MESKI MENGALAMI KENAIKAN, PASAR PERUMAHAN BELUM STABIL

0
62
pasar perumahan

Banyaknya pihak yang memperkirakan pasar perumahan akan terus turun
sampai akhir tahun, ternyata tidak terjadi, meskipun pandemi masih terus
membayangi kondisi pasar perumahan hingga saat ini. Di luar dugaan, asar
perumahan wilayah Jabodebek-Banten mengalami lonjakan cukup signifikan setelah pada triwulan sebelumnya sempat drop sampai setengahnya.

Baca juga, TREN PERUMAHAN JABODETABEK – BANTEN

Hal ini terungkap dari hasil riset terbaru mengenai pasar perumahan Jabodebek-Banten pada Q2-2020 yang dilakukan oleh Indonesia Property Watch. Survei dilakukan terhadap 65 pengembang yang berada di wilayah Jabodebek-Banten (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Cilegon, Serang, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang) dengan melakukan investigasi lapangan langsung terkait nilai transaksi yang berhasil dibukukan pada Q2-2020.

Nilai Penjualan Pasar Perumahan Jabodebek-Banten naik 81,4 persen (qtq) setelah triwulan sebelumnya drop sampai 50,1 persen. Bahkan lebih tinggi dibandingkan tahun yang lalu sebesar 11,1 persen (yoy). Beberapa proyek mengalami lonjakan penjualan, namun ada pula yang tetap mengalami penurunan penjualan pada Q2-2020 ini. Berdasarkan analisis yang dilakukan, diperlihatkan bahwa proyek-proyek dengan brand yang sudah kuat dipasar relatif mengalami peningkatan penjualan dengan pertumbuhan yang bervariasi.

Peningkatan ini sangat dipengaruhi oleh kenaikan penjualan yang cukup tinggi yang terjadi di wilayah Tangerang dan sekitarnya (Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang) sebesar 164,1 persen berdasarkan unit terjual. Sedangkan penjualan rumah di wilayah Cilegon masih mengalami pernurunan 14,5 persen, diikuti Depok yang juga turun 8,3 persen, dan Serang turun 6,9 persen.

Kenaikan tertinggi terjadi di segmen harga di bawah Rp300 juta sebesar 152,6 persen, diikuti oleh segmen harga di atas Rp1 miliar sebesar 108,0 persen. Sementara itu untuk unit terjual di segmen harga Rp501 juta sampai Rp1 miliar naik 46,1 persen dan di segmen Rp301 – 500 juta naik 58,8 persen.

Pergerakan pasar perumahan Q2-2020 secara umum cukup menggembirakan ditengah kondisi saat ini. Beberapa fenomena pergerakan pasar saat ini sulit untuk dijelaskan secara pasti, paling tidak dalam jangka pendek karena pasar bergerak sangat dinamis. Kondisi ini masih harus diwaspadai, karena pasar belum memerlihatkan pola pergerakan yang stabil.

Prediksi Pasar

Peningkatan mungkin akan terjadi lagi di triwulan berikutnya, bila kondisi pandemi tidak semakin buruk. Fenomena yang terjadi saat ini adalah terjadinya pergeseran pasar ke segmen yang lebih rendah. Segmen menengah bergeser ke segmen menengah-bawah yang membuat pertumbuhan di segmen harga < Rp300 juta mengalami kenaikan. Sementara itu, tingkat permintaan di segmen harga > Rp1 miliar tumbuh cukup tinggi, namun secara harga jual rata-rata memerlihatkan penurunan.

Baca Juga , Peringati Anniversary Ke-4, ASTRA Property Gelar Beragam Acara Menarik

Sebagian pengembang yang menyasar pasar di kisaran harga Rp500 juta sampai Rp1 miliar, terjebak dalam segmen harga ‘tanggung’. Di beberapa lokasi, pasokan rumah dengan kisaran harga tersebut menjadi terlalu tinggi ditengah penurunan daya beli. Sebaliknya di wilayah dengan harga tanah yang sudah tinggi, celah pasar di segmen ini cukup besar namun pengembang sulit memasok rumah di segmen ini, kecuali dengan resizing luasan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, beberapa pengembang akan mulai mencoba meluncurkan produk baru di triwulan 3 untuk mengambil celah pasar ini. ● [Indonesia Property Watch]