Investasi di Akhir 2023: Rp41,4 Triliun
OIKN mencatat total realisasi komitmen peminatan investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) mencapai Rp 41,4 triliun, yang dikumpulkan selama tiga rangkaian peletakan batu pertama (groundbreaking). Kita bisa lihat secara rinci, bahwa nilai investasi IKN pada groundbreaking tahap satu pada 21-22 September 2023 sebesar Rp 23 triliun, yang berasal dari empat entitas: PT Sirius Surya Sentosa, PT Bhakti Husada, FIFA, dan Konsorsium Nusantara, yang terdiri dari Agung Sedayu Group, Salim Group, Sinar Mas, Pulau Intan, Djarum, BCA Group, Wings Group, Adaro Group, Barito Pacific, Mulia Group, dan Astra Group.
baca juga, Dukung Program 3 Juta Rumah, Qatar Jadi Investor Pertama di Sektor Perumahan untuk MBR
Kemudian, nilai investasi yang mengalir saat groundbreaking tahap dua pada 1-2 November 2023 sebesar Rp13,1 triliun. Groundbreaking tahap ini dilakukan oleh Astra Group, Kementerian Perhubungan, Mayapada Group, Pakuwon Group, Jakarta Intercultural School (JIS), PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL), Bank Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan, dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Aliran investasi saat groundbreaking tahap tiga pada 20 Desember 2023 mencapai Rp 5,3 triliun, yang melibatkan Pakubuwono Group, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk. (BSBK), PT Karya BSH Mandiri, PT Tirta Investama, Kementerian PUPR, Kementerian LHK, Kementerian Kesehatan, PT Blue Bird Tbk. (BIRD), Polri, dan TNI.
Selain itu, OIKN telah menerima 330 surat peminatan atau Letter of Intent (LoL) investasi. Sekitar 55% dari jumlah tersebut merupakan investor domestik yang fokus pada pembangunan di dalam negeri. Singapura, Jepang, Tiongkok, dan Malaysia menjadi empat negara yang paling banyak mengirimkan LoL. Lebih lanjut, pemerintah telah merealisasikan anggaran pembangunan IKN dalam APBN sebesar Rp 26,7 triliun pada 2023, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5,5 triliun. Untuk tahun depan, pemerintah mengalokasikan anggaran pembangunan IKN sebesar Rp 40,6 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa alokasi dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dasar.
Merujuk apa yang dilansir dataindonesia.id, Pemerintah Indonesia mengalokasikan anggaran sebesar Rp 75,5 triliun untuk pembangunan IKN, yang disalurkan secara bertahap dari 2022 hingga 2024. Pada Agustus 2023, realisasi anggaran mencapai Rp 6,4 triliun, terdiri dari Rp 4,7 triliun untuk infrastruktur dan Rp 1,6 triliun untuk noninfrastruktur. Anggaran infrastruktur mencakup pembangunan istana negara, jalan tol, dan pengelolaan banjir, sedangkan non-infrastruktur untuk perencanaan dan operasional IKN.





















