Top 5 This Week

Related Posts

AKSES YANG MUDAH PALING DIMINATI

Riuh di Bogor Barat

Jalan tol selalu memicu pertumbuhan properti di sekitarnya. Demikian juga jalan tol BORR (Bogor Outer Ring Road) yang membentang dari Sentul Selatan ke Dramaga. Rumah menengah di Kota Bogor, Jawa Barat, kini banyak dibangun di sekitar jalan tol yang pembangunannya baru Jalan Baru, Kedunghalang, ini. Dengan adanya jalan tol ini kawasan Kedung Halang-Semplak mudah diakses melalui jalan tol Jagorawi – BORR.

baca juga, Mengenal Satgas Perumahan Presiden Prabowo dan Fungsinya: Statusnya di Atas Kementerian PKP

Lokasinya terkonsentrasi di Semplak, Bogor barat, tidak jauh dari exit tol. Selain dekat dekat jalan tol, kawasan ini diincar pengembang karena mudah mengakses Kota Bogor (melalui Jl. Soleh Iskandar/Jl. Baru – Jl. Raya Pajajaran) dan dekat dengan koridor menuju Parung-Sawangan (Depok), salah satu akses utama ke Jakarta. Selain itu dari terminal Bubulak juga dekat. Perumahannya dibangun di Jl. Atang Sanjaya, selain di pinggir Jalan Raya Semplak.

Perumahan di kawasan ini cukup ideal bagi keluarga muda urban karena dekat dengan sejumlah fasilitas. Di sekitar Yasmin, tidak jauh dari kawasan Jl. Atang Sanjaya, misalnya, terdapat sekolah favorit, rumah sakit, TransMart, Hypermart dan Lottemart. Di Jl. Raya Parung juga ada beberapa sekolah unggulan SMP-SMA, misalnya Sekolah Madania dan Dwi Warna.

Juli 2024 lalu perusahaan pengembang MAS Group melansir proyek perumahan Areum Parc (15,7 hektare) di Jl. Atang Senjaya, setelah
Landasan Udara (Lanud) Atang Senjaya. Ini adalah proyek hunian ke-25 dari MAS Group. Perumahan memasarkan rumah 1-2 lantai berkonsep Korean Dreams.

Areum Parc, Bogor
Areum Parc, Bogor

Pengembangan Areum Parc ditargetkan rampung dalam 4-5 tahun dengan total rumah terbangun 934 unit. Tahap awal dipasarkan 250 rumah di klaster pertama, Ipnamu, seharga mulai Rp485 juta – 600 jutaan. Rumah satu lantai dilengkapi dua carport, double dinding bata merah, 2 kamar tidur dan 2 kamar mandi. Tiap rumah dibangun menggunakan tiang pancang.

“Dalam waktu 2,5 bulan dipasarkan sudah ada 250 NUP (nomor urut pesanan) yang masuk, dan 170 konsumen diantaranya telah naik ke booking. Pembelinya 50 persen merupakan warga Kota Bogor, 50 persen lagi dari Kabupaten Bogor dan luar Bogor Raya. Kami senang sekali dan optimis dengan produk hunian terbaru ini,” ujar M Adhiguna Sosiawan, Director of Bussiness Development MAS Group, kepada media di Bogor, Sabtu (28/9).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles