Top 5 This Week

Related Posts

AKSES YANG MUDAH PALING DIMINATI

“Anak saya yang pertama sudah kuliah semester dua di Institut Pertanian Bogor (IPB). Saya lagi cari-cari rumah yang terjangkau kemampuan mencicil saya dan suami untuk tempat tinggalnya. Sementara ini dia ngekos dulu. Selain itu beli rumah kedua juga untuk tabungan pendidikan anak yang lain. Sekarang kami (orang tuanya) masih bekerja. Rumah kedua itu untuk persiapan sebagai investasi atau tabungan,” terangnya.

baca juga, REI Dorong Kelanjutan Program FLPP untuk MBR di Awal 2025

Bapak dua anak itu menyebut, sekarang pilihan rumah seharga di bawah Rp500 juta cukup banyak dibanding beberapa tahun lalu. Cicilan rumah pertamanya sudah lunas. Karena itu ia bisa mulai berpikir mencicil rumah kedua. Hanya saja untuk harga di bawah Rp500 juta, umumnya lokasi rumahnya makin menjauh dari pusat keramaian.

Sebut contoh Kota Depok, Jawa Barat, di selatan Jakarta. Kawasan ini kini makin strategis menyusul dibangunnya tol Cinere-Jagorawi (Cijago) yang merupakan bagian dari jaringan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II yang mengelilingi megapolitan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) mulai dari Jagorawi-Serpong-Bandara Bandara Soekarno Hatta di barat dan utara sampai Jagorawi-Cibitung-Tanjung Priok di selatan dan timur. Tol JORR II terkoneksi dengan semua jalan tol eksisting di Jabodetabek termasuk JORR I.

Di sisi utara terkoneksi dengan tol Sedyatmo (bandara) dan tol Jakarta-Merak, di sisi barat terkoneksi dengan tol Ulujami-Serpong. Sedangkan di sisi selatan terhubung dengan tol Antasari-Depok (baru beroperasi sebagian) selain tol Jagorawi, di sisi timur dengan tol Jakarta-Cikampek. Depok makin kinclong pasca jalan tol JORR II beroperasi penuh, sehingga kawasan ini makin mudah diakses dari seluruh penjuru Jabodetabek. Jaringan tol baru itu kian menambah aksesibilitas Depok yang selama ini lebih mengandalkan kereta komuter selain jalan arteri (Jl. Raya Bogor dan Jl. Raya Lenteng Agung).

Dengan banyaknya akses itu Depok yang memiliki udara lebih sejuk dan paling dekat dengan Jakarta, makin menarik dijadikan sebagai pilihan tempat tinggal mereka yang sehari-hari beraktivitas di ibu kota negara. Hanya, karena harga tanahnya sudah tinggi, penawaran hunian di bawah Rp1 miliar sekarang berupa apartemen yang banyak dikembangkan di sepanjang Jl. Margonda Raya, jalan protokol tempat pusat pemerintahan Kota Depok.

Untuk landed house, harganya rata-rata sudah di atas Rp1 miliar per unit, kecuali di wilayah pinggiran seperti Sawangan, Cipayung, dan Cimanggis, masih ada yang di kisaran Rp500 juta. Selain faktor harga tanah, penyebab tingginya harga rumah di Depok juga berkaitan dengan kebijakan Walikota Depok di era Nur Mahmudi Ismail yang mengharuskan luas kavling rumah di proyek perumahan minimal 120 m2 untuk menjaga Depok tetap menjadi daerah resapan air. Jadi, seluruh proyek yang perizinannya terbit di era kepemimpinan politikus PKS itu, luas kavling rumahnya mengacu pada aturan tersebut. Kalau ada developer yang masih memasarkan rumah dengan luas kavling di bawah 120 m2, itu berarti perizinannya terbit sebelum era Nur Mahmudi.

Perumahan Daru City
Perumahan Daru City

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles