Home Berita Properti Sukses Tangani 7 Proyek Mangkrak, Begini Kiat Sukses Indonesian Paradise Property

Sukses Tangani 7 Proyek Mangkrak, Begini Kiat Sukses Indonesian Paradise Property

Di setiap saat, proyek yang dikembangkan INPP tidak lebih dari tiga proyek, karena visi dan misi INPP bukan menjadi developer terbesar dan tercepat, namun developer yang terpercaya.

51
1
antasari place oleh PT Indonesian Paradise Property Tbk
Progres pembangunan Antasari Place./ Foto: Pius

Jakarta, Propertyandthecity.com — Mungkin tak banyak yang tahu perusahaan pengembang dari pusat gaya hidup dan perbelanjaan Plaza Indonesia yang berada di area premium jantung Kota Jakarta. Atau, FX Sudirman Jakarta, serta Hotel Harris yang berada di atasnya.

Adalah PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) pengembang properti yang terus tumbuh dinamis sejak didirikan tahun 1996 silam. “Misi kami adalah membangun dan mendevelop iconic lifestyle destination di Indonesia,” kata Anthony Prabowo Susilo, Presiden Direktur & CEO PT Indonesian Paradise Property Tbk kepada awak media di Marketing Gallery Antasari Place, Jakarta Selatan, Jumat (9/9/2022).

Baca: Dekoruma Resmikan Dekoruma Experience Center Pertama di Kota Solo

Sesuai misinya, maka setiap proyek properti yang dikembangkan selalu hadir dengan kualitas, keunggulan, serta ciri dan kekhasannya. Salah satunya, misalnya, kawasan Beachwalk di Bali yang merupakan proyek mixed use ‘terpadat’ di Bali lantaran menggabungkan hotel bintang 3, bintang 4 dan bintang 5, serta ritel (shopping center) dan residence dalam satu kawasan seluas 5 hektar.

“Jadi INPP mungkin menjadi salah satu developer terbaik yang tidak terlalu dikenal, karena memang sebelumnya kami banyak bergerak di bisnis ritel dan perhotelan, dimana kami tidak menjual langsung properti kami, namun kami membangun dan mengoperasikannya,” terang Anthony.

Saat ini, lanjut Anthony, INPP telah bergerak di tiga lini bisnis, yakni commercial, hospitality dan residential. “Jadi sebenarnya INPP ini lahir dari Harris Hotel. Kami yang bangun Harris Hotel pertama di dunia, sejak 2002. Kami bangun sekitar 5 Harris Hotel pertama dan akhirnya sekarang mereka sudah berkembang menjadi puluhan Harris Hotel,” katanya.

Adapun untuk residential baru dimulai pada tahun 2017, yang ditandai dengan peletakan batu pertama One Residence di Batam, kemudian Beachwalk Residence di bali, tahun 2019 mulai membangun apartemen 31 Sudirman Suites yang terintegrasi dengan Hyatt Place Hotel di Makassar, serta Antasari Place yang diambil alih sejak 2021 lalu.

“Jadi sampai saat ini, kami sudah mengembangkan dan mengelola 6 properti commercial, 12 hotel yang di-manage oleh 8 hotel brand, serta 4 properti residential, termasuk yang terbaru adalah Antasari Place ini. Proyek-proyek tersebut tersebar di berbagai wilayah, seperti Bali, Batam, Yogyakarta, Bandung, Makassar dan Jakarta,” jelas Anthony.

Lahir dari Proyek Mangkrak

Dari sebanyak 24 proyek yang telah dan sedang dibangun INPP, tujuh diantaranya adalah proyek take over dari pengembang lama alias proyek mangkrak (ditinggalkan karena bermasalah). Bahkan, INPP lahir dari proyek bermasalah tersebut.

Cikal bakalnya dimulai pada tahun 2001. Saat itu INPP sedang mendesain rencana pembangunan proyek di Bali. Dalam perjalanannya, INPP menerima tawaran untuk penyelesaian konflik salah satu hotel yang berlokasi di Fron Marina Batam, Kepulauan Riau.

“Jadi kami ambil alih hotel itu kemudian kami rombak jadi Harris Hotel. Sehingga duluan selesai yang di Batam. Jadi proyek pertama kami adalah proyek yang sebelumnya bermasalah,” kisah Anthony.

Baca: Resmi Luncurkan Correctio, Jababeka Siap Bangun Ekosistem Silicon Valley

Sementara proyek di Bali yang kemudian menjadi Harris Hotel Tuban berlokasi dekat Bali Ngurah Rai International Airport. Awalnya hotel bintang 3, bermula dengan hanya 64 kamar, kini sebanyak 146 kamar.

“Kami launching di Oktober 2001, persisnya satu minggu setelah bom Bali. Bayangkan saja, seandainya saat itu tekad kami tidak kuat untuk menyelesaikan dan melanjutkan proyek itu, tidak ada nama Harris sekarang dan juga mungkin kami tidak berkembang seperti saat ini,” ungkapnya.

Proyek mangkrak kedua yang ditangani INPP adalah 23 Paskal Shopping Center Bandung. Mal Paskal ini sudah dibangun sejak 2014 namun terhenti. Kemudian INPP mengambil alih dan menyelesaikannya di 2017.

Selanjutnya adalah FX Sudirman yang juga diambil alih oleh INPP dari salah satu perusahaan dalam keadaan mangkrak bahkan juga diprotes oleh semua konsumen. “Namun akhirnya bisa kami selesaikan dengan baik,” ujar Anthony.

Proyek take over lainnya adalah Harris Hotel Tebet dan Beachwalk Shopping Center Bali. Adapun Beachwalk sebelumnya adalah hotel, namun kurang optimal sehingga dikembangkan menjadi proyek mixed-use.

Sekadar informasi, pada April 2022 lalu, INPP baru saja memperluas pengembangan proyek di Beachwalk yakni Beachwalk extension yang berada di Kuta, Bali. “Kami baru bangun, tambah mal dan hotel,” imbuhnya.

Proyek take over lainnya yang tengah digarap INPP adalah Antasari Place (Sebelumnya 45 Antasari) yang berlokasi di Jakarta Selatan. Melalui unit usahanya PT Prospek Duta Sukses (PDS), pengembang berkomitmen akan merampungkannya, dimana tower pertama direncanakan selesai akhir 2024.

“Tower satu akan kami selesaikan terlebih dahulu, progres pembangunan saat ini sudah mencapai lantai 4 podium, sehingga sebentar lagi akan dilanjutkan struktur atas untuk apartemennya,” kata Reagan Halim, Chief Project Marketing INPP.

Para direksi INPP berpose di depan maket Antasari Place
Para direksi INPP berpose di depan maket Antasari Place./ Foto: Pius

Dalam waktu dekat, kata dia, ratusan mitra pemasar atau broker dan agen properti akan diundang untuk ikut memasarkan unit tersisa di tower pertama Antasari Place. “Sebelumnya memang sebagian besar unit di tower pertama sudah terjual namun ada sebagian yang tidak melanjutkan, sehingga akan kami pasarkan stok yang ada, sekitar 400 unit dengan harga mulai Rp1,1 miliaran untuk tipe Studio hingga Rp2 miliaran untuk tipe 2 BR,” terang Reagan.

Anthony menambahkan, secara IMB, struktur, layout, INPP tidak melakukan perubahan. “Namun secara interior, kami akan upgrade pada beberapa bagiannya, termasuk juga untuk public facilities, taman hijau, dan malnya,” terangnya.

Antasari Place sendiri merupakan proyek INPP yang ke-24, dan menjadi bisnis take over INPP yang ke-7 serta property sales yang ke-4. “Dalam sejarah kami 24 proyek ini tidak pernah gagal atau lalai,” imbuhnya.

Bahkan, lanjutnya, pembangunan proyek apartemen di Batam pecah rekor MURI. INPP sebagai developer yang membangun dalam waktu tercepat, khususnya di Sumatera, yakni hanya dalam waktu 30 bulan, mulai dari marketing gallery.

Sedangkan di Makassar, 31 Sudirman Suites Apartment baru saja menggelar topping off lepas diluncurkan di Juli 2019 lalu. “Proyek ini 2 kali lebih besar daripada di Batam. Kami berkomitmen untuk hand over dalam waktu 39 bulan, dimana 28 dari 39 bulan tersebut kami mengarungi dalam kondisi Covid-19. Pembangunan kami lanjut terus dan lancar sampai saat ini,” terang Anthony.

Baca: Berkonsep Eco Living, ASYA Wujudkan Rumah Idaman Masa Kini

Sebagai informasi, 31 Sudirman Suites Apartment di Kota Makassar juga merupakan proyek take over dari dua pengembang terdahulu, dimana sebelumnya dibangun oleh 3 developer.

Anthony mengaku, sebenarnya property sales adalah bisnis unit terkecil dalam lini bisnis INPP, yakni hanya mencakup 20 persen. Sementara 80 persen omzet INPP adalah dari mal dan hotel.

Beberapa proyek baru juga tengah disiapkan oleh INPP, termasuk merencanakan pengembangan proyek landed house pertama di sekitar Ibu Kota Negara Nusantara.

“Tetapi yang pasti, INPP adalah developer yang sangat berhati-hati, dimana kami tidak secara besar-besaran mengembangkan banyak proyek sekaligus. Di setiap saat, proyek yang dikembangkan INPP tidak lebih dari tiga proyek, karena visi dan misi kami bukan menjadi developer terbesar dan tercepat, namun developer yang terpercaya,” tutup Anthony.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here