Home Artikel Eddy Ganefo Ketua Umum APERSI

Eddy Ganefo Ketua Umum APERSI

882
0

EDDY GANEFO KETUA UMUM APERSI

“Rencana pemerintah membangun 1 juta unit per tahun bagai mimpi tapi bisa jadi kenyataan asalkan pemerintah memang serius untuk mengucurkan dana puluhan triliun. Karena untuk membangun 100 ribu unit per tahun saja sudah sangat sulit.”

Bicara rumah rakyat untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) setiap tahunnya seperti sebuah pengulangan yang tak berujung. Berbagai masalah yang ada hingga akhir 2014 lalu belum juga terselesaikan. Aturan yang ada hingga saat ini belum mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya pembangunan rumah untuk MBR. Semoga dalam pemerintahan baru ini benang kusut tersebut dapat diselesaikan.

Beberapa waktu lalu pemerintah berwacana akan membangun 10 juta unit dalam masa kerjanya. Dengan catatan pembangunan 1 juta/tahun dilakukan pemerintah, dan 1 juta unit lagi dikerjakan oleh swasta. Rencana ini bagai sebuah mimpi tapi bisa jadi kenyataan asalkan pemerintah memang serius untuk mengucurkan dana puluhan triliun. Karena untuk membangun 100 ribu unit per tahun saja setiap tahun sudah sangat sulit.

Permasalahan yang ada harus segera diselesaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Saat ini pengembang seperti jalan sendiri, regulasi yang ada tidak sepenuhnya mendukung iklim rumah rakyat. Untuk itu, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) telah menyuarakan seluruh anggotanya agar lebih kreatif untuk tetap eksis membangun rumah murah. Mengingat saat ini daya beli masyarakat juga menurun pasca kenaikan BI Rate di 7,75%.

Selain itu, beberapa instrumen terkait seperti rencana pengoperasian Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) memang sudah harus digulirkan namun perlu kehati-hatian. Saat ini pekerja juga sudah dibebani oleh Jamsotek dan lainnya. Namun yang tak kalah penting saat ini adalah masalah pengadaan lahan murah. Masalah land banking hingga kini tak ada keseriusan dari pemerintah. Harga tanah tidak memiliki instrumen untuk menahannya. Maka, akan sulit untuk membangun rumah murah kalau bahan dasarnya sudah mahal. Untuk itu pemerintah dalam tahap awal harus bisa memanfaatkan lahan pemerintah yang tak terpakai untuk dijadikan lokasi hunian murah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here