Beranda Liputan Utama MORTGAGE BANKING: MARKET SPEED UP JALUR HYBRID DAN OPTIMISME TUMBUH DUA DIGIT

MORTGAGE BANKING: MARKET SPEED UP JALUR HYBRID DAN OPTIMISME TUMBUH DUA DIGIT

Perbankan gencarkan pameran di berbagai kota dengan program tebar bunga kompetitif. Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat. Ada Pertumbuhan Permintaan Barang Konsumsi Yang Bisa Diisi Oleh Kredit Konsumsi, Salah Satunya KPR

85
0
MORTGAGE BANKING

Para pelaku industri perbankan meyakini kredit konsumsi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) akan menjadi salah satu pendorong kinerja
bisnis seiring dengan makin pulihnya perekonomian tahun ini. Pemulihan diperkirakan berlanjut seiring dengan pulihnya mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi pasca pandemi Covid-19.

baca juga, Wilayah Barat Tangerang Terus Berkembang,

Bank Indonesia (BI) mencatat kredit baru perbankan mengalami peningkatan pada Maret 2023. Salah satu jenis pembiayaan yang menjadi andalan pada kuartal I/2023 adalah KPR. Berdasarkan data dari Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan yang dirilis BI, saldo bersih tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru perbankan pada Maret 2023 mencapai 94,69%, lebih tinggi dibandingkan Februari 2023 dengan SBT 66,7%.

Jika dilihat dari kategori bank, peningkatan penyaluran kredit baru pada Maret 2023 terjadi pada seluruh kategori bank, baik itu bank umum, bank umum syariah, hingga bank pembangunan daerah. Sementara itu, apabila mengacu jenis kreditnya, maka kredit konsumsi seperti KPR menjadi salah satu andalan perbankan pada Maret 2023. Nilai SBT kredit konsumsi pada Maret 2023 mencapai 72,9%, lebih tinggi dibandingkan Februari 2023 dengan SBT 56,2%.

“Faktor utama yang memengaruhi prakiraan penyaluran kredit baru pada Maret 2023 yaitu permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek
kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain,” tulis BI dalam surveinya dikutip pada Selasa (18/4/2023). Meski begitu, survei BI itu menyebutkan untuk keseluruhan periode kuartal I/2023, pertumbuhan kredit baru diprakirakan mengalami perlambatan jika dibandingkan posisi kuartal IV/2022.

Di sisi lain, sejumlah perbankan memang gencar menyalurkan KPR mereka awal tahun 2023 kemarin. Direktur Utama PT Bank Central Asia (Tbk) atau BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pihaknya optimistis Indonesia tidak akan mengalami resesi. Keyakinan itu salah satunya ditopang oleh konsumsi masyarakat yang membaik dan turut menopang KPR. “Daya beli masyarakat tetap kuat. Ada pertumbuhan permintaan barang konsumsi yang bisa diisi oleh kredit konsumsi, salah satunya KPR,” ujarnya saat pembukaan BCA Expoversary ke-66 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (23/2/2023) lalu.

Sepanjang tahun 2022, portofolio kredit konsumsi BCA mencapai Rp171,3 triliun atau tumbuh 11,7% secara tahunan, dimana kredit KPR berkontribusi Rp108,3 triliun dari total kredit konsumsi, atau tumbuh 11% secara tahunan. Gerakan ‘jemput bola’ yang dilakukan BCA berupa menggelar acara BCA Expoversary yang rutin dihelat sejak 2018 untuk merayakan ulang tahun BCA itu terbukti mampu mendorong pertumbuhan KPR BCA. Pihaknya menawarkan promo khusus yaitu bunga KPR fix 1 tahun pertama sebesar 2,66%.

Sementara itu Bank OCBC NISP menyediakan dua jenis KPR yang dapat dimanfaatkan oleh calon pembeli. Pertama, KPR Easy Start dengan angsuran KPR yang progresif selama 10 tahun pertama. Fasilitas ini cocok untuk generasi muda yang ingin mencari tempat tinggal. Juga ada produk KPR Kendali yang merupakan solusi pembiayaan yang di-bundling dengan rekening tabungan nasabah. Fasilitas ini cocok untuk calon
pembeli yang ingin membeli properti untuk investasi. KPR OCBC NISP menawarkan suku bunga mulai 3,82% fix 3 tahun pertama, berlaku untuk pembelian hunian baru maupun seken.

Mulai Menyesuaikan

Sementara itu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) pada segmen kredit hunian tumbuh 13% pada Januari 2023. Tahun 2022 lalu BRI mengakselerasi growth pertumbuhan KPR di angka 12%, melampaui rerata pertumbuhan nasional 8%.

Tren permintaan ditengarai sudah mulai meningkat khususnya pada kisaran harga rumah Rp500-700 jutaan. BRI sendiri menargetkan pertumbuhan kredit hunian seperti KPR tahun ini tumbuh 11-15%. Untuk menggenjot target tersebut, BRI misalnya menggelar program pameran. Terbaru, BRI menggelar BRI Property Expo 2023 di kota-kota besar di Indonesia. Di program tersebut, BRI memberikan sejumlah promo kepada nasabahnya yang ingin mengajukan KPR. Perbankan di Tanah Air mentransmisi kenaikan bunga acuan sejak tahun lalu ke besaran bunga kredit yang disalurkan di tahun ini, termasuk KPR. Per Maret 2023, BI kembali menahan suku bunga acuan BI-7 Days
Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 5,75%.

