Top 5 This Week

Related Posts

Dari Realrich Sjarif Sampai Ren Katili Meriahkan Diskusi Konstruktif di Architecture Grand Festival (AGF) 2026

PropertyandTheCity.com, Jakarta– Perubahan iklim, perkembangan teknologi, kebutuhan masyarakat, hingga semakin terbukanya kolaborasi lintas negara membuat cara pandang terhadap arsitektur terus berkembang.

Beragam perspektif tersebut menjadi pembahasan utama dalam Architecture Grand Festival (AGF) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HIMARS) BINUS University pada (3/10) lalu di BINUS @Alam Sutera. Mengangkat tema “The Golden Age of Architecture”, kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dengan para arsitek dan praktisi untuk melihat lebih dekat bagaimana dunia arsitektur berkembang dan merespons berbagai tantangan masa kini.

Salah satu agenda utama AGF 2026 adalah Opera, rangkaian talk show yang menghadirkan delapan praktisi dengan latar belakang dan pendekatan arsitektur yang beragam. Pembahasan tidak hanya menyentuh soal desain, tetapi juga proses berkarya, iklim, lokalitas, inklusivitas, hingga bagaimana arsitektur dapat terus berkembang melampaui batas-batas yang selama ini dikenal.

Pembahasan mengenai proses dalam arsitektur dibahas oleh kehadiran Realrich Sjarief dari RAW Architecture lewat topik Architecture as a Living Craft. Diskusi ini membahas arsitektur sebagai sesuatu yang terus hidup dan berkembang melalui proses perancangan, pengerjaan, material, keterampilan, serta hubungan antara manusia dengan ruang yang diciptakan.

Cara pandang terhadap pengalaman sebuah ruang juga dibawa oleh Helen Agustine Rusli dari Helen Agustine Studio melalui topik Inclusive Luxury. Pembahasan ini membuka perspektif bahwa kualitas dan kenyamanan dalam sebuah desain tidak semestinya hanya dilihat dari kemewahan secara visual, tetapi juga dari bagaimana ruang dapat memberikan pengalaman yang lebih inklusif bagi penggunanya.

Melalui kedua pembahasan tersebut, peserta diajak melihat bahwa arsitektur tidak hanya dinilai dari apa yang terlihat ketika sebuah bangunan selesai, tetapi juga dari gagasan, proses, dan pengalaman manusia yang terbentuk di dalamnya.

Isu iklim menjadi salah satu benang merah yang cukup kuat dalam Architecture Grand Festival 2026. Ren Katili dari Studio Arsitek Tropis membahas Designing with Climate Response, yang membawa perhatian pada pentingnya mempertimbangkan kondisi iklim sejak tahap awal proses perancangan.

Dalam konteks negara tropis seperti Indonesia, pendekatan terhadap cahaya matahari, sirkulasi udara, suhu, hujan, hingga pemilihan material menjadi bagian penting dalam menghasilkan bangunan yang lebih sesuai dengan lingkungannya.

Tema tersebut kembali diperdalam melalui Ar. Ida Bagus Gede Sasra Bhanutama dari Emporio Architect dalam topik Reimagining Tropical Architecture. Pembahasan ini mengajak peserta melihat kembali bagaimana karakter arsitektur tropis dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat modern tanpa meninggalkan responnya terhadap kondisi lingkungan.

Pembahasan mengenai iklim menjadi relevan di tengah meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan dalam dunia arsitektur. Bukan hanya mengenai bagaimana sebuah bangunan terlihat, tetapi bagaimana desain dapat bekerja lebih selaras dengan alam dan kondisi tempat bangunan tersebut berdiri.

Perkembangan arsitektur juga tidak terlepas dari budaya dan identitas suatu tempat. Marten Triyono dari Karsa Studio mengangkat topik Context to Design, yang membawa perhatian kembali pada korelasi antara konteks dan perancangan arsitektural.

Di sisi lain, Dhanie Syawaliah dari Dhanie & Sal membawa topik Architecture Across Borders. Pembahasan ini menunjukkan bagaimana arsitektur saat ini berhubungan, mulai dari people and place, nature and built environment, hingga individual dan collective experience.

Dua perspektif tersebut menghadirkan sebuah pertanyaan yang menarik dalam perkembangan arsitektur masa kini: bagaimana arsitektur dapat semakin terbuka terhadap dunia, tetapi pada saat yang sama tetap memiliki hubungan yang kuat dengan konteks lokalnya.

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles