Beranda Property Mind Games PERANG PEMASARAN SEBENARNYA : PERAN SALES FORCE

PERANG PEMASARAN SEBENARNYA : PERAN SALES FORCE

86
0
pemasaran

Pengalaman ini terjadi beberapa bulan lalu saat saya sedang merenovasi rumah dan membutuhkan cat tembok interior untuk mengecat ulang dinding rumah saya. Mulai lah saya membanding-bandingkan cat mana yang bagus. Sampailah pada kesimpulan cat merek A yang akan saya beli, meskipun saya juga belum pasti apakah cat merek A itu bagus atau tidak. Tapi dari beberapa review produknya sudah meyakinkan. Saya pikir promosi dan pemasaran cat merek A cukup baik sehingga saya pun tertarik untuk membeli cat tersebut.

baca juga, Kenaikan BI Rate Picu Persaingan Bunga Simpanan, Begini Dampaknya

Mulailah saya mengunjungi salah satu supermarket bahan bangunan. Tanpa lirik kanan kiri saya langsung menuju tempat cat. Tiba-tiba saya dihampiri oleh seseorang, yang kemudian saya tahu ternyata dia adalah sales promotion girl (SPG) cat merek B.

“Siang Pak, sedang cari cat tembok merek apa Pak,” tanya SPG tersebut. Meskipun dia memasarkan merek cat B, namun cara etika bertanyanya cukup baik dan tidak langsung menawarkan cat merek B. Saya pun menjawab saya sedang mencari cat merek A. Dengan
sigapnya dia menanyakan ke temannya, siapa di tempat itu yang memasarkan cat merek A. Ternyata tidak ada penjaga cat merek A disana. Terlepas tenaga pemasar yang tidak ada atau memang sedang berhalangan, yang pasti saat saya disana tidak ada penjaga cat merek A.

“Maaf yang masarin cat merek A sedang tidak ada, Bapak bisa cek cat merek B juga tidak kalah bagusnya, bahkan lebih murah tapi lebih tahan lama, blaaa… blaaaaa…blaaaa,” lanjut SPG tersebut.

Setelah diskusi panjang lebar, saya pikir tidak ada salahnya juga untuk mencoba membeli cat merek B, karena saya lihat ternyata antara cat yang satu dengan yang lain juga tidak terlalu banyak perbedaannya. Akhirnya saya pun membeli cat merek B. Apakah banyak pengalaman yang sama seperti saya?

Dari cerita di atas, promosi dan pemasaran cat merek A menjadi tidak ada artinya, setelah pada saat yang krusial, yaitu saat konsumen ingin membeli produk, ternyata produknya tidak siap dari aspek sales. Bagaimana dengan pemasaran properti Anda? l

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini