Jakarta, propertyandthecity.com – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berkomitmen penuh dalam menyukseskan agenda besar pemerintah di bidang papan, yakni program pembangunan tiga juta rumah. Komitmen ini diwujudkan lewat penuntasan penyaluran dana program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai total Rp 8,03 triliun sepanjang tahun anggaran 2025.
Langkah taktis ini diambil guna memastikan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di berbagai daerah dapat menikmati akses pembiayaan perumahan yang terjangkau dan bersubsidi.
Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, menjelaskan bahwa seluruh dana yang dihimpun perusahaan untuk program FLPP ini murni dialokasikan bagi pemenuhan hak hunian masyarakat, bukan untuk aktivitas komersial internal perusahaan.
“Bagi pemerintah, langkah ini mendukung program tiga juta rumah dan juga mendorong sektor riil, yaitu multiplier dari pembangunan rumah,” ujar Ananta dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin.
Kolaborasi Dana APBN dan Pasar Modal untuk 194.000 Unit Rumah
Untuk memenuhi target volume pembangunan rumah subsidi yang masif, SMF menerapkan strategi bauran pendanaan. Penyediaan payung likuiditas program FLPP tahun 2025 ditopang melalui dua instrumen pendanaan utama, yaitu:
- Suntikan Dana PMN: Menggunakan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 6,68 triliun yang bersumber langsung dari APBN. Dana ini telah habis terserap per 31 Ditandai per tanggal 31 Desember 2025.
- Penerbitan Surat Utang: Melakukan penggalangan dana mandiri di pasar modal senilai Rp 1,35 triliun untuk menutup celah kekurangan anggaran program.
Melalui kombinasi pasokan dana segar sebesar Rp 8,03 triliun tersebut, program FLPP menargetkan membiayakan sedikitnya 194.612 unit rumah subsidi bagi kelompok MBR di seluruh Indonesia.
Jika ditarik garis historis sejak penugasan tahun 2018 hingga 2025, kolaborasi modal negara sebesar Rp 17,91 triliun dan penerbitan obligasi Rp 16,64 triliun oleh SMF totalnya telah menghasilkan sekitar 904.000 unit rumah bagi masyarakat luas.
Perkuat Ekosistem Perbankan, BTN Jadi Motor Utama Penyaluran
Guna mengalirkan dana FLPP tersebut agar tepat sasaran sampai ke tangan konsumen, SMF menggandeng ekosistem perbankan nasional. Tercatat ada 12 bank pelaksana penyalur KPR subsidi yang dipercaya untuk mengeksekusi program ini.
Dari belasan perbankan tersebut, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN kembali memegang porsi terbesar sebagai motor penggerak utama program perumahan rakyat nasional dengan menerima kucuran dana Rp 5,25 triliun.
Selain BTN, SMF juga mendistribusikan modal kerja FLPP ke sejumlah bank mitra lainnya, termasuk Bank Syariah Nasional (BSN Syariah), Bank BJB, BJB Syariah, Bank Sumsel Babel Syariah, hingga Bank DKI.
Manajemen SMF optimistis, penguatan program FLPP yang berjalan secara terukur dan akuntabel ini tidak hanya membantu mengatasi masalah kesenjangan kepemilikan rumah (backlog), melainkan turut menggerakkan puluhan sektor industri turunan di sektor riil melalui aktivitas pembangunan fisik rumah. (*)



