Proyek IKN ini, yang menawarkan janji sebagai pusat baru bagi kemajuan, menarik banyak pihak dengan visinya yang penuh harapan dan inovasi. Dengan prospek yang terus berkembang, Indonesia menyaksikan cikal bakal babak baru di tanah Kalimantan, di mana IKN diharapkan menjadi jantung ekonomi, budaya, dan teknologi yang memancarkan cahaya ke seluruh penjuru negeri dan sekitarnya.
Sedangkan, pada November 2023 lalu, investasi untuk IKN masih di angka 305 Surat Pernyataan Minat (Letter of Intent). Itupun masih gabungan antara LoL dari dalam dan luar negeri. Saat itu, sudah ada 21 investor yang melakukan groundbreaking dengan total nilai investasi mencapai Rp 35 triliun. Informasi ini disampaikan oleh Otorita IKN melalui Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi, Agung Wicaksono, dalam media briefing daring yang dimoderatori Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, pada Senin (20/11/2023).
Agung mengutarakan progres investasi di Nusantara dari 305 LoL yang diterima, terdapat 172 perusahaan nasional yang berminat, sedangkan 133 perusahaan asing juga menyampaikan ketertarikan. “Kami telah melakukan uji kelayakan dan prioritasi untuk LoL yang masuk, yang melibatkan perusahaan lokal dan asing,” kata Agung.
Agung juga menjelaskan, banyaknya perusahaan nasional yang menjadi investor disebabkan oleh kecepatan mereka dalam menyelesaikan proses investasi. “Investor domestik lebih sigap mengisi kebutuhan sektor-sektor prioritas di Nusantara,” jelasnya.
Tahap pertama investasi di Nusantara memiliki delapan alur, antara lain: 1) Penyerahan LoL; 2) Tinjauan dan Penilaian Sektor Skala Prioritas; 3) Pertemuan 1-on-1; 4) Penyerahan Surat Konfirmasi; 5) Surat Tanggapan dari Otorita IKN; 6) Perjanjian Kerahasiaan dan Permohonan Data; 7) Studi Kelayakan; dan 8) Kesepakatan. Setelah investor menyelesaikan tahap pertama, tahap kedua akan segera dilanjutkan untuk merealisasikan kesepakatan.
Menurut Deputi Agung, ada enam perusahaan nasional sebagai pelopor pembangunan Nusantara yang telah bermitra dengan perusahaan internasional, antara lain: Hotel Nusantara dengan Swiss Hotel, PSSI dengan FIFA, Rumah Sakit Mayapada dengan Apollo Hospital Group, dan PLN dengan Sembcorp Singapura. Selain itu, tiga perusahaan internasional, yakni Citic Construction, Maxim, dan IJM, juga menjadi pemrakarsa pembangunan kawasan perumahan di Nusantara.





















