Sesuatu yang besar selalu dimulai dari sebuah ide,” pesan Bagus.
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Brawijaya, Setiawan Noerdajasakti, menyambut positif penyelenggaraan BTN Housingpreneur Batch 3 di kampusnya. Menurutnya, program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus mengembangkan pola pikir kewirausahaan.
Setiawan menilai keterlibatan BTN dalam mendorong kewirausahaan mahasiswa melalui sektor perumahan merupakan langkah positif. Terlebih, industri properti dan perumahan memiliki prospek pengembangan yang luas serta berkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat di masa depan.
“Jarang sekali ada badan usaha yang menyelenggarakan kegiatan di bidang wirausaha, tetapi arah kegiatannya mengajak mahasiswa untuk berpikir jauh ke depan hingga menjangkau dunia properti dan masa depan, serta menemukan peluang menciptakan hunian yang layak dan terus tumbuh,” ujar Setiawan.
Setiawan berharap mahasiswa Universitas Brawijaya dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali potensi dan mengembangkan ide-ide kreatif. Menurutnya, kehadiran BTN di kampus menjadi peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan perspektif baru mengenai dunia usaha sekaligus membuka jalan menuju dunia industri.





















