Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat Indonesia tengah dilanda euforia untuk dapat menerapkan gaya hidup sehat di antara aktivitas rutin hariannya, seperti bersepeda dan berlari, serta berolahraga padel yang baru-baru saja mendapatkan popularitas tinggi di kawasan perkotaan. Olahraga ini tidak hanya populer di Jakarta dan Bali, tetapi juga mulai menyebar di berbagai kota besar di Indonesia. Menariknya secara peringkat, Indonesia menduduki peringkat ke-1 dengan jumlah lapangan padel terbanyak di Asia Tenggara dan peringkat ke-6 terbanyak di Asia yang menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan padel sangat pesat di Indonesia. Keberadaan lapangan padel yang menjamur, bukan hanya di dalam country club mewah, tetapi juga muncul di tengah kawasan residensial, komersial atau bahkan bekas bangunan terbengkalai. Hal ini mengindikasikan bahwa olahraga padel telah menjelma menjadi kebutuhan ruang publik baru dan bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan.
Baca juga, Penyaluran FLPP 2025 Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 278.868 Unit Rumah Subsidi
Laju pertumbuhan pembangunan lapangan padel dengan fungsi-fungsi pendukungnya didorong oleh populernya olahraga ini sebagai gaya hidup sosial yang menarik karena sifatnya yang mendorong interaksi sosial serta networking antar pemain. Dengan kebutuhan lahan yang relatif kecil, menghadirkan solusi unik yang menjawab tantangan perencanaan tata ruang kota: Bagaimana mengubah aset properti yang idle menjadi hidup, menguntungkan dan menjadi titik kumpul kaum urban? Di sinilah peran perancang kota dan arsitek untuk meningkatkan nilai properti melalui Urban Padel Hub.
Mengubah Aset ‘Tidur’ menjadi Aset ‘Produktif’
Padel memiliki beberapa keunggulan yang menjadikannya cocok sebagai katalis untuk pengembangan mixed-use di perkotaan. Pertama, dari segi spasial dan efisiensi lahan. Lapangan padel memiliki ukuran yang kecil (sekitar 10m x 20m), hal ini memungkinkan developer dan pemilik properti untuk mengintegrasikan lapangan padel di lahan yang terbatas, di atap gedung, maupun di tengah kompleks residensial, apartemen atau perkantoran. Karena padel memanfaatkan kaca sebagai dinding, permainan olahraga ini menjadi lebih menarik untuk ditonton dan dapat diletakkan di tengah area komersial. Jika digali lebih dalam dari segi efisiensi lahan, banyak kota yang memiliki area gudang industri atau komersial yang sudah tidak efisien bahkan terbengkalai. Area-area ini sangat potensial untuk diubah menjadi lapangan padel tanpa perlu merombak struktur utama secara masif. Lapangan padel dapat dianggap sebagai fasilitas semi-permanen jika menggunakan struktur utama modular.
Kedua, dari segi bisnis dan keuangan. Jika memanfaatkan aset tidur, membangun lapangan padel dapat menjadi “Low-Impact Renovation, High-Impact Return”. Dengan struktur modular, waktu konstruksi lapangan padel menjadi cepat dengan biaya awal rendah (contoh: memanfaatkan bekas gudang sehingga menghemat biaya atap). Dari segi pemeliharaan, lapangan padel modular dengan rumput sintetis tergolong rendah karena umur pakai yang panjang. Harga sewa juga dapat dipatok relatif tinggi, karena padel merupakan olahraga yang tergolong premium di perkotaan.
Ketiga, dari segi sosial. Padel adalah permainan yang bersifat sosial yang secara tidak langsung mendorong para pemain untuk berinteraksi, berkomunikasi dan bekerja sama dengan lawan mainnya atau penontonnya. Hal ini juga menjadikan padel sebagai sarana yang tepat untuk kebutuhan networking dan bersosialisasi sehingga berpotensi membentuk komunitas baru dengan relatif mudah. Komunitas yang aktif ini sering menyelenggarakan turnamen lokal, sesi latihan rutin, maupun acara sosial yang juga dapat meningkatkan citra positif untuk branding image lapangan padel.
Konsep Urban Padel Hub
Lapangan padel saat ini telah berevolusi dari tempat olahraga biasa, menjadi titik pertemuan sosial. Konsep Urban Padel Hub adalah strategi pengembangan properti cerdas yang memanfaatkan popularitas padel sebagai activity anchor untuk menciptakan lingkungan mixed-use, mengintegrasikan fungsi lapangan olahraga dengan fungsi komersial dan fasilitas rekreasi lainnya.
Urban Padel Hub berfungsi sebagai katalis yang mendorong pembentukan komunitas, sekaligus sebagai tempat yang ideal untuk networking dan meeting point, sehingga memancing kunjungan harian yang konsisten dari komunitas aktif dan membentuk loyalitas pengguna. Karena padel memiliki citra yang sporty, stylish dan premium, kehadiran Urban Padel Hub dipandang dapat juga meningkatkan citra secara keseluruhan, baik penggunanya maupun pemilik propertinya.
Sebagai activity anchor yang menarik keramaian, beberapa hal yang direkomendasikan dalam perencanaan tata ruang Urban Padel Hub adalah sebagai berikut:
- Ritel dan F&B: memiliki area lounge, coffee shop, atau healthy cafe sebagai ruang tunggu, baik untuk sebelum ataupun sesudah bermain padel, yang dirancang dalam bentuk social lounge dan coworking space yang lebih privat untuk meningkatkan pendapatan silang (cross-selling);
- Private Meeting Room: padel sering menjadi ajang business meeting, coorporate events dan employee engagement sehingga membangunan fasilitas ruang multifungsi kecil adalah keharusan;
- Wellness & Fitness: Urban Padel Hub dapat digabungkan dengan studio yoga, pilates dan pusat kebugaran yang mendorong pengunjung untuk mencoba padel ataupun cross-training dengan cabang olahraga lain;
- Integrasi Vertikal: dalam memanfaatkan bangunan bertingkat, lapangan padel dapat diletakan pada lantai paling atas (rooftop) untuk mendapat pemandangan kota dan sirkulasi udara yang bagus, sementara di lantai bawah dapat diisi oleh ritel pendukung, contohnya gerai F&B dan minimarket.
Euforia olahraga padel di Indonesia yang berkembang pesat mengindikasikan bahwa padel telah berkembang menjadi kebutuhan ruang publik baru dan bagian dari gaya hidup perkotaan. Konversi lahan idle menjadi fasilitas padel yang terintegrasi merupakan salah satu contoh dari model pembangunan kota yang cerdas dan responsif. Ini adalah perwujudan dari placemaking (penciptaan ruang yang bermakna) yang menggabungkan fungsi olahraga, sosial, dan ekonomi dalam satu titik.
Dengan perencanaan tata ruang yang strategis, Urban Padel Hub tidak hanya mendatangkan keuntungan dari sewa lapangan, tetapi juga menciptakan ekosistem campuran sebagai activity anchor yang dinamis. Integrasi lapangan padel dengan fasilitas pendukung (seperti social lounge, coffee shop, private meeting room, dan wellness center), menjadikannya tidak hanya sebagai tempat berolahraga saja tetapi juga sebagai titik kumpul sosial dan meeting point. Pendekatan ini secara signifikan meningkatkan citra dan nilai properti dengan mengubah aset yang idle menjadi aset yang produktif, menguntungkan, memancing keramaian harian yang konsisten dan membuat lingkungan sekitar hidup secara keseluruhan.•





