Berdasarkan data BI, penyaluran kredit properti untuk KPR tumbuh sebesar 7,4% pada Januari 2023 menjadi Rp 639 triliun. BRI sendiri menyatakan bahwa perseroan sudah menaikkan suku bunga KPR sampai dengan memasuki paruh dua kuartal II/2023 dibandingkan
kuartal sebelumnya tahun yang sama. “Per 1 April 2023 kami sudah menyesuaikan karena ini regulasi pemerintah. Saat ini kami mengeluarkan suku bunga fix 5 tahun 5,88%,” ujar Executive Vice President Bank Rakyat Indonesia (BRI), Ninis Indriswari.

Untuk saat ini suku bunga floating BRI berkisar di antara 13% sampai 14%. Sementara untuk penyaluran KPR sendiri, lanjut dia, sudah tumbuh sebesar 3,43% year to date dan 14,37% secara tahunan. “Tahun 2023 ini BRI menargetkan pertumbuhan KPR dobel digit dibandingkan tahun lalu,” jelasnya.

Secara finansial bisnis KPR/KPA Bank UOB Indonesia juga menunjukkan kinerja yang lebih baik. Pada tahun 2023 ini UOB optimis untuk terus bertumbuh. Terbukti, pencapaian booking loan year on year pada kuartal pertama tahun ini naik sebesar 15%. Faktor yang menopangnya ada dua, pertama pengembangan dan penjualan proyek developer untuk primary market yang lebih agresif. Kedua, harga pasar properti seken yang kembali pulih dari pandemi. Untuk kami sendiri, market properti baru dan seken seimbang. saat ini ditawarkan suku bunga kompetitif mulai dari 4,5% fix 3 tahun.

Membeli rumah merupakan keputusan besar dan sangat personal karena memiliki jangka panjang dan membutuhkan biaya yang besar. Prosesnya juga memakan waktu dan sangat kompleks. Karena itu, wajar bila sejumlah perbankan mulai melakukan pendekatan hybrid baik offline atau online untuk menjangkau pasar di sektor KPR.

Ada yang mendigitalisasi proses pengajuan KPR sepenuhnya, namun ada juga yang mengembangkan fitur penggabungan interaksi offline-online untuk mengakomodasi kebutuhan nasabah. Misalnya, proses pengajuan dokumen dilakukan secara digital, tetapi penyedia platform tetap menyediakan SDM yang dapat membantu calon nasabah untuk menemukan properti yang mereka cari.

Dari sisi pengembangan teknologi, ada banyak proses pada pengajuan KPR yang dapat didigitalisasi. Misal, fitur untuk mengecek kredibilitas seseorang dalam mengajukan KPR secara instan. Ada juga fitur dimana algoritma dapat menampilkan berbagai pilihan hunian dari mitra pengembang. Pengguna juga dapat melakukan simulasi uang muka sampai pembayaran cicilan dengan kurasi rekomendasi bunga dan tenor tertentu.

Fakta menyenangkannya, respon konsumen luar biasa. Ambil contoh BCA yang juga gencar mengembangkan layanan digital pada bisnis kredit
huniannya. Sepanjang Januari-Februari 2023 total visitor rumahsaya.bca.co.id mencapai 508.621 visitor. Sementara itu melalui situs expo.bca.co.id mencapai 557.225 visitor. “Sebesar 74 persen aplikasi KPR BCA di Jakarta berhasil disetujui melalui proses online. Artinya, digitalisasi telah membuahkan hasil yang sangat bermanfaat bagi BCA maupun bagi masyarakat,” jelas Jahja.

Bank UOB Indonesia juga komitmen mempermudah proses pembelian properti melalui layanan digital dengan meluncurkan www.kejutankpr.com, sebuah platform digital referral atau reward program dimana rekanan eksternal seperti properti agen
maupun developer bisa memberikan rekomendasi calon pembeli secara online kepada UOB. Proses ini hanya berlangsung dalam hitungan menit, termasuk proses penjadwalan pertemuan dengan UOB untuk diskusi pilihan pembayaran skema cicilan.

Sementara itu BRI meluncurkan homespot.id, aplikasi digital yang bisa diakses oleh masyarakat Indonesia untuk mencari rumah idaman. BRI bekerja sama dengan 900 pengembang untuk 1.300 proyek di seluruh Indonesia dengan rerata nilai properti Rp500-700 jutaan, sehingga memungkinkan masyarakat bisa mencaru rumah di wilayah manapun. “Kami minta developer untuk selalu update sehingga informasi dan daftar rumah yang kami tawarkan melalui homespot.id selalu terbaru. Secara nasional, rentang usia yang paling mendominasi di 20-40
tahun. BRI mengacu dari report kami, penjualan terbesar 65% di usia 25-40 tahun. Jadi sepertinya platform digital semacam ini cocok bagi kalangan usia tersebut,” pungkasnya.• [Andrian Saputri]




TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini