Beranda Liputan Utama SUMMARECON BANDUNG: GENERASI MILENIAL DAN ZILENIAL MERUPAKAN PASAR YANG MENJANJIKAN

SUMMARECON BANDUNG: GENERASI MILENIAL DAN ZILENIAL MERUPAKAN PASAR YANG MENJANJIKAN

15
0
summarecon bandung

Potensi dan kebutuhan rumah tinggal untuk generasi milenial dan zilenial semakin tinggi, Summarecon Bandung sangat optimis karena 50% lebih dari jumlah penduduk Indonesia didominasi generasi milenial (kelompok usia 27 sampai 41 tahun) dan zilenial (kelompok usia 21 sampai 31 tahun), dan tren ini akan terus bertambah. Hal inilah yang menjadikan generasi milenial dan zilenial sebagai pasar yang menjanjikan di sektor properti, khususnya rumah tinggal, baik saat ini maupun masa depan.

baca juga, Jawab Tingginya Permintaan Ruang Komersil, Sinar Mas Land Hadirkan Cascade Studio Loft di BSD City

Para pengamat properti mengatakan, bahwa ‘bahan bakar’ baru pasar properti di masa depan adalah kelas menangah dan akan mencakup penduduk kota (urban). Dalam hal itu, terdapat berbagai macam pertimbangan saat memutuskan untuk membeli rumah, yang utama di antaranya adalah kemudahan aksesibiltas seperti dekat dengan transportasi publik, kelengkapan fasilitas seperti pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, food and beverages dan taman serta danau sebagai ruang terbuka hijau. Serta yang tidak kalah penting adalah kemudahan dalam pembiayaan pembelian properti, seperti pembayaran bertahap dan KPR dengan DP ringan.

Menyusul perubahan demografi dan gaya hidup akibat revolusi teknologi informasi, Executive Director PT. Summarecon Agung, Tbk, Hindarko
Hasan mengatakan, “Sebagian besar waktu generasi milenial dan zilenial digunakan untuk mencari informasi, membuat konten maupun mengakses sosial media melalui ponsel atau gadget. Membuat kami memfasilitasi kebutuhan tersebut seperti membuat akun sosial media
Summarecon Bandung dan mengupdate informasi kawasan kami di berbagai platform media, seperti youtube, instagram, dan lainlain secara berkala,” ujarnya, eksklusif pada wawancara tertulis dengan Property and the City, Senin, (09/10/2023).

Hindarko Hasan Executive Director PT. Summarecon Agung, Tbk

Mengingat masih banyaknya keluhan atas skema pembayaran yang memberatkan para konsumen dan ditolaknya pengajuan KPR oleh pihak bank terkait BI checking, Summarecon Bandung memiliki program cara bayar DP dicicil selama masa pembangunan yaitu antara 12 sampai dengan 24 bulan. Di mana selama periode mencicil, konsumen mendapatkan waktu 12 sampai dengan 24 bulan untuk mengatur cash flow-nya. Selain itu, Summarecon Bandung juga telah bekerja sama dengan 14 bank pemberi KPR, sehingga konsumen memiliki banyak alternatif untuk mengajukan KPR. Sehingga kemungkinan pengajuan KPR ditolak oleh bank untuk membeli properti di Summarecon Bandung relatif kecil (data tahun 2022: di bawah 2%).

Selain itu banyak juga penolakan permohonan KPR bagi para pekerja freelance atau membuka usaha rintisan (start up) tanpa badan hukum.
Karena penghasilannya tidak tetap dan tidak selalu dimasukkan ke rekening bank. Summarecon Bandung berharap rekan-rekan bank sukses dalam melayani pasar kaum muda yang potensial ini. Untuk itu hendaknya bank peka terhadap perubahan dan berani melakukan terobosan baru dalam proses persetujuan KPR, di mana persyaratan yang lebih fleksibel, akomodatif dan relevan dengan customer muda. Sehingga bank bisa memberikan lebih banyak KPR kepada para influencer, youtuber dan semua pekerja freelance atau start up.

“Summarecon Bandung juga selalu berusaha mendengarkan suara customer dan selalu melihat kondisi market, sehingga kami dapat menciptakan produk properti yang tepat dan diterima pasar. Contohnya, seperti perumahan di cluster Flora yang dirilis pada masa pandemi (tahun 2020), tahun yang sulit dalam penjualan property,” ujarnya. Summarecon Bandung bersyukur, karena cluster Flora sangat sesuai dengan keinginan customer baik di masa maupun pascapandemi, sehingga diterima pasar dengan sangat baik dan terjual lebih dari 400 unit rumah dalam waktu 1 tahun. Pada tahun 2023 hingga ke depan, Summarecon Bandung menargetkan sales marketing sama seperti tahun sebelumnya, yang terdiri dari produk rumah residensial, ruko komersial dan kavling komersial.

“Mengingat sebentar lagi masuk ke tahun politik, kami yakin dan percaya situasi dan kondisi politik Indonesia akan tetap stabil, apalagi ditunjang dengan pertumbuhan infrastruktur yang sangat cepat, membuat konsumen antusias untuk melakukan investasi di bidang properti. Karena properti tetap dipercaya sebagai produk investasi yang paling aman dan memberikan return yang besar di antara pilihan instrumen investasi lainnya,” imbuh Hindarko Hasan.

baca juga, NO PAIN NO GAIN

Pada akhir Agustus, Summarecon Bandung merilis cluster ke-8 dengan nama cluster Genova. Di sini Summarecon Bandung menawarkan desain modern kontemporer, serta tetap mempertahankan fitur konsep rumah adem yang sejuk, fleksibilitas ruang serta fungsi indoor dan outdoor yang berpadu menjadi satu, sehingga kesan ruang lebih luas dan sirkulasi udara baik. Harga Genova dimulai dari Rp2.1 Milyar untuk luas tanah 104m2 dan luas bangunan 88m2. Summarecon Bandung juga menyediakan cara bayar yang fleksibel, mulai dari tunai keras sampai bertahap 24 kali, serta KPR DP ringan (15%) yang bisa dicicil 18 kali sehingga terjangkau oleh banyak kalangan. “Saran kami bagi anak muda, khususnya para generasi milenial dan zilenial adalah harus berani menentukan prioritas hidup selagi muda untuk secepat mungkin memiliki properti. Dan tentunya disiplin dalam mengatur keuangan, mengalokasikan pendapatan untuk investasi properti. Serta memilih developer yang sudah terbukti mewujudkan komitmen, sehingga investasi yang awalnya (mungkin) berat kita keluarkan, di masa depan akan naik dan menguntungkan,” tutup Hindarko.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini