Beranda Berita Investasi PASAR APARTEMEN TERKOREKSI MENUJU KESEIMBANGAN BARU

PASAR APARTEMEN TERKOREKSI MENUJU KESEIMBANGAN BARU

0
pasar apartemen

Pergerakan pasar apartemen meskipun mulai sedikit tumbuh selepas pandemi, namun pertumbuhan harga yang terjadi relatif masih sangat lamban. Mungkin banyak pengembang yang tabu dan malu mengakui bahwa proyek apartemennya dijual dengan lebih murah dibandingkan saat peluncuran. Dan harganya kembali tergerus di pasar seken karena menurunnya permintaan.

baca juga, TOD JAKARTA:SIMPUL STRATEGISTRANSPORTASI JAKARTA

Berdasarkan survei Indonesia Property Watch diperlihatkan koreksi harga pasar seken apartemen di Jakarta tertinggi tercatat sebesar 26,5%. Meskipun yang terbanyak terjadi koreksi antara 6,85% sampai 15,65% dengan rata-rata terkoreksi 9,4%. Meskipun jumlah apartemen yang mengalami koreksi cukup banyak atau sekitar 87%, namun di sisi lain terdapat apartemen di pasar seken yang mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan harga apartemen di pasar seken berkisar antara 0,2% – 13,4%. Pergerakan turun ini terjadi di triwulan 1 tahun 2023 setelah sebelumnya diperkirakan koreksi pasar lebih dalam lagi saat pandemi.

Koreksi harga ini juga mewarnai penurunan yield pasar apartemen, menyusul menurunnya daya sewa pasar apartemen. Diperkirakan yield pasar apartemen terpangkas menjadi rata-rata di kisaran 4,4% – 5,9% dari sebelumnya yang diperkirakan dapat mencapai sampai 7,9%.
Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch menanggapi hal tersebut dengan mengatakan bahwa di pasar seken, koreksi tipis bahkan pertumbuhan harga terjadi di dengan kualitas serta image developer yang baik. Hal ini masih menjadi faktor penting untuk menjamin harga apartemen untuk tidak jatuh lebih dalam. Dan yang terpenting lokasi apartemen tersebut memang bernilai.

Berbicara mengenai nilai lokasi, Ali menambahkan bahwa ada perbedaan antara lokasi untuk apartemen menengahatas dengan menengah-bawah. Proyek apartemen menengah-atas harus dapat memberikan nilai prestise di dalamnya, sedangkan untuk apartemen menengahbawah harus dipastikan pasar sewanya cukup baik disertai dengan moda transportasi untuk menunjang aksesibilitas penghuni. Banyak apartemen yang dibangun mengabaikan prinsip dasar ini sehingga kita lihat banyak apartemen yang gagal dibangun karena memang pasar tidak ada di
lokasi tersebut.

Perkembangan pasar apartemen di wilayah Tangerang Selatan pun tidak jauh berbeda dengan kondisi harga apartemen di Jakarta. Koreksi harga tertinggi tercatat sebesar 21,5% dengan kisaran koreksi terbanyak antara 5,81% sampai 17,55% dengan rata-rata terkoreksi 8,3%. Sementara itu terdapat beberapa apartemen yang mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan harga apartemen di pasar seken berkisar antara 0,8% – 7,5%.

Ini sebenarnya bukan berita buruk untuk pengembang apartemen, sebaliknya hal ini akan membuat pasar apartemen lebih sehat ke depan. Koreksi ini menjadi faktor penting karena pasar apartemen sedang memasuki seleksi alam. Hanya apartemen yang benar-benar berkualitas yang akan tetap terjaga di pasar. Keseimbangan pasar baru akan mulai terjadi dengan harga yang lebih wajar. Tidak semua dengan mudah membangun apartemen tanpa menghiraukan permintaan pasar di lokasi tersebut. Di tengah indikasi pasar over supply namun bila dikembangkan sesuai dengan celah pasar dan lokasi yang prima, pasar apartemen tetap masih menjanjikan.•
Indonesia Property Watch

+ posts

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini